6 Manfaat Tidur Tidak Pakai Celana Dalam Bagi Kesehatan
Hello Sehat IFTTT

Sebelum tidur, tiap orang pasti memiliki kebiasaan berbeda-beda demi mendapatkan tidur yang berkualitas, seperti cuci muka, sikat gigi, atau ganti baju dengan piyama. Tapi, apakah Anda memiliki kebiasaan tidur tidak pakai celana dalam?
Bagi sebagian orang, tidur tidak pakai celana dalam atau bahkan tidur tanpa busana memang masih dianggap tabu. Tapi ternyata ada banyak manfaat dari tidur tidak pakai celana dalam bagi kesehatan. Simak manfaatnya berikut ini
Dr. Alyssa Dweck, seorang dokter kandungan dan ginekolog di Mount Kisxo, New York mengatakan jika secara umum daerah genital tidak harus selalu ditutup ketika tidur. Namun, masih banyak orang memilih tidur menggunakan celana dalam karena enggan mengambil risiko.
Alasan Dweck menyarankan untuk tidur tidak pakai celana dalam di malam hari karena bakteri dan jamur senang berkembang biak di tempat gelap, lembab, dan hangat. Hampir sepanjang hari daerah genital tertutup dengan pakaian dan celana dalam – terlebih jika pakaian yang dipakai tidak menyerap keringat. Hal ini memungkinkan iritasi vagina dan membuat vagina lembab.
Oleh sebab itu, melepas celana dalam ketika tidur dapat menjadi salah satu cara membuat vagina bernapas. Selain itu sekaligus sebagai upaya menjaga kebersihan alat kelamin.
Sama halnya dengan wanita, beberapa peneliti mengungkapkan jika menggunakan celana dalam ketat membuat testis tidak leluasa bernapas, akibatnya dapat meningkatkan suhu pada testis. Terlebih saat Anda tidur dengan menggunakan celana yang menyebabkan terhambatnya aliran darah ke bagian testis. Pada akhirnya, ini bisa menurunkan jumlah sperma yang dihasilkan. Hal ini secara tidak langsung menyebabkan kualitas sperma jadi buruk.
Ketika Anda memutuskan tidur tanpa celana dalam, Anda sudah mengurangi risiko tertekan, tergesek, bahkan tebelit celana yang kesempitan – khususnya di bagian selangkangan. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap sirkulasi darah sehingga membuat peredaran darah menjadi lebih lancar.
Mungkin Anda berpikir ketika memutuskan untuk tidak memakai celana dalam saat tidur, nantinya akan menciptakan tempat berkembang biak yang sempurna bagi bakteri. Namun gagasan itu telah lama ditepis.
Dr Gillian Dean, direktur medis Planned Parenthood New York City menyatakan jika tidak ada penelitian ilmiah yang menunjukkan hubungan langsung antara telanjang dengan tertular infeksi seperti infeksi vaginosis atau infeksi ragi vagina. Tidur tidak pakai celana justru akan mengurangi risiko akibat infeksi di daerah genital karena vagina atau alat kelamin tidak lembab.
Jangan lupa, Anda harus memastikan kebersihan kasur dan tempat tidur dulu sebelum memutuskan untuk tidak mengenakan celana dalam saat tidur.
Tidur tidak pakai celana dalam atau bahkan telanjang juga bisa menjadi salah satu terapi untuk mengatasi stres. Pasalnya, dengan tidur telanjang Anda jadi lebih leluasa dalam bergerak tanpa harus merasa gerah, sesak karena baju, ataupun hal lainnya. Hal inilah yang membuat tidur jadi lebih rileks dan nyenyak.
Bagi Anda dan pasangan yang sudah menikah, tidur tidak pakai celana dalam atau telanjang sekalipun akan membuat kehidupan rumah tangga semakin harmonis. Pasalnya, Anda dan pasangan akan merasa lebih intim dengan melakukan kontak antar kulit. Hal ini juga akan merangsang produksi hormon oksitosin di dalam tubuh yang berpengaruh pada suasana hati sehingga membuat Anda dan pasangan lebih rileks dalam berhubungan seksual.
The post 6 Manfaat Tidur Tidak Pakai Celana Dalam Bagi Kesehatan appeared first on Hello Sehat.
Selain memenuhi asupan nutrisi dan gizi seimbang dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, ibu hamil juga mungkin mengonsumsi suplemen vitamin sebagai asupan nutrisi tambahan. Nah, di antara sekian banyak suplemen kehamilan yang baik untuk ibu hamil, suplemen vitamin B3 mungkin tidak begitu populer. Padahal, berdasarkan penelitian terbaru diketahui bahwa rutin mengonsumsi suplemen B3 selama kehamilan dapat mengurangi risiko keguguran dan bayi cacat lahir.
Dikutip dari laman Medical Daily, sebuah penelitian yang dilakukan selama 12 tahun oleh sejumlah peneliti dari Victor Change University di Sydney, Australia menunjukkan bahwa ibu hamil bisa mencegah risiko keguguran dan bayi cacat dengan rutin mengonsumsi suplemen vitamin B3.
Penelitian ini dilakukan dengan mencari tahu penyebab mengapa ibu hamil mengalami beberapa kali keguguran dan sejumlah kejadian bayi terlahir dengan kondisi cacat jantung, ginjal, dan tulang belakang. Hasilnya, para peneliti menemukan jika penyebab kondisi tersebut adalah karena ibu hamil kekurangan NAD.
NAD adalah Nikotinamida Adenin Dinukleotida, yaitu molekul yang berperan sebagai nutrisi penting untuk perkembangan organ bayi dan membuat bayi tetap aman dalam kandungan selama kehamilan. NAD terbentuk secara alami di dalam tubuh dari asupan makanan sehat seperti telur, keju, salmon, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta biji-bijian yang dikonsumsi ibu selama kehamilan. Nah, selain dari asupan makanan, dari penelitian tersebut diketahui jika NAD juga bisa diperoleh melalui suplemen vitamin B3.
Hasil penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine ini diklaim merupakan salah satu penemuan medis terbesar dan terpenting setelah asam folat. Peneliti juga mengatakan jika penemuan ini berpotensi membantu jutaan wanita di seluruh dunia.
Untuk menguji penelitian ini, tim peneliti sengaja memberikan gen NAD pada tikus hamil yang juga diberikan dosis reguler vitamin B3. Hasilnya, vitamin B3 terbukti mencegah keguguran dan cacat lahir serta mengatasi penyumbatan genetik pada tikus.
Namun, dilansir dari BBC, meski vitamin B3 terbukti mencegah cacat lahir pada tikus, ahli genetika klinis David Amor dari Royal Childern’s Melbourne mengatakan jika penerapannya pada manusia masih belum dipastikan. Penelitian lain yang dimuat di Cochrane Library menunjukkan bahwa konsumsi vitamin sebelum kehamilan tidak terbukti dapat mencegah keguguran. Namun memang konsumsi zat besi dan asam folat dapat mengurangi risiko bayi lahir mati (stillbirth).
Oleh karena itu, belum diketahui apakah vitamin B3 juga memiliki manfaat yang sama ketika dikonsumsi manusia untuk mencegah bayi cacat lahir dan keguguran.
Institute Telethon juga mengatakan bahwa sampai saat ini belum jelas apakah kekurangan vitamin B3 adalah satu-satunya penyebab cacat lahir dan suplemen vitamin B3 mampu mencegah masalah tersebut.
Sedangkan menurut Australian Medical Association (AMA), temuan ini memang sangat menarik. Sayangnya, masih terlalu dini untuk membandingkan hasil penelitian ini dengan asam folat. Tidak hanya itu, kebanyakan keguguran pada manusia disebabkan oleh masalah genetik, serta kelainan kromosom atau faktor lingkungan.
Itu sebabnya, penelitian lebih lanjut dengan skala lebih besar masih dibutuhkan sebelum dokter merekomendasikan suplemen vitamin B3 untuk wanita hamil.
The post Apakah Vitamin B3 Mampu Mencegah Keguguran dan Bayi Cacat? appeared first on Hello Sehat.


Kebanyakan orangtua hanya melihat pertumbuhan bayinya berdasarkan berat badan serta panjang atau tinggi badannya. Padahal, ada hal penting lainnya yang harus dilihat saat mengukur pertumbuhan bayi. Pengukuran ini juga harus dilakukan setiap bulan agar Anda tahu apakah bayi benar-benar dalam keadaan sehat dan pertumbuhannya normal. Apa saja cara lain untuk mengukur pertumbuhan bayi?
Seberapa sering Anda membawa si kecil ke Posyandu atau pelayanan kesehatan terdekat? Sebaiknya Anda sering-sering membawanya ke pelayanan kesehatan untuk dilihat perkembangan dan pertumbuhannya. Ada indikator pengukuran lain yang harus Anda perhatikan selain berat serta panjang badan bayi. Berikut penjelasannya.
Biasanya, selain diukur berat serta panjang badan, bayi akan diukur lingkar kepalanya. Dalam masa-masa di bawah usia 2 tahun, lingkar kepala merupakan pengukuran yang harus dilakukan sebagai indikator apakah bayi tumbuh dengan sehat atau tidak.
Lingkar kepala yang terlalu kecil menandakan bahwa pertumbuhan bayi kurang baik. Hal ini juga bisa dikaitkan dengan kekurangan protein dan energi yang kronis pada bayi. Pasalnya, bayi di bawah usia 2 tahun, sangat rentan mengalami kekurangan gizi. Apalagi bila ibu tidak memberikannya ASI atau asupan nutrisi yang dibutuhkan. Nah, dari pengukuran lingkar kepala ini, Anda dapat mengetahui apakah bayi telah tercukupi kebutuhan gizinya.
Selain itu, lingkar kepala yang kecil juga bisa menandakan kalau bayi mungkin mengalami gangguan kesehatan yang disebut dengan mikrosefalus. Kondisi ini menandakan kalau otak bayi juga tidak berkembang dengan baik dan akan memengaruhi kemampuan otaknya hingga dewasa.
Sementara lingkar kepala yang besar dapat menandakan bahwa si kecil mengalami beberapa masalah kesehatan, salah satunya adalah hidrosefalus. Hidrosefalus adalah kondisi di mana kepala membesar akibat terlalu banyak cairan. Bila memang si kecil memiliki ukuran lingkar kepala yang tidak normal, sebaiknya segera diskusikan hal ini dengan dokter anak Anda.
Mungkin banyak orangtua yang tidak tahu kalau lingkar lengan atas adalah salah satu cara mengukur pertumbuhan bayi yang penting dilakukan setiap bulan. Pengukuran ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah si kecil memiliki masalah malnutrisi yang kronis.
Kenapa mengukur lingkar lengan atas bayi itu penting? Lengan adalah bagian tubuh yang menyimpan cadangan lemak, sehingga untuk tahu apakah seseorang memiliki lemak yang cukup, maka ia bisa diukur lingkar lengannya.
Lingkar lengan atas yang kecil adalah tanda bahwa bayi tidak memiliki cadangan lemak yang cukup. Hal ini bisa berarti bayi kekurangan protein dan energi. Biasanya, pengukuran ini dilakukan jika memang si kecil memiliki status gizi yang kurang, dilihat dari berat serta panjang badannya saat itu.
Sebaliknya, bila lingkar lengan yang dimiliki si kecil melebihi normal, berarti ia memiliki cadangan lemak yang berlebihan dan bisa menjadi tanda dari kelebihan berat badan atau bahkan gangguan kesehatan tertentu. Maka dari itu, sebaiknya segera diskusikan hal ini pada dokter anak.
Jika Anda pergi ke pelayanan kesehatan terdekat, maka biasanya Anda akan diberikan kartu menuju sehat (KMS) yang berbentuk seperti buku untuk memudahkan Anda memantau pertumbuhan si kecil. Tidak cuma mengukur pertumbuhan bayi dari berat dan panjang badannya saja, KMS juga akan mengingatkan pada usia berapa saja si kecil harus mendapatkan imunisasi.
Jadi, pastikan Anda membawa bayi ke pelayanan kesehatan dengan rutin dan mendapatkan KMS dari tenaga kesehatan yang menangani si kecil.
The post Mengukur Pertumbuhan Bayi Tak Cuma Lewat Berat dan Panjang Badan. Apa Lagi? appeared first on Hello Sehat.

Masalah rambut rontok tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja. Pasalnya, rambut rontok juga bisa dialami oleh anak-anak. Kerontokan rambut pada anak bukanlah masalah yang sepele. Jika tidak diatasi dengan segera, anak akan mengalami kebotakan dini. Lantas, apa saja penyebab rambut anak rontok?
Tinea capitis atau juga bisa disebut dengan kurap kepala merupakan infeksi jamur pada kulit kepala yang seringnya dialami oleh anak-anak. Gejala penyakit ini bisa berbeda-beda. Namun, umumnya kulit kepala seseorang yang mengalami kondisi ini akan terasa sangat gatal. Selain itu, kulit kepalanya terlihat bersisik, berwarna merah, dan kadang-kadang bengkak akibat terlalu sering digaruk.
Kebotakan juga bisa terjadi pada area yang terinfeksi. Biasanya pada bagian kepala yang mengalami kebotakan akan tampak titik-titik hitam yang sebenarnya merupakan rambut yang telah patah.
Dokter akan melakukan pemeriksaan mikroskopis untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Setelah itu, umumnya dokter akan meresepkan obat antijamur minum, seperti griseofulvin yang diminum selama delapan minggu. Anak Anda juga diharuskan menggunakan sampo khusus antijamur seperti selenium sulfide atau ketoconazole untuk mengurangi penumpukkan jamur di kepala.
Tinea capitis merupakan penyakit yang menular. Itu sebabnya, anak Anda disarankan untuk tidak berbagi benda apapun kepada orang lain yang menyentuh kepala seperti topi, sarung bantal, gunting rambut, atau sisir.
Berbeda dengan tinea capitis, alopecia areata merupakan kondisi rambut rontok yang tidak menular. Kondisi ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang folikel rambut. Folikel rambut berfungsi sebagai unit pertumbuhan pada setiap batang rambut.
Nah, apabila folikel rambut mengalami kerusakan, ini berarti tidak ada rambut yang tumbuh pada satu batang rambut tersebut. Akibatnya, munculah kebotakan di daerah kepala tertentu yang biasanya mulus, berbentuk lingkaran atau oval dan berwarna merah muda pucat.
Kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya dan tidak kambuh lagi. Namun, beberapa anak ada juga yang mengalami sejumlah episode sembuh-kambuh-sembuh hingga beberapa kali dalam hidupnya, baru rambut permanennya bisa tumbuh. Sedangkan bila kerontokan yang dialami anak cukup luas, pertumbuhan rambutnya bisa sama sekali tidak terjadi.
Obat-obatan yang paling sering digunakan untuk mengobati rambut rontok yaitu minoxidil dan finasteride. Minoxidil dapat berbentuk cairan atau sabun. Biasanya obat ini digunakan pada kulit kepala dua kali sehari untuk membantu mengurangi rambut rontok dan membantu rambut tumbuh kembali. Sedangkan finasteride biasanya diminum dan hanya diberikan pada laki-laki.
Sebelum melakukan pengobatan tersebut, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu supaya anak Anda bisa mendapatkan diagnosis yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.
Trichotillomania adalah rambut rontok karena kebiasaan yang dilakukan anak, misalnya menarik, mencabut, memelintir, atau menggosok-gosok rambutnya. Kerontokan rambut yang satu ini lebih disebabkan karena kondisi psikologis anak.
Anak-anak yang menderita stres dan kecemasan tinggi lebih rentan mengalami trichotillomania. Jika Anda melihat si kecil menarik-narik rambutnya, omelan saja tidak akan membantu menghilangkan kebiasaannya. Namun, konseling dan pengobatan yang tepat dapat membantu anak keluar dari situasi stres dan kebiasaan buruk tersebut.
Telogen effluvium adalah kerontokan rambut yang disebabkan karena anak menderita stres berat atau depresi, setelah operasi, cedera parah, penggunaan obat tertentu, demam tinggi, infeksi berat atau penyakit lainnya, serta perubahan hormon tiba-tiba.
Kondisi ini bisa menyebabkan kebotakan sebagian atau kebotakan seluruhnya. Sampai saat ini, belum ada tes khusus untuk mendiagnosis telogen effluvium. Biasanya, setelah anak keluar dari situasi stres tersebut, pertumbuhan rambutnya akan kembali normal dan ini umumnya memakan waktu sekitar enam bulan sampai satu tahun atau lebih.
Meski jarang terjadi, rambut rontok pada anak bisa jadi gejala kekurangan zat gizi tertentu, seperti vitamin H (biotin) dan zat seng. Dalam beberapa kasus, rambut rontok pada anak juga bisa terjadi akibat terlalu banyak mengonsumsi vitamin A.
Memperhatikan asupan nutrisi dan gizi seimbang dalam makanan yang dikonsumsi anak sehari-hari adalah kunci penting untuk menghindari anak dari kekuragan gizi, yang pada akhirnya mengurangi risiko rambut anak rontok.
Penyebab lain rambut rontok pada anak adalah hipotiroidisme, yaitu suatu kondisi di mana kelenjar tiroid tidak aktif yang mengakibatkan metabolisme jadi tidak teratur. Diagnosis hipotiroidisme bisa dilakukan dengan tes darah atau pemeriksaan kelenjar tiroid secara rutin (skrining). Dokter mungkin meresepkan obat tertentu yang berfungsi merangsang kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon dalam jumlah yang cukup.
Selain beberapa penyebab yang sudah disebutkan di atas, terlalu banyak menyisir rambut, mengikat rambut terlalu kuat, atau menarik helai rambut juga diketahui dapat menyebabkan kerusakan rambut. Tidak mengikat rambut anak terlalu kuat bisa jadi salah satu cara efektif untuk mencegah rambut anak rontok.
The post Masih Kecil, Kok, Rambutnya Sudah Rontok? Kenali 7 Penyebabnya di Sini appeared first on Hello Sehat.

Kebanyakan orang mungkin berpikir jika masalah seksual pria hanya sekedar disfungsi ereksi aja. Padahal, tidak demikian. Sama seperti wanita, pria pun juga memiliki berbagai jenis masalah seksual yang bisa menghambat kepuasan fisik dan batin saat bercinta. Apa saja? Cari tahu selengkapnya dalam artikel ini.
Disfungsi ereksi atau umumnya disebut dengan impotensi adalah kondisi ketika penis tidak bisa ereksi secara optimal untuk berhubungan seks. Masalah ereksi itu sendiri pun bisa terjadi dalam beberapa bentuk, seperti:
Disfungsi ereksi merupakan masalah seksual pria yang paling umum seiring dengan bertambahnya usia. Meski begitu, disfungsi ereksi juga bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti gangguan hormon, kondisi psikologis, perawatan medis tertentu, kelebihan berat badan, kerusakan saraf penis, obat-obatan tertentu, efek samping alkohol dan merokok, stroke, diabetes, dan lain sebagainya.
Ejakulasi dini secara klinis didefinisikan sebagai kondisi di mana pria berejakulasi lebih cepat dari yang diinginkan saat berhubungan seksual. Tidak ada batas patokan waktu tertentu mengenai durasi yang ideal untuk ejakulasi, namun sebagian besar pakar mengartikan ejakulasi dini sebagai pencapaian orgasme yang berlangsung setelah kurang dari dua menit sejak penetrasi dimulai.
Ejakulasi dini adalah keluhan seks yang paling umum dilaporkan oleh hampir sebagian besar pria — setidaknya 1 dari 3 pria pernah mengalaminya sekali dalam seumur hidup. Kondisi ini pun umum terjadi saat pria masturbasi.
Kebanyakan para ahli percaya jika penyebab terbesar masalah seksual pria ini terkait dengan faktor psikologis seperti rasa cemas berlebihan akan kemampuan seksual, stres, perasaan bersalah, dan lain sebagainya. Namun, pria yang mengalami disfungsi ereksi lebih mungkin mengalami ejakulasi dini.
Ejakulasi tertunda adalah gangguan ejakulasi di mana seorang pria membutuhkan rangsangan seksual yang lebih lama untuk mencapai klimaks seksual dan ejakulasi. Sebagian pria yang mengalami ejakulasi tertunda membutuhkan rangsangan seksual selama 30 menit atau lebih untuk mencapai orgasme dan berejakulasi. Bahkan, mereka bisa justru tidak berejakulasi sama sekali (anejakulasi).
Ejakulasi tertunda bisa disebabkan karena kondisi kesehatan tertentu, efek samping operasi dan obat-obatan tertentu, penggunaan obat-obatan tertentu, serta masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan atau stres. Dalam banyak kasus, ejakulasi tertunda disebabkan oleh kombinasi dari masalah fisik dan psikologis.
Sekilas, mungkin Anda tidak familiar dengan jenis ejakulasi ini. Ejakulasi retrograd adalah kondisi di mana sperma tidak keluar melainkan masuk ke kandung kemih saat orgasme. Kondisi ini disebabkan karena adanya gangguan pada saraf di dalam kandung kemih dan leher kandung kemih yang menyebabkan ejakulasi justru mengalir ke kandung kemih. Orang dengan diabetes atau yang pernah menjalani operasi prostat atau kandung kemih lebih rentan mengalami ejakulasi retrograd.
Walaupun Anda tetap dapat mencapai klimaks seksual, mungkin Anda mengeluarkan hanya sedikit sperma atau tidak sama sekali. Terkadang ini disebut orgasme kering. Jenis ejakulasi yang satu ini tidak berbahaya namun dapat menyebabkan kemandulan pada pria.
Kebanyakan orang sering salah mengartikan orgasme dan ejakulasi. Padahal keduanya merupakan tahapan yang berbeda dalam berhubungan seksual, meski dalam banyak situasi keduanya bisa terjadi secara bersamaan. Orgasme sebenarnya adalah kondisi yang memicu ejakulasi.
Beda dengan orang yang mengalami ejakulasi dini, pria yang kesulitan mencapai orgasme justru tidak bisa klimaks meskipun penis sudah ereksi dan merasa cukup terangsang.
Ada beberapa alasan mengapa pria kesulitan mencapai orgasme meski penis sudah ereksi. Tiga faktor utama yang membuat pria susah orgasme adalah kerusakan saraf, gangguan hormon, dan kondisi psikologis seseorang.
Sakit saat berhubungan seksual tidak melulu dialami wanita. Pria pun juga merasakan hal yang sama. Kerusakan akibat robek, gesekan, peradangan, atau struktur abnormal pada kulup penis (misalnya kulit kulup yang terlalu ketat atau kulit kulup tersangkut di belakang kepala penis dan tak bisa ditarik ke depan) dapat membuat penetrasi jadi menyakitkan.
Tidak hanya itu, kondisi seperti peyronie, prostatitis, penyakit kelamin menular, hipospadia, infeksi saluran kencing, priapismus, hingga hipersensitivitas penis bisa menimbulkan rasa sakit saat berhubungan seksual.
Sama halnya dengan wanita, penyebab gairah seks pria yang rendah juga bisa disebabkan dari banyak faktor mulai dari pengaruh hormon, faktor seksual, kondisi medis tertentu, penggunaan obat-obatan dan masalah dalam hubungan. Gairah seks rendah pada pria menggambarkan penurunan minat mereka terhadap aktivitas seksual. Secara umum, kehilangan minat seksual memang bisa terjadi dari waktu ke waktu, dan tingkat gairah seksual ini pun bisa bervariasi sepanjang hidup.
Jika kekurangan gairah seksual rendah ini terjadi cukup parah, bisa didiagnosis sebagai gangguan hasrat seksual hipoaktif. Kondisi tersebut disebabkan karena ketidakseimbangan tingkat hormon di otak yang mengakibatkan dopamin dan norepinefrin (senyawa pada otak) mengalami penurunan.
The post 7 Jenis Masalah Seksual yang Paling Umum Dikeluhkan Pria (Tidak Cuma Impotensi) appeared first on Hello Sehat.
Kita disarankan untuk setidaknya minum air putih 8 gelas per hari — setelah bangun tidur, sebelum makan, sebelum tidur, juga sebelum dan setelah berolahraga. Tapi tahukah Anda kalau kita juga perlu minum air putih sebelum menyetir mobil ataupun mengemudikan kendaraan lainnya, terutama jika jaraknya lumayan jauh? Pasalnya, kurang minum air memiliki efek bahaya yang sama seperti berkendara selagi mabuk. Ini dia penjelasannya.
Dua per tiga bagian dari tubuh manusia adalah cairan. Itu sebabnya tubuh Anda perlu masukan air yang cukup untuk dapat berfungsi secara optimal. Ketika tubuh kehilangan air lebih banyak dari yang diminum, Anda dapat mengalami dehidrasi. Sebagian besar cairan tubuh hilang dari berkeringat dan buang air kecil.
Ketidakseimbangan kadar cairan dapat membuat tubuh tidak dapat berfungsi seoptimal biasanya. Sayangnya, seringkali kita tidak menyadari bahwa tubuh sudah kehilangan banyak cairan. Pasalnya, tanda-tanda dehidrasi bukan cuma haus sehingga Anda mungkin terlambat menyadarinya.
Dehidrasi dapat menurunkan tingkat konsentrasi dan kewaspadaan seseorang akan kondisi sekitarnya, termasuk saat di jalanan padat super sibuk. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian melibatkan 12 orang laki-laki dewasa muda, yang semuanya diuji dalam simulator mengemudi. Peneliti kemudian membagi partisipan dalam dua kondisi: menyetir mobil dalam hidrasi yang baik (artinya tubuh memiliki cukup cairan) dan saat sedang dehidrasi (kekurangan cairan).
Simulasi yang dilakukan meliputi mengemudi lurus pada dua jalur, di tikungan, bahu jalan, dan juga diharuskan menyalip kendaraan lambat. Pada sesi simulasi kondisi pertama (hidrasi tubuh baik), partisipan diberikan minum 200 ml air putih setelah satu jam mengemudi. Sedangkan, pada saat simulasi dalam keadaan dehidrasi, partisipan hanya diberikan minum sebanyak 25 ml air setelah satu jam mengemudi.
Hasilnya, risiko kecelakaan lalu lintas meningkat hampir dua kali lipat saat berkendara dengan tubuh yang mengalami dehidrasi. Tingkat kesalahan mengemudi juga meningkat seiring berjalannya waktu dan memuncak pada 30 menit terakhir.
Ketika Anda dehidrasi, darah jadi mengental karena minimnya kadar garam dan gula dalam tubuh. Hal ini membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk menjaga oksigen dan nutrisi tetap bergerak ke seluruh sistem peredaran darah. Kurangnya darah beroksigen dapat membuat Anda cepat mengantuk dan kelelahan.
Dehidrasi juga dapat membuat Anda sangat kebingungan dan memiliki respon refleks yangsehingga sulit untuk sigap mengambil keputusan darurat di jalanan. Misalnya saat tiba-tiba ada kendaraan yang memotong jalur, otak akan memproses perubahan ini lebih lambat sebelum memutuskan apa yang harus Anda lakukan: banting setir pindah jalur, klakson, atau mengerem. Tanpa disadari hal ini akan membuat kagok pengendara sekitar dan sangat mungkin terjadi kecelakaan fatal.
Risiko kecelakaan dari nyetir saat mengantuk dinilai setara dengan risiko yang dihadapi saat menyetir sambil mabuk, menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dehidrasi ringan saja dapat mengakibatkan peningkatan risiko kesalahan mengemudi saat perjalanan yang lama dan monoton. Apalagi, dehidrasi sangat mudah terjadi pada orang-orang yang jarang minum air karena terlalu sibuk dengan pekerjaan atau kegiatannya.
Para peneliti mengatakan bahwa kecelakaan di jalanan sebagian besar diakibatkan oleh kesalahan pengemudi akibat kelelahan, mengantuk, kurang konsentrasi, dan juga kurang kewaspadaan. Hal-hal ini dapat diakibatkan oleh dehidrasi. Peneliti juga mengingatkan bahwa menyetir mobil saat cuaca panas juga dapat menyebabkan tubuh makin kehilangan banyak caira, sehingga harus digantikan dengan lebih banyak minum air.
Kita semua telah menyadari bahwa berkendara dalam keadaan mabuk sangat berbahaya, tetapi kita tidak pernah memikirkan hal lain yang sepele tapi juga berisiko besar terhadap kemampuan mengemudi kita, salah satunya yaitu dehidrasi. Dengan adanya temuan penelitian ini, Anda dapat menyadari bahaya yang tidak Anda ketahui sebelumnya, sehingga Anda dapat mencegahnya dengan memastikan diri untuk minum cukup air sebelum menyetir mobil dan kendaraan lainnya.
The post Pentingnya Minum Air Putih Dulu Sebelum Berkendara Jarak Jauh appeared first on Hello Sehat.



Masa kehamilan merupakan masa yang paling penting bagi tumbuh kembang bayi. Oleh karena itu, sudah sepatutnya ibu hamil menjaga kesehatan dan pola makannya. Namun, tak menutup kemungkinan tetap ada risiko bayi terlahir cacat meski orangtua sudah menjaga kehamilannya. Salah satu bentuk cacat lahir yang mungkin terjadi adalah craniosynostosis. Craniosynostosis adalah kondisi kelainan tulang tengkorak bayi, yang akan semakin memburuk jika tidak cepat mendapat pengobatan.
Craniosynostosis adalah kondisi cacat lahir yang menyebabkan bentuk kepala bayi tidak normal akibat adanya kelainan pada tulang tengkorak. Tulang tengkorak bukan satu tulang utuh yang berdiri sendiri, melainkan gabungan dari tujuh lempeng tulang yang berbeda. Ketujuh tulang itu dihubungkan satu sama lain oleh jaringan yang disebut sutura.
Sutura yang lentur memungkinkan tulang tengkorak bisa mengembang mengikuti pertumbuhan volume otak. Seiring berjalannya waktu, sutura semakin mengeras dan akhirnya menutup, menyatukan ketujuh lempeng tulang itu menjadi tulang tengkorak yang utuh.
Bayi dikatakan mengalami craniosynostosis jika satu atau beberapa jaringan sutura menutup lebih cepat dari seharusnya. Akibatnya, otak bayi tidak bisa berkembang dengan maksimal karena terhambat oleh tulang tengkorak yang terlanjur menyatu. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan munculnya beberapa gangguan dan kelainan.
Bentuk tulang tengkorak yang tidak proporsional bisa menimbulkan sakit kepala berkepanjangan, gangguan penglihatan, serta masalah psikologis di kemudian hari.
Penyebab craniosynostosis belum diketahui pasti. Meski begitu, kadang kondisi ini berhubungan dengan kelainan genetik seperti sindrom Apert, sindrom Pfeiffer, sindrom Crouzon, dan masih banyak lagi. Pada beberapa kasus, craniosynostosis disebabkan oleh perpaduan paparan zat kimia selama kehamilan dan faktor genetik.
Tergantung dari jenis sutura yang terlibat dalam percepatan penutupan tulang tengkorak, craniosynostosis dibedakan menjadi empat tipe, yaitu:
Gejala dan tanda craniosynostosis biasanya sudah tampak saat bayi lahir, dan semakin terlihat jelas setelah beberapa bulan. Gejala tersebut antara lain:
Pada sebagian kasus, craniosynostosis menyebabkan adanya gangguan atau kerusakan pada otak, serta menghambat proses pertumbuhan secara umum. Berikut adalah gejala-gejala yang perlu Anda waspadai.
Craniosynostosis adalah kelainan yang harus ditangani oleh dokter dan tenaga spesialis, misalnya ahli bedah saraf anak atau ahli bedah plastik. Untuk mendiagnosis craniosynostosis, diperlukan beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan.
Craniosynostosis dengan tingkat keparahan ringan atau menengah tidak membutuhkan pengobatan yang serius. Dokter biasanya akan menyarankan bayi Anda untuk menggunakan helm khusus yang berfungsi merapikan bentuk tengkorak serta membantu perkembangan otak.
Jika craniosynostosis parah, pemedahan harus dilakukan untuk mengurangi dan mencegah tekanan otak, memberikan ruang agar otak bisa berkembang, serta merapikan bentuk tulang tengkorak.
Ada dua jenis operasi yang bisa dilakukan untuk menangani craniosynostosis, yaitu:
Terapi helm dapat diberikan untuk merapikan bentuk tulang tengkorak setelah bedah endoskopi, tetapi pada bedah terbuka terapi ini tidak diperlukan.
Craniosynostosis adalah kondisi yang harus segera ditangani secepat mungkin. Bila ditunda, anak berisiko mengalami gangguan otak. Selain itu, bisa juga menyebabkan cacat bentuk wajah yang dapat mengurangi kualitas hidup anak di masa depan.
Bayi yang memiliki craniosynostosis serius berisiko mengalami peningkatan tekanan dalam tengkoraknya. Jika tidak ditangani, peningkatan tekanan tengkorak ini bisa menyebabkan keterlambatan perkembangan, gangguan fungsi kognitif, kebutaan, kejang, bahkan kematian (meski jarang terjadi).
The post Kenali Craniosynostosis, Ketika Tengkorak Kepala Bayi Tak Terbentuk Sempurna appeared first on Hello Sehat.
Tahukah Anda, kebiasaan meditasi ternyata bisa mengubah struktur otak? Ya, berbagai jenis meditasi bisa memengaruhi struktur otak dengan cara yang berbeda-beda. Lalu bagaimana cara meditasi mengubah struktur otak seseorang dan seberapa jauh perubahannya? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Dalam salah satu penelitian terbesar tentang meditasi dan otak manusia saat ini, para ahli ilmu saraf di Jerman melibatkan sebanyak 300 peserta dalam program meditasi selama sembilan bulan.
Percobaan ini terdiri dari tiga periode. Masing-masing berlangsung selama tiga bulan di mana peserta menjalani tiga jenis meditasi berbeda. Jenis pertama fokus pada kesadaran, kedua belas kasih, dan yang ketiga adalah kemampuan kognitif.
Dari situ, para peneliti kemudian mengukur dan memantau otak para peserta dengan mesin MRI pada awal percobaan dan setiap selesai periode tiga bulan.
Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok yang mempraktikkan masing-masing jenis meditasi dengan urutan yang berbeda. Misalnya salah satu kelompok diminta mempraktikkan meditasi kesadaran (mindfulness meditation) selama setengah jam setiap hari, enam hari dalam seminggu.
Selama meditasi jenis ini, para peserta diajarkan untuk fokus pada pernapasan dengan mata terpejam. Pada akhir periode tiga bulan, para peserta dalam kelompok ini menunjukkan penebalan di korteks prefrontal otak. Bagian otak tersebut merupakan area yang terlibat dalam proses penalaran yang rumit, pengambilan keputusan, dan kewaspadaan.
Kemudian kelompok tersebut beralih ke jenis meditasi yang menitikberatkan pengembangan belas kasih dan empati pada orang lain. Seperti pada sesi pertama, para peneliti mengamati perubahan dalam otak peserta setelah sesi meditasi berakhir. Kelompok ini mengalami perubahan pada daerah otak yang penting untuk pengaturan emosional. Tidak hanya otak peserta yang mengalami perubahan. Tim peneliti juga menemukan perubahan pada perilaku peserta, sesuai dengan perubahan otak mereka.
Masih dalam penelitian yang sama, para ahli dari Jerman ini mengukur bagaimana para peserta bereaksi terhadap situasi yang menegangkan, seperti saat wawancara kerja atau ujian. Para peneliti menemukan bahwa semua peserta yang berlatih meditasi lebih tenang dan tidak stres dibandingkan dengan orang yang tidak bermeditasi.
Peserta yang berlatih meditasi belas kasih dan empati menunjukkan tingkat hormon stres, yakni kortisol, sebanyak 51 persen lebih rendah setelah mengalami situasi yang penuh tekanan.
Tidak perlu bermeditasi lama-lama untuk mendapatkan manfaatnya. Mulai dulu dengan sesi selama lima menit. Nanti kalau sudah biasa, Anda bisa perpanjang lagi durasinya jadi lebih lama. Sebagai panduannya, berikut ini beberapa cara meditasi yang bisa dicoba.
Tarik napas dan buang napas pelan-pelan. Ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, misalnya setelah Anda bangun tidur.
Cukup hentikan segala kegiatan yang sedang Anda lakukan, kemudian ambil napas dalam beberapa kali. Perhatikan pernapasan Anda dan jangan memikirkan hal lainnya. Hitung napas Anda dan tetap pertahankan fokus, sehingga Anda lebih tenang.
Serupa dengan latihan pernapasan, lakukan setiap langkah saat berjalan dengan kesadaran yang mendalam. Cobalah untuk berjalan lebih lambat dan tidak terburu-buru. Dengan memperlambat tubuh Anda, secara bertahap pikiran Anda juga akan menjadi lebih tenang.
Latihlah pendengaran Anda secara dalam dengan melihat ke arah mata lawan bicara dan perhatikan kata-kata yang mereka ucapkan. Pertahankan pikiran Anda agar tidak memikirkan hal yang lainnya.
Seperti halnya dengan mendengarkan secara sadar, tarik napas dalam sebelum berbicara dan benar-benar perhatikan kata-kata yang ingin Anda ucapkan. Kedua tindakan ini dapat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi dan hubungan Anda dengan orang lain.
Meditasi kesadaran adalah tentang menyadari apa yang Anda rasakan. Cara meditasi kesadaran yang paling baik juga berbeda-beda untuk setiap orang, jadi cobalah dan cari tahu metode mana yang paling sesuai untuk Anda.
The post Beda Cara Meditasi, Beda Juga Efeknya Pada Otak dan Kesehatan Mental appeared first on Hello Sehat.

Risiko naik motor bukan hanya kecelakaan lalu lintas apabila Anda tak berhati-hati saat berkendara. Kesehatan tubuh bisa tergerogoti dari dalam tanpa pernah disadari jika Anda tak mementingkan perlindungan diri, apalagi ketika mengarungi kerasnya jalanan di malam hari. Banyak yang percaya bahwa keseringan naik motor malam hari bisa bikin paru-paru basah dan masuk angin. Benarkah demikian? Simak penjelasannya berikut ini.
Naik motor malam hari identik dengan angin malam yang menerpa tubuh. Kena angin malam akan sedikit banyak memengaruhi kerja sistem pernapasan. Suhu angin yang berhembus di malam hari lebih dingin dan kering daripada angin di siang atau sore hari. Ketika dihirup lewat hidung atau mulut, udara kering yang masuk akan membuat hidung dan saluran pernapasan Anda ikut mengering dan hidung pun akan lebih sulit untuk menyaring kuman-kuman yang masuk.
Padahal, hidung dan saluran pernapasan Anda biasanya dilapisi oleh lendir yang berfungsi untuk menghalangi masuknya berbagai partikel dan organisme yang mengancam tubuh, misalnya virus dan bakteri. Jika cukup encer, lendir tersebut mampu mengeluarkan berbagai partikel keluar dari sistem pernapasan.
Pada kenyataannya, paru-paru basah atau yang biasa disebut efusi pleura terjadi karena adanya kelebihan cairan di pleura. Pleura adalah selaput yang melapisi dinding rongga dada, yang menjadi “rumah” bagi paru-paru Anda. Selaput pleura terletak di antara paru-paru dan dinding rongga dada manusia.
Paru-paru basah itu sendiri pun bukanlah sebuah penyakit atau kondisi kesehatan, melainkan gejala dari suatu penyakit. Biasanya memang selaput ini sedikit berair supaya paru-paru dalam rongga dada tidak saling bergesekan. Namun, pleura bisa kelebihan cairan atau jadi “basah” kalau ada gangguan tertentu.
Paru-paru basah bisa disebabkan oleh infeksi virus dan parasit, seperti Streptococcus pneumoniae (penyebab pneumonia) atau Mycobacterium tuberculosis (penyebab tuberkulosis) yang bisa menyebar lewat udara ataupun kontak dengan orang yang terinfeksi. Kuman-kuman ini tentu akan lebih mudah masuk ketika Anda udara dingin dan kering karena hidung menjadi lebih sulit untuk menyaring dan mengeluarkan kuman-kuman ini.
Beberapa penyakit atau gangguan kesehatan lain yang bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun dan rentan menimbulkan paru-paru basah, meliputi:
Berbagai risiko kesehatan naik motor umumnya bisa dicegah, jika Anda patuh, disiplin dan waspada ketika berkendara di jalanan. Saat bepergian di malam hari menggunakan motor, ada baiknya maksimalkan perlindungan tubuh.
Kenakan jaket yang bisa menahan angin (bahan parasut), gunakan juga pakaian lengkap dengan celana panjang dan sarung tangan. Helm dan masker merupakan aksesoris berkendara yang wajib dan selalu penting dikenakan saat Anda naik motor, entah itu di siang atau malam hari berkelana dengan motor di malam hari.
Terlepas dari perlindungan tubuh, penting juga untuk memerhatikan kondisi fisik motor yang Anda tunggangi. Periksa lampu sen, klakson, rem, gas, hingga kaca spion dua-tiga kali sebelum berangkat demi menghindari risiko kecelakaan. Di malam hari, ada baiknya Anda mengenakan jaket atau helm dengan warna terang agar mudah dikenali oleh pengendara lain di gelapnya malam hari.
The post Berbagai Masalah Kesehatan yang Mungkin Muncul Kalau Suka Naik Motor Malam-malam appeared first on Hello Sehat.

Heparin adalah obat penyakit jantung untuk mencegah kemungkinan komplikasi yang bisa berakibat fatal, seperti serangan jantung dan penggumpalan darah. Heparin juga umum digunakan untuk pencegahan pembekuan darah atau trombosis pasca operasi. Namun sama seperti obat-obatan lainnya, heparin dapat menimbulkan efek samping. Salah satu efek samping heparin yang perlu diwaspadai adalah trombositopenia.
Sebelum menelaah lebih dalam seputar efek samping obat penyakit jantung yang satu ini, ada baiknya kita mengetahui dulu cara kerja heparin.
Pembekuan darah dalam arteri yang menuju jantung dapat menyebabkan sindrom koroner akut, seperti angina yang tidak stabil (perasaan sesak di dada) atau serangan jantung. Untuk mencegah dan/atau mengatasi ini, diperlukan obat golongan pengencer darah (antikoagulan) seperti heparin.
Heparin bekerja mencegah pembekuan darah dengan mengaktifkan antithrombin III untuk menghalangi kerja thrombin dan fibrin, dua faktor yang diperlukan untuk membekukan darah. Melalui hambatan pada aktivasi thrombin dan fibrin ini, heparin menggagalkan proses pembekuan darah.
Obat penyakit jantung heparin memiliki beberapa efek samping yang perlu Anda ketahui. Beberapa di antaranya adalah:
Trombositopenia adalah efek samping obat penyakit jantung heparin yang termasuk unik. Trombositopenia terjadi akibat kurangnya jumlah platelet atau trombosit, sel darah yang berperan penting pada proses pembekuan darah. Umumnya penurunan jumlah trombosit akan meningkatkan risiko perdarahan. Itu sebabnya gejala umum dari trombositopenia termasuk mudah mimisan dan memar, luka lama sembuh, dan perdarahan haid yang berat.
Namun ketika trombositopenia secara spesifik dipicu oleh penggunaan heparin, alias HIT, risiko terjadinya trombosis atau penyumbatan pembuluh darah justru lebih besar daripada perdarahan. Padahal, penurunan trombosit pada HIT jarang mencapai 20.000/ul. Hal ini dipengaruhi fakta bahwa HIT terjadi akibat adanya antibodi tubuh terhadap kompleks Heparin-PF4.
Di dalam tubuh, heparin akan berikatan dengan Platelet Specific Protein Factor 4 (PF4). Kompleks ini akan dikenali oleh antibodi. Kemudian setelah berikatan dengan kompleks Heparin-PF4, antibodi akan berikatan dengan reseptor pada trombosit, sehingga menyebabkan terjadinya aktivasi trombosit. Aktivasi trombosit ini akan mengakibatkan terbentuknya sumbatan pembuluh darah. Sederhananya, heparin yang seharusnya bekerja menghambat pembekuan darah, pada beberapa orang malah jadi sebaliknya: memicu aktivasi trombosit sehingga darah membeku dan menyumbat pembuluh darah.
Pada orang-orang yang baru pertama kali mengonsumsi heparin, HIT dapat terjadi 5-14 hari setelah pendosisan dimulai. Pada pasien yang pernah menggunakan obat penyakit jantung ini sebelumnya, efek samping heparin dapat muncul lebih awal (kurang dari 5 hari setelah terapi dimulai). Gejala HIT dapat muncul terlambat pada beberapa orang, kurang lebih 3 minggu setelah dosis dihentikan.
Beberapa sumber mengatakan HIT lebih banyak terjadi pada pasien yang mengonsumsi heparin pasca operasi dan perempuan yang memiliki penyakit jantung yang diresepkan obat ini.
HIT merupakan kondisi medis yang berbahaya bila tidak terdeteksi. Menurut Medscape, 6-10% pasien HIT meninggal dunia. Untuk itu, ktia perlu mengenal “4T” pada pasien yang sedang mengkonsumsi heparin:
HIT dapat dideteksi dengan menemukan penurunan trombosit hingga <100.000/ul atau penurunan >50% dari nilai trombosit sebelum terapi. Sekitar 50% pasien HIT mengalami penyumbatan pembuluh darah (Heparin induced thrombocytopenia and thrombosis – HITT). Untuk mendiagnosis trombosis dapat dilakukan pemeriksaan doppler.
Apabila dokter mendeteksi adanya tanda-tanda HIT, maka dokter akan melakukan beberapa hal dibawah ini:
Beberapa literatur merekomendasikan pemeriksaan tambahan untuk HIT yaitu dengan Enzyme Linked Assay (ELISA) guna mendeteksi antibodi terhadap kompleks heparin-PF4; dan serotonin release assay untuk melihat aktivasi platelet. Serotonin linked assay lebih akurat dalam mendeteksi HIT, namun masih sulit untuk menemukan pusat kesehatan yang memiliki pemeriksaan ini di Indonesia. Risiko terjadinya trombosis dapat dilihat dengan kadar antibodi yang bersirkulasi.
Melihat risiko efek samping heparin yang unik, obat penyakit jantung ini tidak boleh diberikan pada pasien-pasien dengan riwayat alergi obat heparin sebelumnya, kelainan/gangguan perdarahan, alkoholisme, atau pada pasien dengan riwayat operasi otak, mata, dan medulla spinalis.
The post Waspada Trombositopenia, Efek Samping Obat Heparin untuk Penyakit Jantung appeared first on Hello Sehat.

Salah satu cara untuk menjaga kesehatan lansia (orang lanjut usia) adalah dengan mengajaknya rutin berkonsultasi ke dokter. Sayangnya, tidak semua lansia mau berkunjung ke dokter. Jika Anda khawatir dengan kondisi kesehatan orangtua Anda, mulailah sebuah percakapan yang bisa mendorongnya untuk berkonsultasi ke dokter, mengubah kebiasaannya, atau menganjurkan mereka agar lebih memerhatikan kesehatannya. Bagaimana caranya? Ketahui tipsnya dalam artikel ini.
Jika Anda khawatir karena orangtua sering menolak konsultasi ke dokter setiap kali Anda mengajaknya, Anda tidak sendiri. Pasalnya, kebanyakan orang juga sering mengeluhkan jika orangtuanya menolak untuk melakukan konsultasi ke dokter.
Dilansir dari laman Verywell, hasil survei nasional di Amerika Serikat (AS) yang dilakukan oleh Orlando Health, ada beberapa alasan utama orangtua, terutama pria, menolak menemui dokter. Beirkut alasan-alasan yang paling umum.
Berdasarkan survei tahun 2014 yang dilakukan oleh CDC di AS, diketahui bahwa lansia yang lebih banyak menolak untuk pergi ke dokter biasanya pria dibandingkan wanita. Dengan kata lain, lansia wanita lebih mudah diajak periksa ke dokter dibandingkan lansia pria.
Tidak hanya itu, survei yang dilakukan pada tahun 2016 oleh Cleveland Clinic menemukan jika sebanyak 53 persen pria memilih tidak membicarakan masalah kesehatannya ke orang lain. Survei tersebut juga menemukan sebanyak 22 persen pria bahkan tidak pernah membahas kondisi kesehatannya dengan siapa pun, termasuk pasangan dan anak mereka.
Seperti yang sudah disebutkan di atas, jika orangtua Anda sering menolak diajak ke dokter, dan sering mengatakan bahwa tidak ada gunanya menemui dokter, hal tersebut mungkin sebagai jawaban karena mereka tidak nyaman menemui dokter. Sikap keras kepala yang mereka tunjukkan merupakan cara untuk menutupi segala ketakutannya.
Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengajak bicara orangtua Anda seputar masalah kesehatan lansia agar mereka lebih peduli terhadap kesehatannya.
Bila orangtua Anda menolak untuk bicara seputar kesehatannya, bisa jadi karena Anda tidak menawarkan solusi yang tepat kepada mereka. Namun, dalam kasus lainnya orangtua menolak diajak bicara seputar kesehatannya karena mereka masih belum menerima bahwa kemampuan tubuhnya memang mulai menurun sering bertambahnya usia.
Usahakan Anda selalu melakukan percakapan rutin dengan orangtua terkait kesehatannya. Berpeganglah pada fakta yang terlihat dari dirinya. Jika Anda memperhatikan perubahan dalam kesehatan orangtua Anda, tunjukkan secara perlahan fakta-faktanya.
Katakan sesuatu seperti, “Ayah, ini adalah kali kedua Ayah jatuh bulan ini,” atau “Aku lihat-lihat, Ibu jadi sering sesak napas akhir-akhir ini,”. Berbagai fakta yang Anda beberkan tersebut dapat membantu mereka meningkatkan kesadarannya bahwa ada masalah terkait kesehatannya.
Namun, jangan heran jika orangtua Anda berkilah atau mencoba mengubah topik pembicaraan.
Selain berbagai alasan yang sudah disebutkan di atas, beberapa orang tua mungkin kebingungan masalah biaya dan harus berkonsultasi ke dokter spesialis apa untuk perawatan terbaiknya. Nah, di sini peran Anda untuk membantu memecahkan masalah tersebut.
Supaya orangtua lebih yakin untuk periksa ke dokter, segera tawarkan bantuan Anda selembut dan sesopan mungkin. Misalnya, “Ibu sudah aku buatkan asuransi kesehatan. Soal biaya, Ibu tidak perlu khawatir lagi. Asuransi yang akan meng-cover.”
Kata-kata Anda mungkin memerlukan waktu untuk orangtua Anda resapi. Jangan terburu-buru, tunggulah dengan sabar selama beberapa saat setelah percakapan pertama Anda selesai. Kemudian dengan lembut sampaikan kekhawatiran Anda lagi di kemudian hari.
Namun, sebagian orangtua mungkin akan lebih mendengarkan nasihat dari orang yang memang mereka pecayai, bisa pasangannya, kerabat terdekat, guru spiritual, atau sahabat terbaiknya. Jika saran Anda tidak membuat kemajuan apa pun terhadap orangtua Anda, carilah bantuan dari salah satu orang-orang yang berpengaruh buatnya.
Setelah beragam cara sudah Anda lakukan untuk membujuk orangtua Anda pergi ke dokter, Anda tetap harus pahami jika orangtua Anda mampu mengambil keputusan sendiri. Ingat, orangtua meski sudah masuk usia senja tetap ingin menentukan sikap sendiri. Mereka tetap ingin membuat keputusan.
Jadi pada akhirnya, orangtua Anda memiliki hak untuk membuat keputusan perawatan kesehatannya sendiri. Jika mereka tidak ingin mendapatkan pertolongan, Anda tidak bisa memaksanya menemui dokter. Menyarankan untuk perlahan mengubah kebiasaan buruknya bisa jadi solusi lain untuk menjaga kesehatan lansia.
The post Berdiskusi Dengan Orangtua Seputar Masalah Kesehatan Lansia appeared first on Hello Sehat.
Setiap sel dan organ dalam tubuh Anda membutuhkan protein. Pasalnya protein merupakan salah satu nutrisi terpenting yang diperlukan tubuh sebagai sumber energi, membantu meningkatkan massa otot, produksi hormon, serta membangun, memelihara, dan mengganti jaringan tubuh yang rusak. Namun, ini bukan berarti Anda boleh terlalu banyak konsumsi makanan yang mengandung protein. Kelebihan protein juga tidak baik bagi tubuh.
Diet rendah karbo menjadi salah satu cara diet yang efektif untuk menurunkan berat badan. Selama diet ini, Anda akan diharuskan untuk mengganti asupan karbohidrat Anda dengan lebih banyak protein.
Padahal, konsumsi protein secara berlebihan tanpa disadari justru dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Terutama jika Anda mengonsumsi sumber protein hewani yang mengandung lemak jenuh tinggi. Tidak hanya berat badan yang naik, namun risiko kolesterol dan darah tinggi pun ikut-ikutan naik.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kelebihan protein dapat merusak fungsi ginjal karena mengganggu kadar hormon yang berhubungan dengan fungsi ginjal. Terlebih bagi orang yang memang sudah memiliki gangguan ginjal, mengonsumsi protein dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan kondisi ginjalnya semakin buruk. Namun hal ini tidak berlaku untuk mereka yang memiliki ginjal yang normal.
Ginjal berfungsi untuk membantu tubuh menyaring seluruh limbah yang dihasilkan dari asupan protein. Semakin banyak protein yang harus dicerna oleh tubuh, akan semakin banyak pula asam amino yang disaring oleh ginjal dan mengakibatkan ginjal bekerja lebih berat dan lebih tegang daripada biasanya. Jika kondisi ini berlangsung terus menurus, lambat laun kondisi ginjal akan semakin memburuk.
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal American of Clincal Nutrition diketahui jika konsumsi protein terlalu banyak dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Terlalu banyak konsumsi protein dapat membuat tubuh lebih mudah kehilangan kalsium, sehingga akhirnya memicu osteoporosis. Namun hal ini masih menjadi perdebatan.
Seperti yang sudah disinggung di atas, protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Tapi, kekurangan atau kelebihan protein juga tidak baik. Itu sebabnya Anda harus imbangi asupan protein Anda dengan konsumsi karbohidrat dan lemak baik.
Sebenarnya kebutuhan protein harian setiap orang berbeda-beda bergantung pada berat badan dan jenis aktifitas harian yang dijalani sehari-hari. Meski begitu, berdasarkan tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG) milik Kemenkes RI, standar angka kecukupan protein yang dianjurkan bagi masyarakat Indonesia yang berusia 17 – 60 tahun adalah sekitar 56 – 59 gram/hari untuk perempuan, sedangkan bagi pria 62 – 66 gram per hari. Namun ini semua akan disesuaikan lagi dengan tingkat aktivitas harian Anda.
Semakin padat dan intens aktivitas fisik Anda sehari-hari, maka semakin banyak protein yang dibutuhkan tubuh. Oleh karena itu, baiknya konsultasikan dulu kebutuhan protein harian Anda dengan dokter atau ahli gizi terdaftar agar bisa tercukupi dengan baik. Ini khususnya penting bagi Anda yang sering melakukan olahraga.
The post Apa Akibatnya Bagi Tubuh Jika Anda Kebanyakan Makan Protein? appeared first on Hello Sehat.
Dalam kadar normal, rasa cemas tidak akan berdampak negatif pada kondisi psikologis seseorang. Namun, rasa cemas berlebih yang mengganggu aktivitas sehari-hari bisa menjadi tanda gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan sendiri wujudnya berbeda-beda pada setiap orang. Yuk, kenali lebih jauh lima jenis gangguan kecemasan yang mungkin saja Anda alami berikut ini.
Gangguan kecemasan adalah istilah umum untuk kecemasan berlebihan yang tidak bisa dikendalikan oleh pengidapnya. Nah, ternyata kecemasan itu ada banyak jenisnya. Tergantung pada gejala apa saja yang dialami serta pemicunya. Simak penjelasannya di bawah ini. Cemas adalah suatu perasaan yang wajar. Anda mungkin pernah atau malah sedang harap-harap cemas menunggu giliran wawancara kerja, golnya proyek di kantor, atau menunggu hasil ujian akhir di sekolah. Tapi cemas yang terjadi terus menerus tanpa alasan bisa semakin menggerogoti tubuh, sehingga tidak lagi dianggap cemas biasa dan harus segera ditangani. Pasalnya, cemas berlebihan bisa menjadi gangguan kecemasan yang merupakan sebuah bentuk gangguan mental.
GAD adalah jenis gangguan kecemasan yang ditandai dengan kecemasan kronis serta rasa khawatir dan tegang yang berlebihan. Gejala-gejala ini bisa muncul bahkan ketika Anda sedang tidak menghadapi situasi yang menegangkan sama sekali.
Ini tentu berbeda dengan kecemasan biasa yang muncul misalnya saat Anda mau presentasi di depan orang banyak atau sedang menghadapi wawancara kerja. Orang dengan GAD bisa tiba-tiba sangat cemas ketika tidak ada apa-apa.
Anda mungkin sudah pernah dengar soal jenis gangguan kecemasan yang satu ini. OCD adalah munculnya pikiran yang membuat seseorang jadi sangat terobsesi akan suatu hal dan akan melakukannya berulang-ulang kali (kompulsif). Bila tidak dilakukan, orang dengan OCD akan merasa sangat cemas tak terkendali.
Contoh tindakan obsesif kompulsif yaitu menata pensil dan alat tulis dalam urutan tertentu (misalnya dari panjang ke pendek). Namun, kalau sudah ditata rapi pun ia akan mengulang-ulang lagi tindakan tersebut tanpa henti.
Contoh lainnya yaitu mengecek apakah pintu rumah sudah terkunci. Meskipun ketika meninggalkan rumah Anda sudah mengunci pintu, pikiran obsesif bahwa pintu tadi belum dikunci terus menghantui Anda. Akibatnya, Anda pun kembali lagi ke rumah dan mengecek pintu lagi dan lagi sehingga aktivitas Anda terhambat.
Tidak seperti kecemasan biasa, gangguan panik bisa menyerang tiba-tiba dan menunjukkan gejala-gejala fisik yang sering disalahartikan sebagai serangan jantung.
Tanda munculnya gangguan panik antara lain rasa takut yang benar-benar intens, nyeri dada, detak jantung tidak teratur (palpitasi), napas memburu, pusing, dan sakit perut.
PTSD atau gangguan stres pascatrauma umumnya terjadi setelah seseorang mengalami kejadian yang mengerikan, mengancam nyawa, membahayakan keselamatan, dan kejadian ekstrem lainnya.
Tak heran kalau jenis gangguan kecemasan ini sering sekali ditemui pada veteran perang, tentara, korban kekerasan, korban bencana alam, atau korban kecelakaan.
Orang dengan PTSD terus menerus mengalami kilas balik atau flashback soal kejadian yang membuatnya trauma. Terutama saat ada pemicu yang mirip dengan kejadian traumatis yang dialaminya.
Misalnya seorang korban gempa bumi mungkin akan mengalami kecemasan dan ketakutan yang berlebihan ketika merasakan guncangan sedikit saja (meskipun penyebabnya bukan gempa).
Gugup ketika bertemu orang lain (terutama orang asing atau orang yang cukup penting) itu wajar saja. Namun, ketika Anda selalu merasa gugup dan takut berada di lingkungan baru hingga berkeringat dan merasa mual, Anda mungkin mengalami kecemasan sosial.
Kecemasan ini hadir karena kekhawatiran bahwa perilaku Anda akan mempermalukan diri sendiri, menyinggung perasaan orang lain, atau kehadiran Anda ditolak. Kondisi ini tentu akan membuat Anda kesulitan untuk membangun hubungan dengan orang lain.
Namun, fobia lainnya juga bisa masuk dalam jenis gangguan kecemasan. Misalnya agorafobia, yaitu ketakutan akan tempat-tempat yang ramai dan terbuka. Ini karena orang yang punya fobia juga menunjukkan gejala kecemasan berlebihan.
The post Mengenal 5 Jenis Gangguan Kecemasan (Mungkin Salah Satunya Anda Alami) appeared first on Hello Sehat.
Ketika bayi baru lahir, ada beberapa bayi yang sudah memiliki rambut. Ada yang tebal atau tipis. Kecepatan pertumbuhan rambut berbeda-beda berdasarkan umur dan jenis kelamin serta dipengaruhi oleh hormon, kecukupan nutrisi, dan faktor genetik. Akan tetapi, sebenarnya kapan rambut bayi mulai tumbuh? Apakah sejak dalam kandungan atau setelah lahir? Simak penjelasannya di bawah ini.
Rambut bayi sudah tumbuh sejak di dalam kandungan ibu. Pertumbuhan rambut pada janin dimulai sekitar usia 8-12 minggu kehamilan. Rambut tumbuh di semua bagian tubuh kecuali di bibir, telapak tangan dan telapak kaki. Tumbuhnya pun dengan panjang dan ketebalan yang berbeda-beda. Rambut bayi ini disebut lanugo.
Ada tiga fase pertumbuhan rambut. Anagen adalah fase ketika rambut bertumbuh. Katagen adalah suatu fase peralihan sebelum masuk ke fase akhir, yaitu telogen. Rambut akan gugur di fase telogen sebagai rambut mati. Setelah menjalani fase-fase tersebut, bayi umumnya akan lahir dengan rambut di kepala yang sudah cukup tebal.
Akan tetapi, rambut yang terbentuk dalam kandungan ini umumnya akan gugur dalam enam bulan pertama. Setelah rambut yang terbentuk dalam kandungan gugur, akan tumbuh rambut baru yang sifatnya permanen dan mengikuti siklus pertumbuhan rambut secara alamiah.
Awalnya rambut terlihat tipis setelah gugur, karena beberapa bayi tidak langsung memasuki fase anagen yang baru. Umumnya pada usia satu setengah sampai dua tahun barulah tumbuh rambut baru yang permanen.
Kadang rambut bayi yang gugur bisa membentuk pola tertentu atau hanya di bagian tertentu saja, misalnya di belakang kepala. Hal ini masih dapat dianggap normal pada bayi berusia kurang dari enam bulan. Sedangkan pada bayi yang lahir prematur, sering kali lanugonya masih banyak, terutama pada punggung, bahu, lengan, dan telinga.
Pola pertumbuhan rambut bayi berbeda-beda karena ditentukan secara genetik. Ada yang begitu lahir, kepalanya sudah penuh ditumbuhi rambut. Namun, ada juga berumur tiga hingga enam bulan kepalanya masih botak. Hal ini umumnya wajar dan tidak perlu terlalu dipermasalahkan.
Kerontokan rambut pada bayi dalam usia tiga hingga enam bulan pertama merupakan hal yang normal. Biasanya bulan ketiga dan keempat adalah puncak rontoknya rambut bayi.
Pada balita, setelah fase kerontokan pada usia tiga hingga empat bulan, maka akan masuk fase pertumbuhan rambut balita yang lebih tebal dan mungkin berbeda dengan sebelumnya.
Kebiasaan bayi seperti menggaruk kulit kepala atau membenturkan kepala bisa membuat rambutnya rontok. Akan tetapi, biasanya lama-lama kebiasaan tersebut akan hilang. Bimbing bayi Anda untuk menghindari menggaruk kepala, menarik rambut, atau menggosok kepalanya.
Beberapa kerontokan rambut pada bayi, meski jarang, bisa disebabkan oleh penyakit tertentu. Misalnya infeksi kulit akibat jamur atau gangguan hormon. Konsultasikan kepada dokter apabila bayi mengalami kerontokan rambut hebat setelah usia lebih dari enam bulan.
Beberapa bayi sejak lahir memiliki rambut yang sangat halus, sehingga terlihat seperti gundul. Hal ini pun masih tergolong normal. Rambut bayi yang sangat tipis ini biasanya memang baru akan menebal saat menginjak usia satu tahun. Namun, apabila ada keraguan atau pertanyaan lebih lanjut, bicarakan dengan dokter anak.
The post Kapan Rambut Bayi Mulai Tumbuh Dalam Kandungan? appeared first on Hello Sehat.



Alzheimer adalah penyakit degeneratif yang khas ditandai dengan penurunan fungsi otak, seperti kesulitan berpikir, berbahasa, dan mengingat (pikun). Belum diketahui pasti apa penyebab Alzheimer, meski dugaan terkuat dari para ahli sejauh ini adalah penumpukan plak beta-amyloid di otak. Namun sebuah penelitian terbaru berhasil membuat dunia medis terkaget-kaget atas temuannya yang menyatakan kalau Alzheimer bisa disebabkan oleh virus dan bakteri yang menginfeksi otak. Simak penjelasannya berikut ini.
Pernyataan di atas disampaikan oleh tim ilmuwan dari University of Bristol. Mereka menggunakan metode sequencing DNA untuk membandingkan otak jenazah yang semasa hidupnya dulu didiagnosis dengan Alzheimer dan otak yang sehat. Melalui metode ini, peneliti dapat mendeteksi DNA bakteri yang ada pada otak tersebut.
Penelitian dari Inggris ini melihat bahwa ternyata pada otak yang mengalami Alzheimer terdapat proporsi bakteri yang tidak biasa. Pada otak yang sehat terdeteksi koloni bakteri, namun hanya sedikit. Namun pada otak yang mengalami Alzheimer, ternyata proporsinya meningkat bahkan hingga tujuh kali lipat. Bukan hanya itu, ternyata jenis bakterinya pun berbeda. Pada otak yang mengalami Alzheimer, Actinobacteria memiliki perbandingan jumlah yang setidaknya sepuluh kali lebih besar dibandingkan Proteobacteria.
Namun perlu diingat juga, metode sequencing DNA ini tidak menggambarkan secara langsung jumlah bakteri yang ada. Masih dibutuhkan lebih banyak penelitian lagi untuk dapat mengetahui secara pasti apakah betul bakteria berperan aktif dalam mengakibatkan Alzheimer. Untuk itu, diperlukan jumlah sampel yang lebih besar. Penelitian ini sendiri hanya memiliki jumlah sampel yang kecil, yaitu hanya 8 otak dengan Alzheimer dan 6 otak yang sehat.
Sebenarnya ini bukan pertama kali para ilmuwan telah menduga bahwa virus atau bakteri dapat menjadi penyebab Alzheimer. Beberapa virus dan bakteriyang diduga dapat menimbulkan Alzheimer adalah virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1), bakteri klamidia, dan bakteri spirokaeta yang memiliki bentuk spiral. Penelitian-penelitian sebelumnya juga telah menduga apakah orang dengan penyakit Alzheimer terinfeksi dengan mikroba tertentu, termasuk juga infeksi jamur.
Namun lagi-lagi, tidak satupun dari penelitian ini yang dapat memastikan mana yang lebih memainkan peran kunci dalam memicu Alzheimer: apakah itu jenis parasit tertentu atau justru banyaknya jumlah bakteri yang terkandung dalam otak. Kebanyakan tes yang dilakukan untuk menentukan faktor ini berakhir gagal. Maka dari itu, peneliti menegaskan bahwa masih dibutuhkan penelitian lain untuk memastikan apakah benar ada bakteri tertentu yang bisa menjadi penyebab dari penyakit Alzheimer itu sendiri.
Salah satu faktor risiko terkuat yang menyebabkan seseorang rentan mengalami Alzheimer adalah faktor usia. Namun begitu, bukan berarti penyakit ini tidak dapat dicegah sepenuhnya, National Institutes of Health mengatakan bahwa pola makan seimbang dan gaya hidup sehat dapat mencegah penyakit Alzheimer.
Lembaga tersebut menyarankan siapapun untuk mengonsumsi makanan sehat dan kaya nutrisi penting seperti ikan-ikanan yang kaya akan asam lemak omega-3. Omega-3 dipercaya dapat mempertajam memori dan fungsi kognitif otak secara keseluruhan. Ikan-ikanan laut juga diperkaya oleh sam docosahexaenoic (DHA) yang sangat penting untuk memelihara fungsi saraf otak.
Selain dari makanan, salah satu langkah yang efektif mencegah Alzheimer adalah dengan olahraga rutin, yang ternyata sama pentingnya untuk menjaga kesehatan otak dan mental.
The post Infeksi Bakteri yang Menyerang Otak Dapat Menyebabkan Alzheimer, Ungkap Studi appeared first on Hello Sehat.
Tantrum adalah ledakan emosi, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, pembangkangan, atau marah. Ketika anak tantrum, Anda mungkin jadi frustrasi dan bingung menghadapinya. Apalagi ketika anak menangis hingga menjerit kencang
Tantrum sebenarnya adalah bagian dari perkembangan anak yang normal. Anak tantrum sebenarnya sedang berusaha menunjukkan bahwa dirinya sedang kesal. Biasanya tantrum terjadi saat anak-anak lelah, lapar, tidak nyaman, atau karena mereka tidak bisa mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.
Umumnya, tantrum akan terjadi pada tahun kedua kehidupan anak, saat kemampuan bahasa mulai berkembang. Karena balita belum bisa mengatakan apa yang mereka inginkan, rasakan, atau butuhkan, pengalaman yang bikin frustrasi bisa menyebabkan anak tantrum atau mengamuk. Namun, seiring kemampuan bahasa meningkat, amukan cenderung akan menurun.
Meskipun memang menghadapi anak tantrum itu sangat melelahkan, sebenarnya tantrum ada manfaatnya juga. Mengapa bisa begitu? Berikut adalah beberapa alasan penting mengapa tantrum sebenarnya adalah hal yang baik.
Menangis adalah salah satu bentuk emosi yang anak tunjukkan saat tantrum. Dengan menangis, anak Anda akan melepaskan perasaan kesal, marah, atau frustasi. Setelah anak Anda menangis atau merengek, suasana hati mereka cenderung membaik.
Anak yang tantrum sedang berjuang dan mengungkapkan rasa frustrasi mereka, hal ini akan membantu mereka untuk mengendalikan diri sehingga mereka bisa belajar sesuatu yang baru seperti belajar untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengatasi emosi negatif.
Lama-lama, anak akan mengerti bahwa tantrum bukanlah cara yang tepat untuk menarik perhatian orangtua atau untuk memaksakan kehendaknya sendiri.
Ketika anak tantrum, biarkan mereka melewati gejolak perasaannya. Tantrum adalah bagian dari proses belajar anak untuk mempelajari kosakata seperti apa yang dapat membuat kebutuhannya terpenuhi dan mana yang tidak.
Saat anak tantrum, Anda perlu tetap tenang, jangan terlalu banyak bicara, dan tawarkan beberapa kata yang meyakinkan dan pelukan hangat. Dengan begitu, anak Anda akan belajar untuk menerima keputusan Anda dan merasa lebih dekat dengan Anda sesudahnya.
Anak bisa saja menggunakan tantrum sebagai senjata untuk mendapatkan apa pun yang ia mau. Namun, dengan bersikap tegas meski anak tantrum, si kecil pun akan belajar bahwa memang ada batasan-batasan perilaku (atau permintaan) yang harus diikuti anak. Meskipun ia tantrum, kalau orangtua tegas menolak hal-hal yang sudah melewati batas, maka tetap tidak akan dituruti.
Tantrum merupakan perilaku yang umumnya berhenti sendiri seiring perkembangan anak. Akan tetapi, kalau anak Anda mengalami beberapa hal di bawah ini, Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter.
The post Melihat Sisi Positif dari Anak Tantrum Atau Mengamuk appeared first on Hello Sehat.
BERLANGGANAN VIA EMAIL