Sebagai seorang anak atau cucu mungkin Anda tidak ingin orang terkasih Anda kelelahan karena aktivitas fisik. Padahal, terlalu memanjakan lansia (orang lanjut usia) dengan membiarkan mereka kebanyakan beristirahat justru bisa membuat kondisi kesehatannya memburuk.
Lalu bagaimana caranya menentukan batasan antara aktivitas fisik yang diperlukan oleh lansia dan yang sudah berlebihan? Simak penjelasan di bawah ini, ya.
Kebanyakan lansia cenderung kurang gerak
Penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, obesitas, dan penyakit muskuloskeletal memang sering dialami oleh lansia.
Kurangnya aktivitas fisik ditambah dengan kebiasaan memanjakan lansia secara berlebihan disinyalir sebagai penyebab kesehatan lansia menjadi cenderung lebih lemah.
Menurut penelitian yang dimuat dalam American Journal of Epidemiology, gaya hidup sedentari (kurang gerak) memang lebih sering dilakukan oleh orang yang berusia 50 sampai 65 tahun. Hampir 80% lansia yang berumur 60 tahun menghabiskan waktunya hanya berbaring atau duduk. Bahkan aktivitas ini berlangsung selama 8 sampai 12 jam per hari. Mereka bisa menghabiskan waktu selama empat jam untuk duduk.
Memanjakan lansia justru bisa meningkatkan risiko kematian
Sebuah penelitian dari University of São Paulo School of Medicine dan Center of Studies and Physical Fitness Laboratory from São Caetano do Sul (CELAFISCS), Brasil, menemukan bahwa seseorang yang menghabiskan waktunya kurang dari 8 jam untuk duduk per hari bisa menurunkan risiko kematian dibandingkan mereka yang senang duduk berjam-jam.
Aktif secara fisik dan tidak melakukan gaya hidup sedentari juga menurunkan angka kematian pada seseorang dibandingkan mereka yang tidak aktif dan senang melakukan aktivitas berbaring dan duduk.
Sedangkan seseorang yang menghabiskan waktunya selama 8 sampai 11 jam atau lebih per hari untuk duduk bisa meningkatkan risiko angka kematian pada mereka. Aktivitas duduk ini per jam-nya bisa meningkatkan risiko kematian sebesar 3%, sedangkan mereka yang menghabiskan waktunya untuk duduk dan berbaring, risiko kematiannya meningkat sebesar 31%.
Sebenarnya penelitian yang mengaitkan gaya hidup sedentari bisa mengakibatkan penyakit berbahaya atau bahkan kematian bukan hal yang baru. Namun, belum ada penelitian yang mengaitkan hal ini dengan risiko kematian pada lansia.
Jangan biarkan lansia mengalami penyakit berbahaya hanya karena Anda tidak mau repot mengajak mereka beraktivitas di luar. Anda juga sebaiknya tidak mencegah lansia untuk berolahraga atau beraktivitas fisik karena takut risiko cedera atau jatuh.
Lansia harus tetap bergerak aktif
Bergerak aktif tidak selalu berarti harus berolahraga seperti sepakbola, tenis, dan bulu tangkis. Aktivitas fisik ini dapat berupa bermain dengan cucu, masak, memelihara taman rumah, berenang, bersepeda, atau berjalan santai di sore hari.
Pokoknya pastikan bahwa lansia tidak hanya duduk atau tiduran sepanjang hari seperti menonton TV di sofa atau membaca buku.
Lebih jauh lagi, berolahraga adalah satu cara untuk memaksimalkan manfaat gerak aktif bagi tubuh. Targetkan untuk melakukan olahraga berintensitas sedang, setidaknya 150 menit setiap minggu. Salah satu cara mencapainya adalah berolahraga sebanyak lima kali seminggu, minimal setengah jam setiap harinya.
Contoh olahraga yang dapat dilakukan di usia lansia antara lain:
- Berjalan kaki. Pilihlah jalur naik turun yang akan meningkatkan intensitas dan usaha Anda. Aktivitas ini membakar kalori, memperkuat jantung, dan memperlancar sistem pembuluh darah Anda.
- Bersepeda adalah olahraga yang memperkuat bagian bawah tubuh dan meningkatkan kinerja jantung. Perhatikan setelan sadel dan pegangan sepeda untuk menghindari cedera panggul.
- Senam bisa jadi pilihan yang baik untuk lansia. Menggerakkan tubuh sambil diiringi musik bersama dengan pasangan atau teman dapat memberikan Anda hiburan sekaligus kebugaran.
- Berenang adalah olahraga yang melibatkan aktivitas hampir seluruh otot tubuh. Latihan pernapasan selama berenang juga bermanfaat untuk memperkuat jantung.
- Pilates dapat membantu meningkatkan kekuatan otot dan memperbaiki postur tubuh. Olah tubuh ini disarankan dilakukan di bawah panduan seorang instruktur.
- Yoga atau tai chi dapat membantu Anda dalam mengendalikan emosi, meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan keseimbangan tubuh.
Meski memanjakan lansia bukan ide yang bijak, Anda juga harus perhatikan bahwa tidak semua lansia bisa dipaksa berolahraga. Beberapa jenis olahraga memperburuk risiko penyakit tertentu seperti sakit jantung atau rematik.
Karenanya, selalu konsultasikan dengan dokter tentang olahraga atau aktivitas fisik seperti apa yang paling cocok dan aman buat orang terkasih Anda.
The post Awas, Terlalu Memanjakan Lansia Justru Tingkatkan Risiko Kematian appeared first on Hello Sehat.
Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2znX4az
via IFTTT