DBD (Demam Berdarah Dengue), atau yang lebih dikenal dengan demam berdarah, disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Indonesia merupakan negara kedua di dunia dengan jumlah kasus demam berdarah tertinggi. Untuk mencegah demam berdarah, biasanya dilakukan fogging rutin untuk mematikan nyamuk dan jentik-jentiknya. Namun, pencegahan juga tetap harus Anda lakukan mulai dari diri sendiri. Salah satunya adalah dengan mendapatkan vaksin dengue di rumah sakit, sebagai cara mencegah sekaligus obat demam berdarah yang dapat menangkal virus semakin berkembang di dalam tubuh.
Berikut semua informasi yang perlu Anda ketahui seputar vaksin dengue untuk demam berdarah.
Apa saja tanda dan gejala demam berdarah?
DBD disebabkan oleh virus dengue. Terdapat 4 serotipe dari virus dengue yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-2, dan DEN-4.
Gejala umum dari demam berdarah yaitu demam yang mendadak tinggi, mengiggil, nyeri otot, nyeri kepala, nyeri di belakang bola mata, mual, muntah, ruam kulit, lemas, dan penurunan nafsu makan. Demam biasanya berlangsung selama 2-7 hari dan dapat mencapai suhu hingga 41⁰ C.
Jika tidak cepat-cepat ditangani, demam berdarah dapat berkembang makin parah dan berisiko menimbulkan komplikasi fatal — seperti pembengkakan hati dan penurunan tekanan darah drastis yang dapat menyebabkan syok. Syok terjadi akibat tekanan darah yang menurun drastis dalam waktu singkat, sehingga menyebabkan darah tidak lagi mampu mengantarkan oksigen dan nutrien ke organ-organ penting di tubuh. Jika sampai pada tahap syok, kondisi ini disebut dengan Dengue Shock Syndrome (DSS). Syok DBD yang tidak tertangani dapat berujung pada kematian.
Serba-serbi vaksin dengue, imunisasi untuk mencegah sekaligus obat demam berdarah
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa vaksin dengue sebagai cara mencegah dan obat demam berdarah dapat diberikan pada orang-orang yang berusia 9-45 tahun, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan DBD. Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak antar pemberiannya 6 bulan. Namun berdasarkan penelitian, efektivitas vaksin dengue akan paling manjur jika diberikan pada anak yang berusia 9-16 tahun.
Vaksin dengue tetap dapat diberikan meskipun Anda sudah pernah menderita demam berdarah sebelumnya. Seperti yang telah dijelaskan di atas, virus Dengue memiliki 4 serotipe yang berbeda. Nah, biasanya Anda hanya terkena satu serotipe virus saja pada satu kali infeksi. Lewat vaksin dengue, tubuh Anda dapat membangun kekebalan terhadap semua serotipe virus DBD.
Apakah vaksin dengue ini aman?
Tak banyak yang tahu bahwa sebenarnya vaksin dengue sudah lama ada di Indonesia, namun sedang dalam tahap penelitian uji klinis fase III untuk menguji manfaat dan keamanan vaksin. Fase III adalah fase terakhir sebelum akhirnya dipasarkan dan diamati efektivitasnya dalam skala besar.
Meski belum tersedia meluas, namun vaksin dengue ini sudah disetujui oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Saat ini terdapat 10 negara di dunia yang telah menyetujui penggunaan vaksin dengue yaitu Indonesia, Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, Brazil, Puerto Rico, Meksiko, Honduras, dan Kolombia.
Untuk mendapatkan vaksin dengue, Anda bisa datang langsung ke rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat dan tanyakan ketersediannya. Sayangnya vaksin ini belum ada di Puskesmas karena belum masuk ke dalam program imunisasi nasional. Saat ini harganya pun masih tergolong cukup mahal yaitu sekitar 1 juta rupiah per 1 kali suntik vaksin. Akan tetapi, Anda perlu ingat bahwa komplikasi dari demam berdarah ini sangatlah berbahaya. Maka dari itu, pencegahan berupa vaksinasi tetap diperlukan.
Anak di bawah umur tidak disarankan mendapat vaksin dengue
Vaksin dengue akan paling efektif sebagai pencegahan sekaligus obat demam berdarah ketika diberikan pada anak yang berusia 9-16 tahun. Namun jika anak Anda belum mencapai usia ini, sebaiknya jangan dulu berikan vaksin dengue.
Pasalnya, jika vaksin dengue diberikan terlalu dini pada anak di bawah usia 9 tahun, vaksin ini dapat meningkatkan risiko anak menjalani opname yang membutuhkan waktu lama. Risikonya untuk menderita DBD berat juga dapat meningkat, yang tentu membawa risiko bahaya dan komplikasinya tersendiri.
Kunjungi tautan berikut di laman kami untuk cari tahu cara mencegah demam berdarah di rumah.
The post Demam Berdarah DBD Kini Bisa Dicegah dengan Vaksin. Tapi, Apa Aman? appeared first on Hello Sehat.
Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2xG3bTr
via IFTTT