Senin, 18 September 2017

Inhaler Asma Ternyata Bisa Menimbulkan Berbagai Efek Samping Ini

Bagi Anda yang punya asma, keberadaan inhaler di dekat Anda akan sangat membantu jika suatu saat asma kumat. Namun sama seperti obat-obatan lainnya, inhaler dapat menimbulkan efek samping. Terutama pada orang-orang yang memang lebih sensitif terhadap kandungan inhaler daripada yang lain. Efek samping inhaler asma juga bisa bervariasi antar jenis dan dosisnya.

Mengenal lebih dekat berbagai jenis inhaler 

Inhaler asma yang biasa digunakan biasanya terbagi dua, yaitu reliever inhaler yang mengandung albuterol atau salbutamol dan preventer inhaler yang mengandung kortikosteroid. Apa yang membedakan keduanya?

Reliever inhaler yang mengandung albuterol biasa disebut dengan ventolin inhaler. Biasanya, warna dari inhaler ini adalah warna biru. Inhaler ventolin dapat bekerja cepat kurang dari 15 menit untuk menghentikan serangan asma. Inhaler ini sangat efektif sebagai obat pereda serangan asma ringan hingga berat.

Sedangkan, berbeda dengan ventolin, preventer inhaler mengandung kortikosteroid. Inhaler ini biasanya berwarna coklat, merah atau jingga dan digunakan untuk keperluan pencegahan. Inhaler jenis ini memiliki efek kerja yang lama sehingga biasa digunakan harian.Inhaler ini perlu digunakan secara rutin dan harian. Maka dari itu, penggunaan inhaler jenis ini untuk beberapa tujuan, seperti meningkatkan kontrol penyakit asma, mengurangi gejalanya, dan mengurangi kebutuhan untuk bolak-balik konsul ke rumah sakit.

Kortikosteroid bekerja untuk mengurangi peradangan pada saluran napas dan hanya sedikit yang akan diserap oleh tubuh. Namun, steroid yang digunakan dalam preventer inhaler untuk meringankan gejala asma membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bekerja efektif.

Apa saja efek samping inhaler yang mungkin muncul?

Karena kedua jenis inhaler memiliki kandungan zat yang berbeda, maka efek sampingnya pun akan berbeda pula. Berikut ini adalah berbagai efek samping inhaler yang digunakan oleh orang dengan asma.

Efek samping reliever inhaler atau ventolin inhaler

Efek samping inhaler ventolin yang ringan, meliputi:

  • Sakit kepala dan pusing
  • Gangguan tidur atau insomnia
  • Merasa nyeri pada otot
  • Hidung yang meler atau tersumbat
  • Mulut dan tenggorokan terasa kering
  • Batuk
  • Suara serak dan sakit tenggorokan

Namun, Anda perlu mewaspadai jika efek samping di bawah ini yang muncul dan segera berkonsultasi ke dokter. Efek samping inhaler yang berat, yaitu:

  • Nyeri dada, denyut jantung berdebar dan tidak beraturan
  • Tremor
  • Gejala kecemasan
  • Kadar kalium darah menurun. Ini bisa menimbulkan kelemahan otot, perasaan lemas dan rasa haus yang ekstrim
  • Tingginya tekanan darah
  • Bronkospasme paradoks, seperti sesak dada dan kesulitan bernapas

Efek samping preventer inhaler atau inhaler dengan kortikosteroid 

Selain ventolin inhaler, ternyata inhaler dengan kortikosteroid juga memiliki gejala efek samping. Berikut ini adalah beberapa gejala yang akan muncul.

  • Mulut dan tenggorokan terasa sakit
  • Infeksi fungi pada mulut
  • Batuk
  • Kehilangan kekuatan tulang pada orang dewasa
  • Katarak
  • Tekanan darah tinggi di daerah mata dan munculnya glaukoma atau cairan dalam mata. Ini terjadi jika penggunaan inhaler kortikostredoid dalam jangka panjang.

Namun begitu, kortikosteroid jenis inhaler tidak akan menimbulkan efek samping yang serius seperti penggunaan kortikosteroid dalam bentuk lain, seperti cairan, pill atau injeksi yang bisa menyebabkan tulang keropos,

Saya rutin menggunakan inhaler untuk mengurangi gejala asma. Lalu bagaimana cara mencegah efek samping inhaler?

Seperti yang dijelaskan di atas, inhaler tidak akan menimbulkan efek samping yang serius jika digunakan sesuai anjuran. Berikut ini adalah cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah munculnya efek samping.

  • Gunakan dalam dosis yang tepat. Gunakanlah inhaler yang bisa diatur dosisnya untuk mencegah kelebihan dosis.
  • Cuci mulut setelah menggunakan inhaler. Tapi pastikan, tidak boleh ada air yang tertelan sehabis Anda mencuci mulutnya. Dampaknya bisa jadi akan lebih buruk ketika kortikosteroid masuk ke labung.
  • Cegahlah faktor-faktor penyebab asma sehingga asma tidak sering kambuh. Bisa jadi, setiap orang memiliki faktor penyebab yang berbeda. Namun pada umumnya perubahan udara serta tingkat kebersihan udara mempengaruhi asma pada banyak orang.

The post Inhaler Asma Ternyata Bisa Menimbulkan Berbagai Efek Samping Ini appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2haWHIE
via IFTTT

Related Posts

Inhaler Asma Ternyata Bisa Menimbulkan Berbagai Efek Samping Ini
4/ 5
Oleh