Kebanyakan orang menganggap kanker sebagai penyakit yang menyeramkan dan mematikan. Padahal, kanker tidak selalu demikian. Dalam banyak kasus, status kanker in situ seringnya berpeluang besar untuk bisa sembuh total. Lantas, apa itu status kanker in situ? Simak penjelasannya di bawah ini.
Memahami istilah status kanker in situ
Kanker in situ sebenarnya merupakan istilah untuk kanker stadium 0 atau kanker tingkat awal. In situ sendiri berasal dari bahasa Latin yang secara harfiah berarti “di tempat”. Pada tahap kanker in situ, sel kanker sudah ada dan berkembang. Namun, perkembangannya masih berada di lokasi di mana mereka awalnya muncul dan belum menyebar sama sekali ke jaringan sekitarnya.
Kabar baiknya adalah prognosis atau peluang kesembuhan untuk kanker in situ terbilang tinggi. Maksudnya begini, seseorang yang diketahui mengalami kanker in situ atau kanker tingkat awal memiliki peluang untuk sembuh total dari penyakit ini apabila terdeteksi sejak dini dan segera mendapatkan penangan medis.
Dalam banyak kasus, pengobatan lokal seperti operasi pengangkatan sel-sel kanker dan terapi radiasi di lokasi di mana sel kanker berada biasanya cukup untuk menyingkirkan sel kanker sepenuhnya dari tubuh pasien.
Di samping itu, penerapan pola hidup sehat secara keseluruhan juga penting untuk mengoptimalkan pengobatan kanker in situ. Misalnya dengan memerhatikan asupan gizi seimbang. Ini dilakukan supaya tingkat imunitas atau kekebalan tubuh Anda semakin meningkat untuk melawan sel-sel jahat penyebab kanker.
Deteksi dini meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker
Mendeteksi kanker sejak dini penting dilakukan agar kanker tidak berkembang jadi penyakit yang kronis dan berbahaya. Meski demikian, tidak semua jenis kanker bisa diperiksa dan dideteksi pada stadium awal. Beberapa tes biasanya hanya diperuntukkan bagi orang yang memang berisiko tinggi terkena kanker karena faktor genetik, usia, serta riwayat kesehatan yang Anda alami.
Berikut ini beberapa cara mendeteksi kanker stadium awal berdasarkan jenisnya:
- Kanker payudara. Untuk mengetahui kesehatan payudara, deteksi awal yang bisa Anda lakukan adalah dengan memeriksa payudara sendiri (SADARI) secara rutin. Selain itu, Anda pun bisa melakukan pemeriksaan mammografi secara berkala.
- Kanker serviks. Kanker serviks dapat dideteksi dengan melakukan pemeriksaan pap smear. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pertumbuhan sel yang abnormal pada rahim Anda atau tidak. Tes ini direkomendasikan bagi para wanita yang sudah berusia 21 tahun ke atas. Selain itu, jika Anda telah aktif berhubungan seksual sebelum usia tersebut, Anda sangat disarankan untuk melakukan tes ini.
- Kanker prostat. Pemeriksaan colok dubur dan tes Prostate Specific Antigen (PSA) merupakan langkah pencegahan sekaligus deteksi dini kanker prostat. Pemeriksaan ini penting penting karena kanker prostat umumnya tidak memiliki gejala yang khas.
- Kanker usus besar. Kolonoskopi merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat keseluruhan bagian dalam rektum dan usus besar pasien. Selain kolonoskopi, metode colok dubur juga bisa dilakukan dokter sebagai upaya deteksi dini kanker usus besar.
- Kanker paru. Deteksi dini kanker paru bisa dilakukan dengan pemeriksaan dahak untuk melihat apakah terdapat sel-sel kanker di dalam paru-paru atau tidak. Rontgen paru dan CT scan juga bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis.
Cara deteksi dini kanker seperti yang sudah disebutkan di atas merupakan yang paling umum. Ingat, pemeriksaan dini dilakukan untuk memastikan ada tidaknya pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh sebelum munculnya gejala. Jika diagnosis diketahui sejak awal, maka peluang seseorang bisa sembuh dari kanker juga besar. Jadi, jangan takut dan ragu untuk rutin periksa diri ke dokter, terutama bagi Anda yang berisiko tinggi untuk terkena kanker.
The post Mengenal Status Kanker In Situ (Berbahaya Atau Tidak?) appeared first on Hello Sehat.
Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2zZ7j4v
via IFTTT