Kamis, 30 November 2017

Daftar Makanan Tinggi Vitamin C untuk Mencegah Gangguan Pendengaran

Daftar Makanan Tinggi Vitamin C untuk Mencegah Gangguan Pendengaran

Berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa gangguan pendengaran lebih banyak dialami oleh anak-anak muda dan orang dewasa generasi sekarang karena penggunaan earphone untuk mendengarkan musik kencang-kencang. Kalau Anda sulit mendengar sejak muda, hal ini bisa merembet sampai masalah penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir. Gangguan pendengaran yang tidak ditangani secepat mungkin dapat berujung pada hilang pendengaran total di usia tua. Namun tahukah Anda, makan buah vitamin C dapat membantu mencegah gangguan pendengaran? Bagaimana bisa? Simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Sekilas tentang penyebab gangguan pendengaran

Diperkirakan sebanyak 360 juta manusia di dunia mengalami gangguan pendengaran. Angka ini pun termasuk mereka yang masih berusia muda.

Gangguan pendengaran dapat disebabkan oleh infeksi, penggunaan obat-obatan yang bersifat ototoksik (beracun bagi telinga), paparan suara bising yang terjadi terus-menerus (misalnya, suara musik atau polusi suara yang melebihi 85 dB), dan efek penuaan.

Operasi implan koklea atau pemasangan alat bantu dengar dapat dijadikan solusi untuk memperbaiki pendengaran. Namun, tentu selalu lebih baik mencegah daripada mengobati.

Asupan vitamin C dapat membantu mencegah gangguan pendengaran

Sebelum kita dapat memahami bagaimana vitamin C dapat membantu mencegah gangguan pendengaran, kita perlu tahu dulu bagaimana kita bisa mendengar.

Suara yang kita dengar diawali oleh getaran gelombang suara. Gelombang suara ini masuk melalui saluran telinga menuju telinga bagian tengah tempat bermukimnya gendang telinga, dan selanjutnya diteruskan ke telinga dalam. Di area telinga dalam, gelombang suara ditangkap oleh sel-sel rambut yang terdapat di dalam koklea untuk diubah menjadi sinyal. Barulah kemudian sinyal suara ini dikirim ke otak melalui serabut saraf telinga.

Paparan suara bising yang berkelanjutan dapat memicu produksi radikal bebas, yang menyebabkan terjadinya kerusakan sel rambut telinga. Sel-sel rambut yang rusak. atau bahkan mati, tidak dapat mengirim sinyal ke otak untuk diubah menjadi suara yang bisa kita dengar.

Kandungan antioksidan dari asupan buah vitamin C dapat melindungi sel dan jaringan tubuh dari serangan radikal bebas, termasuk sel-sel rambut dalam telinga. Vitamin C juga memiliki kemampuan untuk mengubah zat radikal bebas menjadi antioksidan. Dengan demikian, asupan vitamin C dapat mencegah timbulnya kerusakan pada sel rambut telinga akibat radikal bebas.

Selain itu, vitamin C juga memiliki kemampuan untuk mempertahankan kadar vitamin E. Vitamin E juga bersifat antioksidan, yang sama-sama dapat menangkal radikal bebas. Kadar vitamin C dan vitamin E yang stabil dalam tubuh berarti Anda memiliki jumlah antioksidan tinggi untuk membantu sistem imun memerangi efek radikal bebas yang merusak tubuh.

Dengan demikian, selain memilki kemampuan sebagai penangkal radikal bebas yang dapat merusak sel rambut, vitamin C juga dapat meningkatkan jumlah antioksidan melalui kadar vitamin E. Karena memiliki kemampuan-kemampuan unik tersebut, maka vitamin C tentu sangat bagus untuk melindungi telinga dari gangguan pendengaran.

Daftar buah vitamin C yang dapat membantu menurunkan risiko gangguan pendengaran

Tubuh tidak bisa menghasilkan vitamin C sendiri. Oleh karena itu, Anda harus mendapatkan asupan vitamin C dari luar tubuh, seperti dari makanan, minuman, maupun suplemen.

Kebutuhan vitamin C pada setiap orang pun berbeda, tergantung pada usia dan tingkat aktivitas harian. Berikut panduan umumnya:

  • 0 – 6 bulan : 25 mg/hari
  • 7 bulan – 6 tahun: 30 mg/hari
  • 7 – 9 tahun : 35 mg/hari
  • 10 – 18 tahun : 40 mg/hari
  • ≥ 19 tahun : 45 mg/hari
  • Wanita hamil : 55 mg/hari
  • Wanita menyusui : 70 mg/hari

Lantas, apa saja sayuran dan buah vitamin C yang bisa Anda makan setiap hari untuk mencegah gangguan pendengaran semenjak dini?

  • Jeruk, 1 buah jeruk ukuran sedang mengandung 59-83 mg vitamin C
  • Jambu, mengandung 206 mg vitamin C
  • Paprika, 175 gram paprika mengandung 190 vitamin C – 3 kali lipat lebih tinggi dari jeruk
  • Pepaya, setengah buah pepaya terdapat 94 mg vitamin C
  • Kiwi, 1 buah kiwi berukuran besar mengandung 84 mg vitamin C
  • Leci, 10 buah leci mengandung 69 mg vitamin C
  • Brokoli, 40 gram brokoli mengandung 54 mg vitamin C
  • Stroberi, dalam 80 gram stroberi terkandung 52 mg vitamin C
  • Tauge, setiap 4 batang tauge mengandung 38-52 mg vitamin C
  • Kol, per 90 gram kol mengandung 30 mg vitamin C
  • Nanas, seporsi buah nanas diperkaya dengan kurang lebih 80 mg vitamin C

Tips menjaga pendengaran tetap sehat

Di samping memperbanyak asupan sayur dan buah vitamin C, berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan mulai hari ini untuk menjaga pendengaran tetap optimal sampai tua nanti:

  • Hindari terlalu lama mendengarkan musik lewat earphone dengan volume yang terlalu keras.
  • Periksa dengan dokter setiap obat yang Anda pakai untuk mencari tahu potensi efek samping ototoksik yang memiliki efek beracun bagi telinga. Gunakan obat dengan hati-hati dan sesuai anjuran dokter.
  • Deteksi dini dan pengobatan bila terjadi infeksi pada telinga, misalnya, otitis media.
  • Gunakanlah alat pelindung telinga saat bekerja di tempat yang bising, khususnya bagi pekerja pabrik.

The post Daftar Makanan Tinggi Vitamin C untuk Mencegah Gangguan Pendengaran appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2i5dycV
via IFTTT
Kenapa Orang Dengan HIV/ AIDS (ODHA) Perlu Cek Diabetes?

Kenapa Orang Dengan HIV/ AIDS (ODHA) Perlu Cek Diabetes?

Penyakit AIDS disebabkan oleh HIV, yaitu human immunodeficiency virus, yang menyerang sistem kekebalan tubuh (imun). Orang dengan HIV/ AIDS (ODHA) perlu menjalani pengobatan seumur hidup untuk memperkuat sistem imun sehingga tidak mudah terinfeksi penyakit lain. Namun, pengobatan yang disebut antiretroviral ini biasanya menyebabkan sejumlah efek samping. Salah satu efek sampingnya adalah meningkatkan risiko diabetes. Oleh karena itu sebaiknya ODHA cek diabetes terlebih dahulu sebelum dan selama menjalani pengobatan HIV. Jika Anda atau orang terdekat Anda memiliki HIV, ketahui bagaimana obat antiretroviral dapat meningkatkan risiko diabetes berikut ini. Dengan begitu, Anda bisa mengantisipasi dan mencari solusi untuk mengatasinya.

Bagaimana diabetes bisa berkembang?

Diabetes adalah penyakit di mana insulin dalam tubuh rusak atau tidak dihasilkan sama sekali. Insulin adalah hormon yang bertugas untuk mengolah glukosa (gula) dalam tubuh. Maka, gangguan insulin menyebabkan glukosa yang terlalu tinggi dalam darah.

Glukosa berasal dari pemecahan makanan dan minuman yang dikonsumsi dan merupakan sumber energi utama. Diabetes dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, termasuk penyakit jantung dan pembuluh darah, kerusakan saraf, kebutaan, stroke, dan penyakit ginjal. Untungnya, diabetes dapat dikontrol dengan diet, olahraga, dan obat-obatan.

Glukosa dibawa dalam darah ke sel-sel di seluruh tubuh. Hormon insulin membantu memindahkan glukosa ke dalam sel. Setelah masuk ke dalam sel, glukosa digunakan untuk menghasilkan energi. Bila tubuh mengalami kesulitan memindahkan glukosa ke dalam sel, glukosa akan mengendap di dalam darah dan bisa menyebabkan komplikasi diabetes.

Mengapa sebaiknya ODHA cek diabetes?

Faktor risiko diabetes antara lain adalah berusia di atas 45 tahun, riwayat keluarga diabetes, kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan atau riwayat penyakit tertentu. 

Nah, penggunaan beberapa obat HIV seperti obat nukleosida reverse transcriptase inhibitor (NRTI) dan protease inhibitor (PI) dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 pada orang dengan HIV. Obat-obatan HIV ini membuat tubuh lebih sulit merespons dan menggunakan insulin (dikenal dengan istilah resistensi insulin). Resistensi insulin menyebabkan kadar glukosa darah tinggi, yang bisa mengakibatkan diabetes tipe 2.

Karena pengobatan inilah ODHA jadi lebih rentan kena diabetes. Jadi, diabetes bisa saja muncul sebagai efek samping pengobatan dari penyakit AIDS yang sudah lebih dulu menyerang pasien.

Bagaimana cara ODHA cek diabetes?

Tes umum yang digunakan untuk mendiagnosis diabetes adalah tes glukosa plasma puasa (FPG). Tes FPG mengukur jumlah glukosa dalam darah setelah seseorang belum makan atau puasa selama 8 jam.

Orang dengan HIV harus mengetahui kadar glukosa darah mereka sebelum memulai pengobatan dengan obat HIV. Orang dengan kadar glukosa di atas normal mungkin perlu menghindari penggunaan beberapa obat HIV. Tes glukosa darah juga penting setelah memulai pengobatan HIV. Jika pengujian menunjukkan kadar glukosa yang tinggi, perubahan obat HIV mungkin diperlukan. Namun, ini semua harus dikonsultasikan dulu dengan dokter yang menangani Anda. 

The post Kenapa Orang Dengan HIV/ AIDS (ODHA) Perlu Cek Diabetes? appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2jAtsfP
via IFTTT
Panduan Pola Makan untuk Wanita Penderita Endometriosis

Panduan Pola Makan untuk Wanita Penderita Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi yang umumnya dialami wanita usia 30-40 tahun, meski sebenarnya bisa dialami wanita di usia berapa pun. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi gejala endometriosis adalah dengan memerhatikan asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Lantas, apa saja asupan makanan untuk endometriosis yang baik dikonsumsi ataupun yang harus dihindari? Ketahui jawabannya dalam artikel ini.

Sekilas tentang endometriosis

Endometriosis adalah kondisi abnormal penebalan jaringan dinding rahim (endometrium). Normalnya, jaringan dinding rahim hanya akan menebal menjelang masa ovulasi untuk mempersiapkan diri agar calon janin dapat menempel pada rahim – jika terjadi pembuahan. Namun bila tak ada pembuahan, endometrium yang telah menebal akan meluruh menjadi darah. Saat itulah menstruasi Anda mulai.

Pada kasus endometriosis, penebalan yang menetap tersebut akan mengiritasi jaringan di sekitarnya sehingga menyebabkan peradangan, kista, jaringan parut, dan pada akhirnya menimbulkan gejala-gejala. Biasanya, endometriosis menyebabkan rasa sakit luar biasa saat menstruasi. Selain itu, beberapa wanita juga mengeluhkan rasa sakit saat buang air besar, kencing, ataupun saat berhubungan seksual. Dalam kasus yang serius, endometriosis juga bisa menghambat kehamilan bahkan kemandulan.

Rekomendasi makanan terbaik untuk endometriosis adalah…

Selain melakukan terapi pengobatan, penting bagi Anda untuk memperhatikan asupan makanan yang akan dikonsumsi sehari-hari. Pasalnya asupan makanan yang tepat mampu membantu mengatasi peradangan dan rasa sakit yang disebabkan karena endometriosis. Berikut ini beberapa makanan untuk endometriosis yang sangat dianjurkan, yaitu:

1. Serat

Makanan kaya serat membantu melancarkan sistem pencernaan. Makanan tinggi serat juga membantu meringankan perut kembung saat menstruasi. Makanan tinggi serat yang harus ada dalam menu makanan Anda di antaranya apel, pisang, buah beri, alpukat, brokoli, wortel, bayam, gandum (whole grain), kacang merah, dan jenis kacang-kacangan lainnya.

2. Zat besi

Endometriosis menyebabkan Anda mengalami perdarahan hebat, membuat Anda kehilangan banyak zat besi. Nah, untuk menggantikan zat besi yang hilang akibat perdarahan, Anda harus mengonsumsi makanan yang kaya zat besi. Makanan tinggi zat besi yang baik untuk endometriosis adalah daging tanpa lemak, ikan, ayam tanpa kulit, sayuran hijau, aprikot, telur, susu dan produk turunannya, gandum, kacang merah, almond, dan kacang mete.

2. Asam lemak omega-3

Sifat antiradang dari asam lemak omega-3 dapat membantu meringankan gejala rasa nyeri dan sakit akibat endometriosis. Makanan yang kaya akan asam lemak omega di antaranya ikan salmon, ikan tuna, sarden, ikan kod, kerang, minyak biji chia, minyak biji rami, minyak almond, dan lain sebagainya.

3. Antioksidan

Para peneliti telah menemukan bahwa wanita dengan endometriosis cenderung tidak mendapatkan asupan antioksidan dari makanan yang mereka konsumsi sehari-hari. Nah, cara terbaik untuk meningkatkan antioksidan dalam makanan Anda adalah dengan makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan yang sehat. Makanan tinggi antioksidan khususnya vitamin A, C, dan E tinggi meliputi ubi, hati sapi, bayam, wortel, blewah, mangga, buah citrus (seperti jeruk dan lemon), dan lain sebagainya.

Untuk memastikan asupan yang tepat, Anda disarankan berkonsultasi dulu ke dokter atau ahli gizi supaya membantu merancanakan asupan pola makan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Makanan untuk endometriosis yang harus dihindari

Berikut ini berbagai makanan untuk endometriosis yang perlu dihindari, yaitu:

  • Mengandung lemak trans tinggi. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi lebih banyak lemak trans berisiko tinggi mengalami endometriosis. Lemak trans banyak terkandung dalam gorengan, makanan olahan, dan makanan cepat saji.
  • Konsumsi daging merah berlemak. Beragam penelitian menyatakan bahwa wanita yang terlalu banyak mengonsumsi daging merah lebih rentan mengalami endometriosis di kemudian hari.
  • Gluten. Sebuah penelitian yang melibatkan sebanyak 207 wanita dengan endometriosis menunjukkan bahwa sebanyak 75 persen dari peserta mengaku mengalami penurunan rasa sakit setelah menjalani diet bebas gluten.
  • Alkohol. Wanita yang minum alkohol berisiko lebih tinggi terkena endometriosis. Bahkan, di antara wanita yang mengalami infertilitas (tidak subur), risiko endometriosis justru 50 persen lebih tinggi di kalangan wanita yang minum alkohol dibandingkan mereka yang tidak.
  • Kafein. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health, wanita yang mengonsumsi dua cangkir atau lebih kopi per hari, atau empat cangkir minuman ringan berkafein per hari, berisiko dua kali lebih mungkin terkena endometriosis.

The post Panduan Pola Makan untuk Wanita Penderita Endometriosis appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2nkQxbq
via IFTTT
Perawatan Darurat untuk Mencegah HIV: Post Exposure Prophylaxis (PEP)

Perawatan Darurat untuk Mencegah HIV: Post Exposure Prophylaxis (PEP)

Jika Anda secara tidak sengaja terpapar HIV, misalnya ketika berhubungan seks tanpa menggunakan kondom dengan seseorang yang Anda duga positif HIV atau tertusuk jarum suntik bekas orang yang positif HIV, Anda harus segera melakukan post exposure prophylaxis (PEP). Apa itu PEP dan seberapa efektif untuk mencegah HIV? Simak ulasannya dalam artikel ini.

Apa itu Post Exposure Prophylaxis (PEP)?

Post Exposure Prophylaxis atau biasa disingkat dengan PEP adalah bentuk perawatan darurat untuk mencegah HIV. Perawatan ini biasanya dilakukan setelah terjadinya tindakan-tindakan yang berisiko menyebabkan HIV. Misalnya, seseorang yang bekerja di pelayanan kesehatan yang secara tidak sengaja tertusuk jarum suntik bekas pasien HIV, korban pemerkosaan, serta seks tanpa kondom dengan seseorang yang mungkin positif HIV atau saat Anda tidak yakin dengan status HIV pasangan Anda.

Cara kerja perawatan ini yaitu dengan memberikan obat-obatan antiretroviral (ARV) dalam kurun waktu kira-kira 28 hari untuk mencegah atau menghentikan paparan terhadap virus HIV agar tidak menjadi infeksi seumur hidup.

Yang harus dipahami, PEP adalah bentuk perawatan yang hanya bisa dilakukan saat situasi darurat medis pada orang yang berstatus HIV negatif. Jadi, apabila Anda berstatus positif HIV, Anda tidak bisa melakukan perawatan ini.

Seberapa efektif PEP untuk mencegah HIV?

PEP harus dilakukan sesegera mungkin setelah seseorang secara tidak sengaja terkena paparan HIV. Agar efektif, obat ini harus dikonsumsi dalam kurun waktu 72 jam (3 hari) sejak paparan terakhir. Namun, semakin cepat Anda memulai tindakan PEP akan semakin baik karena dapat mengurangi risiko terkena HIV secara berarti. Meski begitu, obat ini tidak 100 persen menjamin Anda terbebas dari infeksi HIV walau sudah dikonsumsi dengan benar dan disiplin. Pasalnya, ada berbagai hal yang mungkin menyebabkan Anda lebih rentan terinfeksi HIV.

Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter yang sudah terlatih dan mengerti tentang PEP. Biasanya sebelum memulai perawatan ini dokter akan melakukan tes status HIV. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, PEP hanya bisa dilakukan pada mereka yang berstatus HIV negatif, bukan yang berstatus positif HIV.

Jika Anda diberikan resep obat PEP oleh dokter, Anda harus minum obat tersebut secara teratur sebanyak satu atau dua kali sehari selama 28 hari. Sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan ulang status HIV sekitar 4 sampai 12 minggu setelah terjadinya paparan.

Apakah PEP aman?

PEP merupakan perawatan darurat medis yang tergolong aman untuk dilakukan. Namun, perawatan ini mungkin akan menimbulkan efek samping bagi beberapa orang. Efek samping yang paling umum ketika seseorang melakukan perawatan ini adalah mual, pusing, dan kelelahan.

Meski begitu, efek samping ini tergolong ringan dan cenderung mudah diatasi sehingga tidak mengancam jiwa. Yang terpenting, jangan berhenti melakukan perawatan ini apabila dokter tidak merekomendasikan Anda untuk berhenti. Kedisiplinan Anda dalam menjalankan perawatan ini memiliki pengaruh besar untuk mencegah infeksi HIV.

Tidak semua rumah sakit menyediakan PEP

PEP merupakan perawatan penting. Sayangnya, tidak semua rumah sakit di Indonesia menyediakan PEP. Hal ini karena PEP belum masuk dalam program pencegahan HIV dari pemerintah. Dalam beberapa kasus, obat ARV (antiretroviral) hanya tersedia untuk mereka yang positif HIV. Artinya, jika mereka yang negatif HIV ingin mendapatkan obat-obatan PEP di dalam negeri, prosesnya tentu tidak mudah. Pasalnya, hal ini berkaitan dengan persiapan fasilitas kesehatan seperti logistik dan ketersediaan obat-obat ARV itu sendiri.

Meski begitu, segera konsultasikan ke dokter Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat apabila Anda secara tidak sengaja terpapar HIV. Ini dilakukan agar mencegah HIV menyerang sistem kekebalan tubuh Anda terlalu jauh.

The post Perawatan Darurat untuk Mencegah HIV: Post Exposure Prophylaxis (PEP) appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2ngyBi4
via IFTTT
4 Kebiasaan Buruk yang Membuat Pengobatan HIV Anda Jadi Tidak Efektif

4 Kebiasaan Buruk yang Membuat Pengobatan HIV Anda Jadi Tidak Efektif

Anda membutuhkan pengobatan khusus guna meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperpanjang harapan hidup Anda setelah positif didiagnosis dengan HIV/AIDS. Terapi ini disebut dengan terapi antiretroviral (ART). Terapi ART menggunakan kombinasi beberapa obat HIV sehingga lebih ampuh untuk menekan perkembangbiakan virus HIV dalam jangka panjang.

Terapi ART terbilang efektif untuk mengendalikan gejala dan perkembangan HIV. Namun, beberapa kebiasaan yang Anda lakukan sehari-hari tanpa disadari dapat menghambat atau malah menggagalkan kerja obat HIV dalam tubuh. Apa saja?

Berbagai hal yang dapat mengurangi keampuhan obat HIV

Pastikan Anda tidak melakukan berbagai kebiasaan di bawah ini selama menjalani terapi antiretroviral, sehingga obat HIV yang Anda konsumsi bisa bekerja optimal memerangi virus dan menjaga kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.

Terapi pengobatan HIV juga harus dilakukan setelaten mungkin untuk menurunkan tingkat infeksi oportunistik seperti tuberkulosis, pneumonia, dan jenis kanker, sekaligus mengurangi risiko penularan HIV kepada orang lain.

1. Tidak patuh minum obat

ART mengurangi viral load, jumlah virus dalam aliran darah. Orang yang memiliki viral load minim hingga tak terdeteksi dapat tetap sehat untuk waktu yang lebih lama. Selain itu, peluang mereka untuk menularkan infeksi HIV pada orang lain juga sangat kecil.

Lupa atau jarang minum obat HIV tentu dapat mengurangi efektivitasnya. Jika tidak tuntas diobati, HIV akan menyerang sistem kekebalan tubuh dan pada akhirnya berkembang ke AIDS.

2. Menggunakan napza suntik

Penularan HIV lebih banyak disebabkan oleh penyalahgunaan narkotika bentuk suntik. Di Indonesia sendiri, penggunaan napza suntik menempati urutan kedua sebagai metode penularan HIV/AIDS tertinggi.

Biasanya, jarum suntik narkoba digunakan secara bergantian. Ini membuatnya sebagai media perantara penyebaran darah yang terkontaminasi virus. Dengan menggunakan napza suntik, artinya Anda semakin menyuplai virus HIV ke dalam tubuh Anda sehingga efektivitas terapi ART akan menjadi sangat minim. Tidak hanya itu, cara ini juga bisa menyebabkan kematian akibat infeksi HIV sebagai dampak lanjutan.

Peneliti dari British Columbia Centre for Excellence in HIV/AIDS di Vancouver melaporkan bahwa penggunaan narkoba suntik yang berlanjut bahkan setelah resmi didiagnosis HIV positif dapat memotong angka harapan hidup ODHA hingga 11 tahun setelah terlepas dari pengobatan.

3. Merokok

Merokok dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Dampak ini pun tampak lebih nyata pada orang-orang yang memiliki HIV/AIDS, yang notabene sistem imunnya sudah melemah. Akibatnya, merokok membuat Anda lebih rentan mengalami efek samping dari obat HIV itu sendiri, misalnya mual dan muntah.

Terlebih, kebiasaan merokok membuat risiko Anda terhadap penyakit jantung akut, kematian akibat penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan kanker paru meningkat hingga dua kali lipat. sebuah penelitian yang dilakukan di Copenhagen University Hospital melaporkan bahwa merokok dapat mengurangi angka harapan hidup selama 12 tahun. 

Sebaliknya, pengidap HIV yang berhenti merokok memiliki penurunan risiko penyakit jantung sebesar 65 persen pada 3 tahun setelahnya. Bahkan, pada setahun pertama setelah berenti merokok, penurunan ini bisa mencapai 50 persen.

4. Menunda terapi HIV

Rasa takut mungkin menjadi akar penyebab Anda menunda untuk menjalani terapi ART. Padahal semakin Anda menunda pengobatan ini, Anda sama saja membiarkan virus HIV semakin berkembang biak dan menggerogoti sistem kekebalan tubuh. 

Bahkan sebenarnya, terapi ART dianjurkan untuk dimulai sesegera mungkin bagi semua ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), terlepas dari jumlah viral load CD4-nya. Suatu penelitian dari Multicenter AIDS Cohort Study (MAC) menyimpulkan bahwa orang yang memulai ART lebih awal memiliki masa hidup yang sama atau bahkan lebih lama daripada orang yang tidak terkena HIV.

Peneliti dari UK CHIC Study menyimpulkan bahwa menunda mulai minum obat HIV saat kadar limfosit CD4 masih di bawah 350 dapat memotong 15 tahun harapan hidup. Maka semakin cepat Anda menjalankan terapi HIV, semakin besar pula harapan hidup Anda. Jangan segan untuk berkonsultasi pada dokter demi mendapatkan terapi HIV yang terbaik untuk Anda.

The post 4 Kebiasaan Buruk yang Membuat Pengobatan HIV Anda Jadi Tidak Efektif appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2jzLsH7
via IFTTT
Sindrom Potter: Saat Wajah Bayi Cacat Akibat Kurangnya Cairan Ketuban

Sindrom Potter: Saat Wajah Bayi Cacat Akibat Kurangnya Cairan Ketuban

Cairan ketuban memegang peranan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi selama di dalam kandungan. Apabila cairan ketuban mengalami gangguan, ini akan berdampak langsung pada kesehatan bayi Anda secara keseluruhan. Cairan ketuban yang kurang bisa menyebabkan sindrom Potter pada bayi.

Apa itu sindrom Potter?

Sindrom Potter adalah kondisi langka yang mengacu pada kelainan fisik akibat terlalu sedikitnya cairan ketuban (oligohidramnion) dan gagal ginjal bawaan yang berkembang saat bayi tumbuh dalam rahim.

Cairan ketuban sendiri merupakan salah satu pendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi selama di dalam kandungan. Cairan ketuban muncul 12 hari setelah pembuahan terjadi. Kemudian, pada usia kehamilan sekitar 20 minggu, jumlah cairan ketuban akan bergantung pada seberapa banyak urine (air kencing) yang dihasilkan oleh bayi saat dalam kandungan. Pada perkembangan normal, bayi akan menelan cairan ketuban yang kemudian diproses oleh ginjal dan dikeluarkan dalam bentuk urine.

Namun, ketika ginjal dan saluran kemih janin tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya, ini akan menimbulkan masalah yang membuat bayi lebih sedikit menghasilkan urine. Akibatnya, jumlah cairan ketuban yang dihasilkan cenderung berkurang.

Berkurangnya cairan ketuban membuat bayi jadi tidak mempunyai bantalan di dalam rahim. Hal ini membuat bayi mengalami tekanan pada dinding rahim, menyebabkan gambaran wajah yang khas dan bentuk tubuh yang tidak biasa. Nah, kondisi inilah yang disebut dengan sindrom Potter.

Yang terjadi apabila bayi mengalami sindrom Potter

Bayi yang mengalami sindrom ini mempunyai ciri-ciri telinga yang lebih ke bawah dari bayi normal, dagu kecil dan tertarik ke belakang, lipatan kulit yang menutupi sudut mata (lipatan epicanthal), serta pangkal hidung melebar.

Kondisi ini juga bisa menyebabkan anggota badan yang lainnya tidak normal. Selain itu, kekurangan cairan ketuban selama kehamilan juga bisa menghambat perkembangan paru-paru bayi, sehingga paru-paru bayi tidak bisa berfungsi dengan baik (hipoplasia paru). Kelainan ini juga bisa menyebabkan bayi mengalami cacat jantung bawaan.

Diagnosis sindrom Potter

Sindrom Potter biasanya sudah mulai terdiagnosis pada masa kehamilan lewat tes ultrasound (USG). Meskipun dalam beberapa kasus, kondisi ini juga baru diketahui setelah bayi lahir.

Tanda-tanda yang bisa dikenali ketika tes USG meliputi kelainan ginjal, kadar cairan ketuban dalam rahim, kelainan paru, dan ciri khas sindrom Potter pada wajah bayi. Sedangkan dalam kasus sindrom potter yang baru diketahui setelah bayi lahir, gejalanya meliputi jumlah produksi urine yang sedikit atau adanya gangguan pernapasan yang menyebabkan bayi kesulitan bernapas (distres pernapasan).

Jika dari hasil diagnosis dokter mencurigai adanya tanda dan gejala sindrom Potter, dokter biasanya akan melakukan tes lanjutan. Hal ini dilakukan untuk menentukan penyebab atau mencari tahu tentang tingkat keparahannya. Beberapa tes lanjutan yang akan dilakukan dokter biasanya meliputi tes genetik, tes urine, X-ray, CT scan, dan tes darah.

Pilihan pengobatan yang bisa dilakukan terkait kondisi ini

Pilihan pengobatan sindrom Potter sebenarnya bergantung pada penyebab kondisinya. Beberapa pilihan pengobatan yang biasanya dokter rekomendasikan bagi bayi yang lahir dengan sindrom Potter di antaranya:

  • Bayi dengan sindrom Potter mungkin memerlukan alat bantu napas. Ini mungkin termasuk resusitasi saat bayi lahir dan ventilasi untuk membantu agar bayi bisa bernapas dengan normal.
  • Beberapa bayi juga mungkin memerlukan tabung makanan untuk memastikan mereka mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.
  • Operasi saluran kemih untuk mengatasi penyumbatan saluran kemih.
  • Jika ada masalah dengan ginjal bayi, cuci darah atau dialisis mungkin dianjurkan sampai pengobatan lain tersedia, misalnya transplantasi ginjal.

The post Sindrom Potter: Saat Wajah Bayi Cacat Akibat Kurangnya Cairan Ketuban appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2AsrrNn
via IFTTT
Jenis Buah-buahan yang Aman Bagi Penderita Gangguan Asam Lambung

Jenis Buah-buahan yang Aman Bagi Penderita Gangguan Asam Lambung

Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi di mana asam lambung mengalir naik ke sepanjang esofagus atau kerongkongan, yang dapat menyebabkan rasa terbakar di dada atau gejala lainnya. Dalam keadaan tertentu, setiap orang dapat mengalami kondisi ini. Refluks sering terjadi setelah makan, yang berlangsung dalam periode singkat dan bisa terjadi selama tidur.

Oleh karena itu, memilih makanan untuk orang dengan penyakit asam lambung menjadi sangat penting dan terkadang cukup membingungkan. Salah memilih makanan dapat membuat asam lambung meningkat dan penyakit asam lambung kambuh. Makanan seperti cokelat, makanan pedas, makanan berlemak, bawang bombai, dan bawang putih umumnya dapat menjadi pemicu gejala penyakit asam lambung

Lalu bagaimana dengan buah-buahan? Apakah buah yang asam perlu dihindari supaya penyakit ini tidak kambuh? Untuk meluruskan hal ini, simak penjelasannya di bawah ini.

Buah untuk penyakit asam lambung yang harus dibatasi

Sebenarnya, buah-buahan sendiri tidak menyebabkan penyakit GERD atau naiknya asam lambung. Akan tetapi, bila Anda memang punya penyakit ini, sebaiknya batasi (bukan dihindari sama sekali) konsumsi buah-buahan seperti tomat dan jeruk. Pasalnya, buah-buahan ini bisa membuat gejala yang Anda rasakan tambah parah.

Tomat

Buah tomat mengandung sitrat dan asam malat yang dapat meningkatkan asam lambung. Ketika Anda mengonsumsi terlalu banyak tomat, asam tersebut dapat mengalir ke kerongkongan. Tidak ada alternatif lain, sebab ketika Anda menyajikan tomat dengan cara memanggangnya pun tidak akan mengurangi asam tersebut.

Buah-buahan citrus

Jeruk, lemon, jeruk nipis, serta jeruk bali adalah buah-buah yang termasuk dalam citrus. Menurut penelitian yang dimuat dalam Annals of Otology, Rhinology & Laryngology, bahwa membatasi asupan asam alias dietary acid dapat meredakan gejala asam lambung yang naik hingga masuk ke daerah laring, seperti batuk dan suara serak.

Buah untuk penyakit asam lambung yang baik dikonsumsi

Pisang

Pisang memiliki tingkat keasaman yang rendah dengan kadar pH sekitar 4,5 hingga 5,2. Hal ini yang dapat menetralisir asam lambung dan membantu meringankan gejala. Pisang juga merupakan sumber kalium, serat, vitamin C, antioksidan dan fitonutrien. Serat pada pisang ini dapat memperbaiki sistem pencernaan dan mengurangi refluks.

Apel

Apel mengandung banyak vitamin seperti vitamin A, C, D, dan B12. kalsium, besi dan megnesium juga dapat ditemukan dalam buah ini. Kandungan tersebut yang dapat membantu memperlancar sistem pencernaan dan mengurangi refluks.

Semangka

Semangka mengandung antioksidan, vitamin C, vitamin A dan asam amino, serta kandungan air yang tinggi. Hal inilah yang membantu sistem pencernaan dan menjaga tubuh tetap terhidrasi. Semangka juga dapat mentralkan asam di perut serta mengurangi refluks.

Buah lainnya

Buah lainnya yang baik dikonsumsi untuk orang dengan refluks asam lambung antara lain pepaya, persik, melon, dan pir.

Perubahan gaya hidup

Selain daftar buah untuk penyakit asam lambung di atas, Anda juga harus menjaga pola makan yang baik untuk asam lambung. Anda juga dapat mengatur gejala dengan melakukan perubahan gaya hidup untuk menghindari naiknya asam lambung.

  • Hindari rokok dan minuman beralkohol.
  • Hindari berbaring setelah makan, setidaknya dua jam kemudian.
  • Hindari berolahraga atau beraktivitas berat tepat setelah makan, setidaknya tiga sampai lima jam kemudian.
  • Hindari makan dalam jumlah banyak dalam sekali makan. Butuh waktu setidaknya 20 menit bagi perut untuk memberikan sinyal kenyang ke otak. Oleh karenanya, kunyah makanan Anda secara perlahan-lahan dan menyeluruh untuk memudahkan lambung mencernanya. Makan terburu-buru cenderung membuat Anda makan terlalu banyak dan menelan terlalu banyak gas yang membuat perut kembung.
  • Jaga berat badan tetap ideal.

The post Jenis Buah-buahan yang Aman Bagi Penderita Gangguan Asam Lambung appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2Al1BIr
via IFTTT
Secara Psikologis, Ini Pentingnya Rasa Cemburu Dalam Hubungan Asmara

Secara Psikologis, Ini Pentingnya Rasa Cemburu Dalam Hubungan Asmara

Banyak yang bilang cemburu itu tanda cinta. Dalam sebuah hubungan asmara, rasa cemburu memang timbul sebagai respon alamiah dari emosi yang dirasakan. Selama ini, Anda mungkin menilai cemburu hanya membuat hubungan Anda tidak sehat. Padahal, cemburu dalam hubungan bisa membuat perjalanan asmara Anda bertahan lebih lama, lho. Bagaimana bisa? 

Dari mana datangnya rasa cemburu?

Rasa cemburu merupakan wujud emosi yang lumrah. Emosi ini tidak hanya ditujukan kepada pasangan, tetapi juga pada kakak atau adik, anggota keluarga lainnya, juga dalam hubungan pertemanan.

Saat Anda cemburu, Anda cenderung merasa tidak dihargai. Anda bisa menjadi sangat marah, cemas, sensitif, bahkan lebih posesif pada pasangan.

Rasa cemburu dalam takaran yang wajar bisa memberikan dampak yang baik. Misalnya membuat Anda lebih menghargai pasangan sehingga hubungan lebih langgeng. Namun, cemburu yang berlebihan bisa memperburuk hubungan Anda, bahkan berisiko untuk kesehatan jantung dan mental.

Munculnya rasa cemburu berawal dari adanya interaksi yang terjadi di dalam otak. Dalam studi yang dipublikasikan di Frontiers in Ecology and Evolution, suatu penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi bagaimana kecemburuan bisa berasal dari otak.

Penelitian ini mengamati monyet titi yang dinilai memiliki 96 persen kesamaan dengan manusia. Awalnya, seekor monyet titi jantan ditempatkan dengan monyet titi betina yang dipisahkan dari pasangannya. Sementara, pasangan betinanya tersebut dapat melihatnya dengan jelas.

Setelah perilaku monyet titi direkam dan dilakukan pemindaian otak, hasil menunjukkan adanya tanda-tanda kecemburuan. Rasa kecemburuan ini ditimbulkan oleh adanya peningkatan aktivitas pada korteks cingulate anterior, yaitu bagian pada otak yang menciptakan rasa kesenangan.

Namun, area otak ini juga terkait dengan pengucilan dan rasa dikhianati pada manusia, contohnya perasaan yang timbul saat Anda ditinggal oleh teman atau kekasih Anda. Perasaan ini sama halnya dengan rasa cemburu pada pasangan.

Rasa cemburu bisa menguatkan hubungan asmara

Selain sakit hati, cemburu justru bisa membuat pasangan menjadi lebih lengket. Ini dipengaruhi oleh perubahan hormon yang terjadi saat Anda cemburu.

Rasa cemburu menyebabkan adanya lonjakan kadar hormon testosteron dan kortisol di tubuh Anda. Hormon testosteron ini berkaitan dengan sifat agresif pada pria, sementara kortisol berperan sebagai hormon stres. Kedua hormon ini membuat Anda memiliki hasrat untuk mempertahankan pasangan setiap kali Anda dilanda cemburu.

Hal ini diperkuat juga dengan adanya peningkatan aktivitas septum lateral, yaitu bagian otak yang berperan dalam mengendalikan emosi dan menjalin ikatan pada pasangan.

Karena itu, Anda pun akan melakukan segala cara untuk mempertahankan hubungan Anda. Misalnya dengan lebih memerhatikan kebutuhan pasangan (baik kebutuhan fisik seperti makanan atau kebutuhan emosional seperti didengarkan curhatan-nya).

Jadi, rasa cemburu bertindak sebagai alarm yang mengingatkan Anda bahwa hubungan asmara memang harus selalu dibina, bukan dibiarkan begitu saja. Khususnya bagi hubungan asmara yang sudah berlangsung cukup lama. Pasalnya, hubungan atau pernikahan yang sudah cukup lama biasanya membuat Anda menyepelekan kehadiran atau pentingnya pasangan dalam hidup Anda. 

Jangan kebablasan, ini batasan cemburu yang sehat

Rasa cemburu memang sering dipandang sebagai emosi negatif, walaupun sebenarnya normal-normal saja untuk situasi tertentu. Namun, cemburu bisa menjadi tidak sehat bila dijadikan sebagai kekangan untuk pasangan Anda. Jadi, Anda harus bisa membedakan mana cemburu yang sehat dan tidak sehat, dilihat dari tanda-tandanya.

Cemburu yang sehat

Cemburu yang sehat berarti cemburu yang sewajarnya. Sewajarnya dalam arti Anda dan pasangan saling jujur tentang perasaan dan tidak saling menuduh. Anda dan pasangan harus tahu apa yang diinginkan dalam hubungan dan membangun batasan-batasan yang disepakati bersama. Misalnya Anda berdua menyepakati aturan untuk tidak jalan berdua saja dengan mantan masing-masing. 

Cemburu yang tidak sehat

Anda sudah mulai terlalu posesif dengan pasangan Anda? Munculnya perasaan khawatir dan ingin mengatur hidup pasangan yang berlebihan bisa mengartikan Anda terkena gejala obsesi karena rasa cemburu.

Misalnya, Anda sering mengecek ponsel pasangan, melarang pasangan pergi dengan teman lawan jenis, atau melarangnya pergi keluar rumah tanpa Anda. Jika terus dibiarkan, cara ini berpotensi mengarahkan Anda pada kekerasan terhadap pasangan.

The post Secara Psikologis, Ini Pentingnya Rasa Cemburu Dalam Hubungan Asmara appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2inNjCt
via IFTTT
Apa Bedanya Pil KB Andalan, Yasmin, dan Diane?

Apa Bedanya Pil KB Andalan, Yasmin, dan Diane?

Alat kontrasepsi memiliki banyak jenis. Salah satu di antaranya adalah kontrasepsi hormon berbentuk pil yang disebut sebagai pil KB. Di Indonesia, pil KB dipasarkan dengan beragam merk: Andalan, Yasmin, dan Diane. Sama-sama efektif untuk mencegah kehamilan, lantas apa yang membedakan ketiganya?

Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk mulai pakai KB, sebaiknya baca dulu informasi lengkapnya di bawah ini.

Seberapa efektif pil KB untuk mencegah kehamilan?

Pil KB adalah salah satu metode pencegahan kehamilan yang paling efektif. Jika digunakan secara sempurna sesuai aturan pakai dan diminum teratur tanpa pernah terlewat sekalipun, efektivitas pil hormon ini dilaporkan mencapai 99 persen. Artinya dari 1.000 wanita yang mengonsumsi pil ini secara teratur, hanya kurang dari sepuluh orang yang “kebobolan” hamil

Namun angka kesuksesan ini jugalah harus mempertimbangkan faktor lain, seperti lupa meminum dosis atau kehabisan dosis sebelum sempat isi ulang. Kekeliruan cara pakai atau keterlambatan dosis bisa menurunkan efektivitas pil hingga antara 92-94 persen.

Agar efektif, Anda harus memperhatikan benar cara minum pil kontrasepsi Anda —dan sebisa mungkin minum tepat di waktu yang sama setiap hari.

Sekilas tentang pil KB Andalan, Yasmin, dan Diane

Baik pil KB Andalan, Yasmin, dan Diane memiliki cara kerja yang sama untuk mencegah kehamilan. 

Pil KB mengandung ethinylestradiol, versi sintetis dari dua hormon yang diproduksi secara alami dalam tubuh wanita: estrogen dan progestin. Kedua hormon ini mengatur siklus menstruasi wanita, dan tingkat naik-turun hormon ini memainkan peran penting dalam kehamilan.

Kombinasi dua hormon ini bekerja dalam tiga langkah: mencegah indung telur untuk melepas sel telur agar tidak terjadi proses pembuahan (ovulasi), kemudian mengubah ketebalan lendir leher rahim guna menyulitkan sperma bergerak masuk ke dalam rahim untuk mencari telur. Terakhir, pil ini mengubah lapisan dinding rahim sehingga sel telur yang sudah dibuahi pun tidak mungkin untuk menempel dan tertanam di dalam rahim.

Baik pil Andalan, Yasmin, maupun Diane sama-sama efektif mencegah kehamilan jika diminum secara sempurna mengikuti panduan cara pakainya.

 

Lantas, apa bedanya antara pil KB Andalan, Yasmin, dan Diane?

Perbedaan antara ketiga pil pencegah kehamilan ini terletak pada jenis progestin yang terkandung di dalamnya. Pil KB Andalan mengandung mengandung progestin levonorgestrel, pil Yasmin mengandung mengandung progestin drospirenone, sedangkan pil Diane mengandung mengandung progestin cyproterone acetate.

Beda jenis hormon progestin, dapat menimbulkan efek samping yang berbeda. Berikut perbedaannya.

Levonorgestrel

Levonorgestrel dalam pil Andalan rentan menyebabkan jerawat karena efek sampingnya yang meningkatkan hormon androgen dalam tubuh. 

Levonorgestrel hanya boleh digunakan sebagai kontrasepsi darurat saja, bukan untuk dikonsumsi secara rutin. Dalam beberapa kasus, pil KB darurat ini bisa menyebabkan siklus haid tidak teratur; mual dan muntah; lemas, pusing, kliyengan, dan sakit kepala; hingga sakit perut dan diare. Namun kebanyakan efek samping ini bersifat sementara.

Waktu terbaik mengonsumsi obat ini adalah kurang dari 12 jam dan tidak melebihi waktu tiga hari setelah hubungan seksual. Bila sudah lewat tiga sampai lima hari dari saat Anda berhubungan seks, pil kondar sudah tidak mempan untuk mencegah kehamilan.

Drospirenone

Drospirenone membantu menekan produksi hormon yang mengatur keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh serta menurunkan hormon androgen.

Karena menurunkan hormon androgen, drospirenone bisa mengurangi gejala PMS ringan seperti peningkatan nafsu makan, mood buruk, dan perut kembung karena retensi air. pil KB yang memiliki hormon progestin drospirenone juga bisa dipakai untuk mengobati jerawat.

Drospirenone bisa menyebabkan peningkatan kadar kalium berlebihan. Maka pil Yasmin tidak boleh digunakan oleh wanita yang memiliki gangguan ginjal, penyakit hati, atau penyakit adrenal.

Cyproterone acetate

Pil Diane yang mengandung progestin cyproteron acetate (CPA) bisa mengatasi gejala hiperandrogen yang banyak dialami para wanita usia produktif. CPA merupakan hormon sintetis yang bekerja menghambat reseptor androgen, sehingga menurunkan produksi hormon androgen.

Penurunan hormon androgen dalam tubuh dapat menekan produksi minyak berlebih pada kulit dan mencegah jerawat radang. Hiperandrogenisme juga dapat menyebabkan pertumbuhan eambut berlebih, yang disebut hirsutisme.

Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk minum pil KB, diskusikan lebih lanjut dengan dokter untuk mengetahui mana yang paling tepat untuk Anda.

The post Apa Bedanya Pil KB Andalan, Yasmin, dan Diane? appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2kbvo2u
via IFTTT
Bernyanyi untuk Bayi Ternyata Memperkuat Ikatan Batin Orangtua dan Anak

Bernyanyi untuk Bayi Ternyata Memperkuat Ikatan Batin Orangtua dan Anak

Menyanyi untuk bayi baru lahir ternyata memiliki manfaat yang sangat menguntungkan untuk pertumbuhan. Dikutip dari The Guardian, Sally Goddard Blythe, konsultan pendidikan pengembangan saraf dan direktur Institute Neuro Pshycological Pshycology di Amerika mengatakan, orangtua seharusnya menyanyikan lagu untuk bayinya setiap hari karena proses tersebut dapat merangsang perkembangan. Semakin sering dilakukan, maka akan semakin meningkat pula perkembangannya.

Bayi memiliki kemampuan bawaan, yakni mendeteksi irama tertentu. Hal ini dibuktikan oleh peneliti asal Hongaria dan Belanda melalui penelitian dengan cara mengukur gelombang otak bayi. Ketika diperdengarkan suatu musik tertentu, gelombang otak bayi terlihat mengalami pergerakan sesuai dengan irama musik yang diputar.

Menyanyikan lagu pengantar tidur atau nina bobo untuk bayi sebelum mereka belajar berbicara merupakan pendidikan awal yang sangat penting. Lagu dan irama akan membantu mempersiapkan pendengaran dan otak anak dalam berbahasa. Mendengarkan musik dan bernyanyi bersama dengan sajak dan lagu membantu mengembangkan fungsi kedua sisi otak bayi.

Sejak kapan sebaiknya membiasakan menyanyi untuk bayi?

Orangtua dan calon orangtua bisa mulai menyanyi untuk bayi sejak si kecil masih dalam kandungan. Suara nyanyian ibu dan ayah dirasakan oleh janin sebagai getaran. Cairan ketuban yang mengelilinginya adalah penghantar getaran suara yang hebat.

Beberapa penelitian menunjukkan umumnya janin dapat merespon suara pada usia 18-20 minggu. Di usia tersebut, struktur telinga sudah terbentuk meskipun perkembangan saraf pendengarannya belum sempurna. Kemudian, pada usia 25-27 minggu, janin memulai proses mendengar suara bernada rendah, tetapi tidak untuk nada tinggi. Proses ini akan terus berlanjut sering dengan pertumbuhan bayi di dalam perut.

Akan tetapi, sampai saat ini belum ada penelitian dalam skala besar yang mampu membuktikan efek langsung menyanyi bagi janin dengan perkembangan otaknya. Karena itu, ibu dan ayah sebenarnya tidak wajib memutarkan lagu atau menyanyi untuk bayi yang masih dalam kandungan.

Beda halnya dengan bayi yang sudah lahir. Bagi bayi yang sudah lahir, melodi dan irama yang Anda nyanyikan padanya sebetulnya mirip dengan suaranya sendiri ketika menggumam atau mengoceh. Dengan begitu, bayi akan merasakan ikatan dengan orangtua yang menyanyikan lagu baginya. Hal ini dijelaskan oleh seorang pakar psikologi perkembangan dari NYU Child Study Center di Amerika Serikat, Daniela Montalto, Ph.D.

Jadi, orangtua disarankan untuk mulai menyanyi untuk bayi segera setelah ia dilahirkan.

peran suami setelah bayi lahir

Bagaimana cara menstimulasi bayi melalui musik dan nyanyian?

Cara terbaik memberikan musik pada bayi adalah dengan menyanyikannya secara langsung. Tidak perlu khawatir jika Anda tidak bisa bernyanyi. Bagi sang bayi, nada nada yang datar atau suara yang kurang merdu bukanlah masalah. Suara nyanyian terlebih dari seorang ibu dan ayah akan membuatnya merasa terhubung langsung dan memberikan kenyamanan.

Hal yang perlu diingat adalah Anda dilarang memutarkan musik melalui headphone. Telinga bayi masih sangat sensitif dan memutarkan musik langsung melalui headphone berpotensi merusak telinga bayi. Bernyanyi secara langsung merupakan cara yang paling tepat agar bayi memiliki hubungan yang kuat dengan sang ibu dan ayah.

Apa saja manfaat bernyanyi secara langsung untuk bayi?

  1. Membangun dan memperkuat ikatan batin antara ibu, ayah, dan bayi.
  2. Mengoptimalkan gairah dan mood bayi sehingga dapat mempermudah bayi dalam proses pemberian makan dan mempercepat proses tidur.
  3. Menurut studi dari para pakar di University of Montreal, menyanyikan lagu lebih efektif dalam meredam emosi dan menenangkan bayi dibandingkan dengan berbicara dengan nada biasa.

The post Bernyanyi untuk Bayi Ternyata Memperkuat Ikatan Batin Orangtua dan Anak appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2Am5WeH
via IFTTT
Ibu yang Mengalami Darah Tinggi Saat Hamil Berisiko Lahirkan Bayi Obesitas

Ibu yang Mengalami Darah Tinggi Saat Hamil Berisiko Lahirkan Bayi Obesitas

Hipertensi alias tekanan darah tinggi saat hamil dapat menimbulkan risiko yang berbahaya bagi ibu dan juga bayinya. Menurut sebuah penelitian terbaru, tekanan darah tinggi pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak-anaknya.

Obesitas pada masa kanak-kanak telah menjadi krisis kesehatan global. Badan Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan terdapat 42 juta anak di bawah usia lima tahun (balita) yang tergolong kelebihan berat badan atau obesitas. Jumlah tersebut telah banyak meningkat sejak tahun 1990 yang hanya berjumlah sekitar 32 juta anak.

Sejumlah faktor dapat menjadi penyebab meningkatnya risiko seorang anak menjadi kelebihan berat badan, termasuk faktor prenatal, gaya hidup, faktor genetik, berat badan lahir, dan asupan nutrisi. Obesitas pada masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes melitus tipe 2, dan kelainan tulang serta otot.

Risiko ini meningkat jika ibu memiliki darah tinggi di trimester kedua kehamilan

Para peneliti dari Universitas Qingdao menggunakan data 338.413 pasangan ibu-anak yang terdaftar dari tahun 1999 hingga 2013. Para ibu mengunjungi klinik secara teratur selama kehamilan, di mana para ibu menjalani pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan lainnya. Pada anak-anaknya juga dilakukan pemeriksaan tinggi dan berat badan secara berkala.

Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan bahwa ibu yang mengalami darah tinggi saat hamil trimester kedua memiliki risiko 49 persen lebih besar untuk memiliki anak yang berat badannya berlebih, dibandingkan dengan anak yang dilahirkan oleh ibu dengan tekanan darah normal.

Selain itu, anak yang dilahirkan oleh ibu yang mengalami hipertensi pada kehamilan trimester ketiga memiliki risiko 14% lebih besar untuk mengalami kelebihan berat badan.

Risiko ini juga berlaku bahkan pada ibu yang tidak menderita hipertensi

Pada ibu yang tidak menderita hipertensi, tekanan darah pada kehamilan trimester pertama tidak berpengaruh terhadap risiko obesitas anaknya.

Namun, pada kehamilan trimester kedua dan ketiga, setiap peningkatan tekanan darah sistolik (angka pertama) sebanyak 10 mmHg akan meningkatkan risiko obesitas pada anak sebanyak 5 persen, dan setiap peningkatan tekanan darah diastolik (angka kedua) sebanyak 10 mmHg akan meningkatkan risiko obesitas pada anak sebanyak 6 persen.

Peningkatan risiko obesitas ini tetap terjadi meskipun pada ibu yang tidak menderita hipertensi.

Risiko obesitas tersebut meningkat terutama apabila:

  • usia ibu masih terlalu muda saat hamil
  • ibu memiliki BMI tinggi (cek apakah BMI Anda normal atau tidak di Kalkulator BMI ini atau di http://bit.ly/indeksmassatubuh)
  • ibu mengalami menstruasi pertama (menarche) terlalu awal
  • tingkat pendidikan ibu rendah
  • ini adalah kehamilan pertama
  • anak dilahirkan lewat operasi caesar

Pentingnya menjaga tekanan darah saat hamil

Hasil penelitian ini memberikan pengetahuan baru tentang hubungan darah tinggi saat hamil dengan risiko obesitas anak. Peneliti mengatakan hasil ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya, dan menambahkan bukti baru bahwa peningkatan tekanan darah pada trimester kedua dan ketiga berkaitan dengan meningkatnya risiko obesitas, meskipun terjadi pada ibu yang bukan penderita hipertensi.

Peneliti juga mengemukakan bahwa memantau dan mengendalikan tekanan darah selama kehamilan trimester kedua dan ketiga sangatlah penting, tidak hanya untuk hasil kehamilan, tetapi juga untuk mencegah obesitas pada anak yang dilahirkan.

Para ibu disarankan untuk memonitor dan menghindari hal-hal yang dapat meningkatkan tekanan darah mereka selama kehamilan, serta disarankan untuk berkonsultasi ke dokter apabila ibu mengalami peningkatan darah yang signifikan selama kehamilan.

The post Ibu yang Mengalami Darah Tinggi Saat Hamil Berisiko Lahirkan Bayi Obesitas appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2Am2AbB
via IFTTT
9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Bagi sebagian orang, tato adalah sebuah seni dan keindahan. Namun, banyak juga orang yang memutuskan melakukan tato hanya agar tampil keren dan “gaul”. Bagian tubuh mana yang kelihatan paling aneh untuk ditato? Pernahkah Anda berpikir untuk melakukan tato di mata? Sebaiknya, jangan pernah Anda melakukan tato mata jika suatu saat nanti Anda tertarik mencobanya. Kenapa? Berikut alasannya dilihat dari sisi medis.

Apa itu tato mata?

Seperti yang dilansir dari situs Kementerian Kesehatan New South Wales, Australia, tato mata adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses pewarnaan secara permanen di bagian sklera mata. Sklera adalah bagian mata yang berwarna putih. Bagian ini tidak terbuka begitu saja melainkan dilapisi selaput lendir yang disebut konjungtiva. Konjungtiva inilah yang membantu menjadikan mata tetap basah.

Sklera sendiri memiliki tiga bagian, yaitu episklera (jaringan ikat longgar yang letaknya tepat di bawah konjungtiva), sklera (bagian putih pada mata), dan lamina fusca (terdiri atas serat elastis dan berada di bagian terdalam). Tato mata dilakukan dengan menyuntikkan tinta dengan warna yang diinginkan dari mulai lapisan bawah mata sampai ke atas mata di bagian sklera.

Secara perlahan, tinta akan menyebar untuk menutupi semua sklera. Faktanya, meskipun terdengar aneh dan terlihat tidak mungkin, prosedur ini dilakukan oleh beberapa seniman tato di seluruh dunia. Tato mata ini bersifat permanen dan Anda tidak bisa mengembalikan warna sklera mata Anda menjadi normal lagi atau berwarna putih.

Tato pada kulit saja berisiko, apalagi jika tato mata

Saat membuat tato, tinta yang bersifat permanen dimasukkan ke lapisan kulit dengan menggunakan jarum. Padahal segala sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh, bukan tidak mungkin dapat memberikan risiko untuk kesehatan.

Risiko tato yang paling awal harus diketahui adalah rasa sakit atau nyeri akibat tusukan jarum. Apalagi umumnya pembuatan tato dilakukan tanpa bantuan anestesi atau obat bius. Selain itu, yang kemudian harus diperhatikan adalah infeksi pada tato, terutama karena proses membuat tato dapat dilakukan secara bebas dan tidak semuanya memiliki prosedur tindakan yang memenuhi standar kesehatan.

Jarum suntik yang digunakan mungkin saja tidak steril. Selain itu, jika tidak disimpan dengan baik, tinta yang dimasukkan ke kulit pun mungkin terkontaminasi bakteri dan terjebak di dalam kulit.

Infeksi ditandai dengan timbul ruam berwarna merah di sekitar tato, disertai demam. Pada infeksi yang lebih parah, dapat terjadi demam tinggi, menggigil, berkeringat hingga merasa kedinginan. Dibutuhkan obat antibiotik atau perawatan lain yang lebih intensif di rumah sakit.

Lantas apa saja risiko melakukan tato mata?

Berikut risiko kesehatan yang terjadi jika Anda nekat melakukan tato mata:

  • Perforasi (lubang) mata. Hal ini biasa terjadi karena sklera memiliki ketebalan kurang dari satu milimeter. Akibatnya, prosedur tato bisa merusak sklera hingga menyebabkan kebutaan.
  • Retina terpisah (retinal detachment). Retina terpisah terjadi ketika retina ditarik jauh dari posisi normal di belakang mata. Hal ini bisa menyebabkan pandangan kabur bahkan kebutaan.
  • Endoftalmitis. Kondisi ini disebabkan oleh peradangan parah pada jaringan bagian dalam mata. Peradangan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri sehingga lebih dikenal dengan infeksi di dalam mata, yang bisa menyebabkan kebutaan.
  • Simpatik oftalmia. Respons peradangan autoimun yang mempengaruhi kedua mata dan dapat menyebabkan kebutaan. Kondisi ini cenderung terjadi ketika mata mengalami trauma karena ada sesuatu yang menembus mata bagian dalam.
  • Infeksi virus. Penularan virus misalnya hepatitis B dan C, dan HIV ini terjadi melalui darah yang ditularkan dari peralatan yang tidak dibersihkan dengan benar.
  • Perdarahan dan infeksi di tempat suntikan.
  • Reaksi buruk seperti alergi parah terhadap tinta tato.
  • Lebih peka terhadap cahaya. Anda mungkin akan lebih gampang pusing atau sakit mata ketika melihat sinar yang silau.
  • Diagnosis kondisi medis tertunda yang belum terlihat dalam jangka panjang.

Sederhananya, tingkat kebutaan Anda akan semakin meningkat bahkan kemungkinan besar akan terjadi jika Anda melakukan tato mata. Tentu tidak sebanding jika Anda nantinya kehilangan penglihatan. 

The post 9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2ipTvtv
via IFTTT
5 Penyebab Tanggal Persalinan Anda Bergeser dari Perkiraan

5 Penyebab Tanggal Persalinan Anda Bergeser dari Perkiraan

Persalinan menjadi suatu hal yang ditunggu-tunggu oleh semua calon ibu dan ayah. Semakin tua usia kehamilan, Anda akan semakin was-was menanti tanggal persalinan. Meski sudah mendapatkan tanggal perkiraan dari dokter, ternyata tanggal persalinan bisa berubah kapan saja, lho. Lantas, kenapa tanggal persalinan sering kali meleset dari perkiraan? Simak ulasannya berikut ini.

Tanggal persalinan sama dengan hari perkiraan lahir (HPL) bayi

Tanggal persalinan juga dikenal sebagai hari perkiraan lahir (HPL) bayi. HPL memberi tahu kapan waktunya Anda telah siap untuk menjalani proses melahirkan. Selain itu, mengetahui HPL bayi juga bermanfaat untuk mengontrol perkembangan bayi Anda selama di dalam kandungan. Anda akan tahu apakah saat HPL nanti bayi Anda telah siap lahir dan perkembangannya sudah sesuai dengan usia kehamilan Anda.

Meski kebanyakan calon ibu pasti diberikan tanggal persalinan oleh dokter, namun ini hanyalah sebatas perkiraan. Menurut American Academy of Pediatrics, hanya sekitar 5 persen wanita yang melahirkan sesuai dengan tanggalnya.

Penyebab tanggal persalinan berubah dari perkiraan

1. Salah menentukan tanggal konsepsi (pembuahan)

Cara yang paling sering dilakukan untuk menentukan HPL adalah dengan menentukan hari pertama haid terakhir (HPHT). Namun, cara ini hanya cocok dilakukan untuk Anda yang memiliki siklus menstruasi yang teratur.

Waktu konsepsi atau pembuahan sel ovum oleh sel sperma mungkin terjadi 2 minggu setelah hari pertama menstruasi. Misalnya, bila pada umumnya bayi lahir saat 40 minggu setelah HPHT, artinya dari waktu pembuahan sampai HPL Anda adalah sekitar 38 minggu.

Kebanyakan dari Anda mungkin lupa dan sekadar mengingat-ingat saja kapan hari pertama Anda menstruasi terakhir. Salah menentukan HPHT maka akan salah pula dalam menentukan tanggal pembuahan. Akibatnya, tanggal perkiraan persalinan juga ikut meleset.

Nah, wanita yang siklus haidnya tidak teratur akan lebih sulit lagi dalam menentukan HPL. Namun, Anda tidak perlu khawatir sebab HPL Anda bisa diperkirakan dengan penggunaan USG.

2. Perbedaan masa kehamilan

Kondisi kehamilan setiap wanita berbeda-beda. Maka, ini sangat memungkinkan bahwa kondisi menjelang melahirkan pun juga berbeda.

Umumnya, kehamilan berlangsung sekitar 38-40 minggu. Namun, ada pula ibu hamil yang harus melahirkan saat kehamilannya terlalu dini (kurang dari 37 minggu) atau terlalu tua (lebih dari 42 minggu). Hal ini bisa terjadi karena berbagai macam sebab. Misalnya riwayat merokok saat hamil, stres, masalah rahim atau serviks, dan lainnya.

Kondisi inilah yang menjadi penyebab melesetnya tanggal persalinan dari perkiraan sebelumnya. Untuk itu, penting bagi Anda untuk terus memantau dan memastikan kehamilan Anda dalam kondisi sehat untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

3. Perbedaan ukuran rahim

Ukuran rahim juga menjadi salah satu penyebab berubahnya tanggal persalinan. Saat usia kehamilan 12 minggu, dokter dapat merasakan bagian atas rahim (fundus) di atas panggul (pelvis). Setelah usia 18 minggu, jarak antara tulang panggul dan rahim mungkin sama dengan jumlah minggu setelah periode menstruasi terakhir Anda.

Bila rahim Anda cukup besar dan telah siap untuk menjalani proses melahirkan, maka tanggal persalinan juga bisa menjadi lebih cepat dari yang diperkirakan.

4. Perbedaan ukuran leher rahim (serviks)

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang memiliki ukuran leher rahim yang lebih pendek, sekitar kurang dari 2,5 sentimeter (cm) saat diukur melalui USG, memiliki kemungkinan untuk melahirkan lebih awal.

Dilansir dari International Journal of Obstetrics and Gynecology, 85 persen wanita yang memiliki ukuran leher rahim yang pendek, sekitar 1 cm, melahirkan lebih cepat daripada mereka dengan ukuran leher rahim sekitar 2,5 cm.

Saat tubuh mempersiapkan kehamilan, ukuran serviks akan menipis secara perlahan, sehingga ini memunginkan kepala bayi lebih mudah untuk turun dan siap lahir.

5. Posisi bayi dalam kandungan berubah

Posisi bayi turut menentukan cepat tidaknya persalinan Anda. Bila bayi mampu menempatkan dirinya di jalur persalinan dengan baik dan letak kepalanya sudah berada di bawah, maka Anda perlu segera mempersiapkan persalinan yang lebih awal. Sementara bila tidak, mungkin Anda akan memiliki waktu yang lebih lama untuk bersalin atau bahkan memilih jalur operasi caesar.

The post 5 Penyebab Tanggal Persalinan Anda Bergeser dari Perkiraan appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2Ap1Nc3
via IFTTT
Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang membuat kulit gatal, merah, terasa kering, kasar, dan bahkan pecah-pecah. Masyarakat Indonesia sendiri tampaknya lebih akrab dengan istilah eksim kering dan eksim basah. Lantas, apa yang membedakan keduanya? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Apa bedanya eksim kering dan eksim basah?

Dalam dunia medis, nyatanya tidak ada yang disebut dengan eksim kering dan eksim basah. Hanya ada satu istilah eksim yang dipakai untuk menggambarkan kondisi peradangan kulit. Kulit gatal memerah dan kering akibat eksim biasanya muncul pada satu bagian kulit, misalnya pada muka, bagian dalam siku, bagian belakang lutut, serta pada tangan dan kaki.

Namun demikian, eksim dibagi lagi menjadi beberapa jenis berdasarkan pemicu gejalanya. Peradangan kulit akibat eksim bisa disebabkan oleh faktor genetik maupun pengaruh lingkungan, seperti bahan kimia dan perubahan suhu ekstrim. Berikut penjelasannya lebih lanjut:

Macam-macam jenis eksim yang paling umum

1. Dermatitis atopik

Dermatitis atopik adalah jenis eksim yang paling umum. Kondisi eksim ini biasanya terjadi pada masa kanak-kanak, dan sering kali akan membaik seiring tumbuh kembang atau setelah dewasa.

Dermatitis atopik menyebabkan kulit gatal-gatal, kering, dan pecah-pecah. Peradangan kulit ini biasanya muncul pada tangan, kaki, pergelangan kaki dan tangan, leher, dada bagian atas, lipatan mata, bagian dalam sikut dan lutut. Ketika digaruk, kulit menjadi lecet dan membengkak. Ini yang mungkin sering dianggap sebagai eksim kering oleh kebanyakan orang Indonesia.

Orang-orang yang punya riwayat alergi lebih rentan memiliki eksim atopik, seperti orang dengan alergi makanan atau asma. Alergi adalah penyebab utama eksim pada anak-anak kecil. Ada juga beberapa pemicu yang diketahui dapat menyebabkan eksim atopik, seperti sabun, deterjen, stres, kelembapan rendah, alergi musiman, serta cuaca yang dingin.

2. Dermatitis kontak iritan

Dermatitis kontak iritan (DKI) terjadi saat kulit mengalami kontak dengan bahan iritan, seperti kandungan asam, cairan pemutih, cairan pembersih, kerosene, dan deterjen. Eksim jenis ini sering menyerang para pekerja industri, terutama mereka yang bekerja di industri pertambangan, sumber daya alam, manufaktur, dan pelayanan medis.

Gejala yang lebih sering ditimbulkan oleh dermatitis kontak iritan adalah kulit yang terasa perih, panas, dan gatal. DKI sering tampak sebagai kulit kering atau kulit yang retak, ini mengapa banyak orang yang sering menyebut DKI sebagai eksim kering. Pada beberapa kasus, dermatitis kontak iritan dapat menyebabkan bintil lepuhan yang bisa pecah terbuka menyebabkan kerak sehingga sering disebut sebagai eksim basah.

3. Dermatitis kontak alergi

Dermatitis kontak alergi terjadi saat kulit mengalami reaksi alergi setelah kontak dengan zat asing sehingga menyebabkan gatal dan iritasi. Penyebab umum dermatitis kontak alergi meliputi emas/nikel atau bahan metal lainnya, zat pewangi, sarung tangan lateks, bahan kosmetik, hingga tumbuhan poison oak atau poison ivy.

Pada dermatitis kontak alergi, ruam kulit dapat muncul pada area yang tersentuh zat dalam 24 sampai 48 jam. Gejala utama adalah kulit kering, memerah, melepuh, hingga pembengkakan pada mata, muka, atau selangkangan. Kemungkinan besar, eksim inilah yang juga dapat disebut dengan eksim kering.

4. Eksim Dyshidriotic

Eksim dishidrotik atau dishidrosis adalah kondisi peradangan kulit yang ditandai dengan kemunculan bintil-bintil kecil yang berisi cairan dan terasa gatal pada permukaan kulit telapak tangan dan/atau telapak kaki serta di sela-sela jari.

Lepuhan ini dapat terus muncul dan berlangsung sekitar 3 minggu. Bintil-bintil berisi cairan ini sering dikira sebagai eksim basah. Saat lepuhan mengering, kulit akan menjadi pecah-pecah yang terasa sakit. Jika Anda menggaruk area tersebut, Anda juga akan merasa kulit terasa lebih tebal dan kenyal. Ini yang disebut sebagai eksim kering.

Kondisi ini lebih umum terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. Eksim dishidrosis bisa disebabkan oleh paparan kromium (umumnya terdapat pada garam), alergi, tangan/kaki yang lembap, dan stres.

5. Neurodermatitis

Neurodermatitis mirip dengan eksim dermatitis atopik. Kondisi ini menyebabkan adanya bercak tebal dan bersisik yang muncul di kulit Anda. Eksim ini biasanya sering dialami pada orang yang memiliki jenis eksim atau psoriasis lainnya. Masih belum diketahui apa yang menyebabkan neurodermatitis, meskipun beberapa dokter menduga stress bisa menjad salah satu pemicunya.  

6. Eksim nummular

Jenis eksim nummular umumnya menimbulkan lepuhan bentuk bulat di tubuh. Dalam bahasa latin, nummular juga punya arti sebagai koin. Eksim nummular dapat dipicu oleh reaksi terhadap gigitan serangga atau oleh reaksi alergi terhadap logam dan bahan kimia. Kulit kering juga bisa menyebabkan eksim ini terjadi.

7. Eksim statis

Eksim jenis statis merupakan eksim yang terjadi saat cairan bocor keluar dari pembuluh darah vena dan masuk ke dalam kulit Anda. Hal ini biasanya disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah (varises). Cairan yang bocor ini bisa menyebabkan pembengkakan, kemerahan, gatal, dan nyeri pada kulit. Inilah yang mungkin disebut dengan eksim basah oleh kebanyakan orang Indonesia.

Sekali lagi ditegaskan bahwa tidak ada yang namanya eksim kering maupun eksim basah. Kemungkinan besar, Anda memiliki salah satu jenis eksim di atas. Oleh karena itu, diskusikan lebih lanjut dengan dokter mengenai gejala yang Anda alami.

The post Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering? appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2AkY9O7
via IFTTT

Rabu, 29 November 2017

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Saat ini sudah ada berbagai macam jenis diet untuk menurunkan berat badan. Salah satu diet yang dipercaya mampu menurunkan berat badan dengan cepat yaitu diet tinggi serat. Lalu seberapa efektifkah diet jenis tersebut dan bagaimana cara kerjanya? Untuk menjawabnya, mari mengenal dahulu apa itu serat dan perannya bagi tubuh.

Sebenarnya serat itu apa, sih?

Serat adalah karbohidrat yang ditemukan pada makanan nabati seperti buah, sayur, dan biji-bijian.  Tidak seperti karbohidrat lainnya, serat tidak mudah dipecah dan dicerna oleh tubuh. Karena itu, serat justru akan menggelontor dan melancarkan sistem percernaan dengan mudah tanpa menyebabkan kenaikan kadar gula darah.

Inilah mengapa serat umumnya dapat membantu menurunkan kolesterol, mencegah sembelit, dan mengatasi berbagai masalah gangguan pencernaan.

Jenis-jenis serat

Serat terbagi menjadi dua macam, yakni serat larut dan serat tidak larut. Apa bedanya serat tidak larut dan serat larut? Berikut perbedaannya.

1. Serat tidak larut

Sesuai namanya, serat tak larut tidak bisa larut dalam cairan. Serat ini berfungsi membantu mencegah sembelit. Biasanya, serat jenis ini ditemukan di biji-bijian, sereal gandum, dan sayuran seperti wortel, seledri, serta tomat.

2. Serat larut

Serat yang larut dalam air akan menyerap cairan sehingga wujudnya akan mengental dalam pencernaan Anda. Serat ini membantu mengendalikan kadar gula dalam darah dan mengurangi kolesterol. Serat jenis ini bisa Anda temukan pada bubur gandum, kacang-kacangan, apel, buah beri, serta pir.

Bagaimana serat bisa menurunkan berat badan?

Pada dasarnya, serat membantu mengurangi berat badan dengan cara membuat kita merasa kenyang tanpa memakan banyak kalori. Serat merangsang reseptor yang memberi tahu otak bahwa sudah waktunya berhenti makan.

Dalam hal ini serat tidak bekerja sendirian, serat butuh asupan air yang cukup supaya bisa bergerak melalui sistem pencernaan. Selain itu, mengonsumsi air sebanyak delapan gelas per hari juga membantu melawan rasa lapar. Selain mengendalikan rasa haus, air juga dapat memberikan perasaan kenyang.

Hal yang perlu diingat, jika Anda berencana untuk melakukan diet tinggi serat, lakukan secara bertahap. Hal ini dimaksudkan agar tubuh mampu menyesuaikan diri. Perut terasa kurang nyaman, kram, bahkan diare bisa menjadi efek samping jika Anda melakukan diet ini secara berlebihan.

Studi dari American Heart Association menunjukan bahwa orang-orang yang memperbanyak porsi makanan berserat dalam makanannya tanpa mengurangi porsi makanan lainnya kehilangan berat badannya sebanyak orang yang diet rendah lemak. Dari studi tersebut dapat disimpulkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak serat cenderung memiliki bobot tubuh yang lebih sehat.

manfaat serat kenapa penting

Makanan tinggi serat

Dalam diet tinggi serat, Anda harus mengonsumsi makanan tinggi serat sesuai dengan ketentuan. Wanita di bawah 50 tahun harus mengonsumsi paling tidak 25 gram serat per harinya. Sedangkan pria butuh lebih banyak serat, yaitu sekitar 38 gram setiap hari.

Pilih makanan yang paling alami dan tidak melewati terlalu banyak proses olahan, maka akan semakin tinggi seratnya. Selain itu, semua buah dan sayuran mengandung serat, kebanyakan serat terkandung dalam kulitnya. Itu berarti memakan apel, pir, anggur, dan jambu dengan kulitnya lebih baik. Dengan syarat Anda sudah membersihkan dan mencuci buah sampai bersih.

Berikut beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi untuk melakukan diet tinggi serat:

  • Biji-bijian dan gandum seperti bubur gandum (oatmeal), kuaci, dan chia seed
  • Roti, terutama jenis roti gandum
  • Buah-buahan seperti pir, raspberry, blackberry, dan pisang
  • Sayuran seperti brokoli, wortel, dan sawi

Manfaat lain dari diet tinggi serat

Selain terbukti menurunkan berat badan, ada beberapa keuntungan lain dari diet tinggi serat, di antaranya:

1. Membantu menjaga kesehatan usus.

Serat yang terkandung dalam makanan meningkatkan berat dan ukuran feses serta melembutkannya. Jika makanan yang Anda konsumsi membuat feses lebih cair, serat akan membantu memadatkannya karena serat menyerap banyak air. Selain itu, diet tinggi serat menurunkan risiko terjadinya wasir dan penyakit di usus besar.

2. Menurunkan kadar kolesterol

Serat yang ditemukan dalam kacang-kacangan serta gandum membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Studi juga telah menunjukkan bahwa makanan berserat tinggi bermanfaat untuk kesehatan jantung lainnya, seperti mengurangi tekanan darah dan pembengkakan jantung.

3. Mengendalikan kadar gula dalam darah

Serat larut dapat membantu memperlambat penyerapan gula dan memperbaiki kadar gula dalam darah. Diet sehat yang mencakup serat yang tidak larut juga dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 (kencing manis).

The post Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2j3j2G9
via IFTTT
5 Jenis Bakteri yang Paling Sering Menyebabkan Keracunan Makanan

5 Jenis Bakteri yang Paling Sering Menyebabkan Keracunan Makanan

Banyak yang tidak menyadari bahwa makanan merupakan perantara penyebaran penyakit yang paling umum. Sayangnya, makanan yang terkontaminasi bakteri bisa tidak menunjukkan perubahan rasa, warna, dan aroma apapun. Begitu pula dengan gejala kontaminasi makanan yang sekilas mirip dengan sakit perut  biasa. Makanya, gejala keracunan makanan sering tidak disadari benar. Padahal pada beberapa kasus, keracunan makanan dapat berujung kematian.

Jadi, bakteri apa saja yang bisa menyebabkan keracunan makanan? Jenis makanan apa saja yang mudah terkontaminasi?

Apa saja bakteri penyebab keracunan makanan yang paling umum?

1. Salmonella

Salmonella adalah kelompok bakteri yang paling sering menyebabkan diare karena keracunan makanan. Kontaminasi Salmonella diakibatkan karena kebersihan yang buruk serta pengolahan makanan yang tidak benar.

Beberapa makanan diketahui memiliki kandungan salmonella yang sangat tinggi, seperti telur, daging, serta daging ayam yang belum matang. Susu yang belum dipasteurisasi juga berisiko memiliki salmonella di dalamnya. Sayur dan buah-buahan, meski secara alami tidak mengandung Salmonella, namun dapat terkontaminasi jika tidak dicuci bersih.

Efek keracunan makanan dari salmonella dapat sangat parah bila terjadi pada ibu hamil, orang lanjut usia, anak-anak, dan orang-orang yang memiliki kekebalan tubuhnya rendah.

Cara mencegah: pastikan semua makanan Anda dimasak hingga matang sempurna. Cuci buah dan sayuran sebelum diolah. Hindari susu dan produk susu yang tidak dipasteurisasi.

2. Clostridium perfringens

Clostridium perfringens merupakan jenis bakteri yang sangat mudah dan cepat berkembang. Bayi, anak-anak, serta orang lanjut usia sangat rentan untuk terserang bakteri ini.

Biasanya, bakteri jenis ini baru akan menimbulkan gangguan kesehatan bila jumlahnya di dalam tubuh sangat banyak. Artinya, jika tes lab menyatakan bahwa penyebab diare atau sakit perut melilit Anda akibat bakteri ini, makanan yang Anda makan sebelumnya mengandung banyak Clostridium perfringens.

Gejala akan timbul 12 jam setelah keracunan makanan yang terkontaminasi Clostridium. Salah satu jenis Clostridium dapat menyebabkan botulisme, keracunan makanan yang mematikan.

Cara mencegah: Masak makanan dengan suhu yang sesuai, hindari memasak atau mengolah makanan dalam suhu 4-60 derajat celcius. Pastikan kalau Anda memasak, minimal suhu yang harus tercapai adalah 60 derajat celcius. Sementara, kalau ingin mendinginkan makanan, suhu ruangan atau lemari pendingin Anda harus kurang dari 4 derajat celcius.

3. Campylobacter

Campylobacter adalah bakteri penyebab kontaminasi makanan yang dapat menimbulkan diare. Sebagian besar, kontaminasi makanan ini terjadi akibat makanan tidak dimasak dengan benar. Mendinginkan atau membekukan makanan tidak membuat bakteri jenis ini hilang.

Cara mencegah: Pastikan kalau Anda sudah mencuci tangan sebelum mengolah makanan. Sebaiknya makanan dimasak hinga matang dan jangan mencuci daging mentah di bawah air yang mengalir. Bahan makanan yang perlu dicuci sebelum dimakan atau dimasak adalah sayur dan buah-buahan.

4. Staphylococcus aureus

Staphylococcus aureus sebenarnya tidak berbahaya. Bakteri jenis ini banyak ditemukan pada permukaan kulit, lubang hidung, serta bagian tenggorokan dalam tubuh manusia dan hewan. Namun lain ceritanya ketika bakteri sudah berpindah ke makanan. Kembang biaknya akan semakin pesat dan akhirnya menyebabkan infeksi. Gejala yang ditimbulkan jika mengalami infeksi ini adalah diare, nyeri dan kram perut, hingga mual dan muntah.

Makanan yang biasanya mengandung tinggi Staphylococcus aureus adalah makanan yang diolah langsung dengan tangan, misalnya saja salad, roti isi, dan berbagai produk kue dan roti.

Cara mencegah: cuci tangan dengan menggunakan air mengalir dan sabut sebelum Anda menyiapkan makanan. Jangan mengolah makanan atau pergi ke dapur jika Anda sedang mengalami infeksi mata atau hidung.

5. Escherichia coli (E. coli)

E.coli adalah kelompok bakteri yang memiliki beberapa jenis tipe kuman. Ada beberapa jenis E.coli yang dapat mengontaminasi makanan dan kemudian menimbulkan wabah keracunan makanan. Contoh makanan yang biasanya mengandung E.coli adalah makanan yang tidak matang.

Cara mencegahnya, jaga kebersihan dapur dan diri Anda ketika sedang mengolah makanan. Hindari kontaminasi silang saat mengolah dan memasak makanan, misalnya tidak menggunakan pisau dan talenan untuk daging dan sayuran secara bergantian. Pastikan juga semua makanan yang Anda konsumsi matang dengan sempurna.

The post 5 Jenis Bakteri yang Paling Sering Menyebabkan Keracunan Makanan appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2j3ZdP7
via IFTTT
Manfaat Satu Ini Bakal Bikin Perempuan Lebih Rajin Makan Pisang

Manfaat Satu Ini Bakal Bikin Perempuan Lebih Rajin Makan Pisang

Rasa pisang yang lezat dan harganya yang terjangkau menjadikan buah ini favorit sejuta umat. Tak hanya bisa membuat Anda kenyang lebih lama, ternyata ada manfaat pisang yang tersembunyi untuk kesehatan jantung. Dirangkum dari berbagai penelitian mancanegara, rajin makan pisang dapat mencegah penyakit jantung dan stroke di kemudian hari. Kenapa begitu?

Manfaat pisang untuk menurunkan risiko penyakit jantung

Penelitian asal University of Alabama di Birmingham (UAB) melaporkan bahwa terdapat penurunan terjadinya pembentukan kalsifikasi pembuluh darah dan pengerasan aorta pada tikus dengan diet rendah kalium. Pengerasan aorta merupakan salah satu gejala terjadinya penyakit jantung pada manusia.

Dr. Paul Sanders, spesialis kesehatan ginjal di UAB mengatakan bahwa penemuan ini penting di mana diet tinggi kalium dapat meningkatkan pencegahan kalsifikasi vaskular pada pembentukan aterosklerosis. Aterosklerosis pembuluh darah koroner dapat memicu serangan jantung.

Manfaat kalium lainnya adalah membantu dalam menurunkan tekanan darah dengan cara menurunkan kadar natrium (garam) dalam darah. Tekanan darah juga memengaruhi kesehatan jantung apabila meningkat atau tidak terkontrol.

Pisang dapat mencegah stroke pada wanita yang rentan

Pada dasarnya, risiko seseorang untuk mengalami stroke dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, wanita ternyata dilaporkan lebih rentan terkena stroke dibanding pria.

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi hal ini. Pertama, rata-rata-rata usia wanita yang lebih panjang daripada pria. Karena hal ini, risiko untuk terkena stroke pun bisa lebih tinggi pada wanita. Kedua, risiko stroke pada wanita dapat meningkat karena dipengaruhi oleh kondisi kesehatan yang dimilikinya. Wanita biasanya lebih rentan mengalami obesitas. Wanita yang obesitas juga memiliki risiko stroke yang lebih tinggi daripada pria obesitas.

Kandungan kalium pada pisang dapat membantu mencegah risiko stroke pada perempuan baik yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) atau tidak memiliki tekanan darah tinggi. Menurut sebuah penelitian yang dilansir dari jurnal Stroke, wanita yang rutin mengonsumsi makanan tinggi kalium memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami stroke dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi makanan berkalium sama sekali.

makan pisang bisa atasi sembelit

Berapa banyak pisang yang harus dimakan untuk mencegah risiko stroke?

Tidak hanya untuk wanita, national Heart Service secara resmi menyarankan agar setiap orang mengonsumsi setidaknya 3.500 mg kalium setiap hari untuk mencegah stroke dan risiko penyakit jantung lainnya. Seperempat dari total kebutuhan kalium harian ini bisa dipenuhi dengan memakan dua buah pisang. Asupan kalium sisanya bisa Anda dapatkan dari makanan lain seperti kentang, brokoli, biji-bijian, ikan dan daging unggas.

Namun perhatikan juga untuk tidak kebanyakan makan makanan tinggi kalium. Konsumsi kalium yang berlebihan dapat menyebabkan sakit perut, mual dan diare.

Tentu saja, makan pisang untuk mencegah stroke dan risiko penyakit jantung lainnya akan lebih baik jika diimbangi dengan mengurangi makanan yang mengandung banyak garam dan lemak jenuh.

The post Manfaat Satu Ini Bakal Bikin Perempuan Lebih Rajin Makan Pisang appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2zCfXmH
via IFTTT