Minggu, 03 September 2017

Apakah Gangguan Hiperaktif (ADHD) Bisa Mempengaruhi Kehidupan Seks Anda?

Seseorang yang mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) memiliki dorongan seks yang lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak mengalaminya. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah sebuah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif, serta susah memusatkan perhatian atau susah fokus.

ADHD dapat mengganggu kehidupan seks Anda dengan pasangan. Penting untuk diketahui bahwa ADHD bisa menjadi faktor dalam masalah keintiman dan komunikasi Anda dengan pasangan. Namun, tidak perlu khawatir, Anda masih bisa memiliki hubungan bahagia dan kehidupan seks yang sehat. 

Bagaimana ADHD dapat mempengaruhi kehidupan seks Anda?

Tidak fokus saat seks

Anda bisa mengalami masalah saat berhubungan seks. Pikiran Anda mungkin akan ke mana-mana saat foreplay, saat dipeluk, atau bercinta. Itu mungkin tampak normal bagi Anda. Tapi, pasangan Anda mungkin bisa salah menafsirkannya sebagai kurangnya minat.

Mood Anda mudah berubah

Suasana hati atau keinginan Anda mungkin berubah tiba-tiba. Suatu hari Anda mungkin suka berpelukan atau melakukan tindakan seks tertentu. Keesokan harinya, Anda malah tidak tertarik sama sekali untuk bermesraan.

Gairah seks rendah

Perasaan seperti kesepian dan emosi bisa membuat Anda kurang tertarik pada seks. Perasaan ini juga dapat menyebabkan masalah terhadap komunikasi antara Anda dengan pasangan.

Perilaku seks berisiko

Anda mungkin tertarik pada perilaku yang berisiko, seperti seks tanpa kondom. ADHD bisa membuat Anda lebih rentan terhadap tindakan berisiko atau impulsif.

Anda mungkin ingin memiliki pasangan seks yang berbeda. Hal ini dapat membuat lebih sulit untuk menjaga hubungan jangka panjang dan meningkatkan kemungkinan seks yang berisiko.

Bagaimana mengatasi masalah pada kehidupan seks akibat ADHD?

  • Terbukalah dengan pasangan Anda tentang gejala ADHD Anda, seperti masalah yang fokus dan membuat mudah tersinggung. Yakinkan pasangan Anda bahwa ini bukan salahnya.
  • Bantu pasangan memahami Anda. Jika Anda tidak suka disentuh sepanjang waktu, beri tahu pasangan kapan dan bagaimana menyentuh Anda. Hal ini dapat mencegah miskomunikasi dan pertengkaran.
  • Singkirkan gangguan. Jika Anda dengan mudah kehilangan fokus saat berhubungan seks, hindari hal-hal yang mudah menarik perhatian Anda seperti TV dan radio. Berhubungan seks dalam kegelapan bisa membantu Anda fokus pada saat bersama pasangan Anda.
  • Minum obat Anda sesuai resep. Sebagian besar obat ADHD tidak akan mengganggu dorongan seks, justru malah bisa meningkatkan kemampuan Anda untuk fokus dan menikmati seks. Jika Anda menggunakan obat perangsang untuk ADHD Anda, efeknya bisa hilang pada akhir hari.
  • Fokus pada keintiman, bukan seks. Mengalami kesulitan memusatkan perhatian bisa membuat lebih sulit bagi Anda untuk terangsang atau mencapai orgasme. Luangkan waktu untuk berciuman, foreplay, dan tindakan lainnya selain hubungan seksual. Hal ini dapat mengurangi tekanan dan membantu Anda dan pasangan menikmati diri Anda.
  • Tetap aktif. Olahraga teratur dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk fokus dan meningkatkan kadar bahan kimia otak yang terasa baik seperti dopamin. Itu bisa membantu Anda menikmati keintiman lebih banyak, dan mungkin membuat Anda cenderung tidak terlibat dalam perilaku seksual berisiko.
  • Pertimbangkan terapi bicara. Konsultasi dengan dokter Anda merupakan hal yang penting. Tapi terapis kesehatan mental, seperti psikolog atau pekerja sosial berlisensi, juga dapat membantu. Terapi bicara dapat membantu meringankan gejala ADHD yang mempengaruhi kehidupan seks Anda. Seorang terapis juga dapat membantu Anda untuk berkomunikasi lebih baik dengan pasangan Anda.

The post Apakah Gangguan Hiperaktif (ADHD) Bisa Mempengaruhi Kehidupan Seks Anda? appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2gAKnBe
via IFTTT

Related Posts

Apakah Gangguan Hiperaktif (ADHD) Bisa Mempengaruhi Kehidupan Seks Anda?
4/ 5
Oleh