Vaksin HPV adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah kanker serviks, sehingga semua orang baik wanita maupun pria, dewasa dan anak-anak, perlu mendapatkan vaksinasi ini. Namun, informasi seputar vaksin HPV masih belum diketahui banyak orang. Simak penjelasan di bawah ini untuk menjawab semua pertanyaan Anda tentang vaksin HPV.
Apakah vaksin HPV aman dilakukan?
Dalam uji klinis dan pembuktian setelah digunakan di dunia nyata, vaksin HPV dinilai sangat aman. Lebih dari 205 juta dosis vaksin sudah terdistribusi di seluruh dunia), sejak disetujui pada tahun 2006 oleh Food and Drug Administration Amerika Serikat.
Organisasi kesehatan internasional terkemuka di seluruh dunia termasuk World Health Organization (WHO), US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Health Canada, European Medicines Agency (EMEA), Australia Therapeutic Goods Administration (TGA) dan yang lainnya juga terus merekomendasikan penggunaan Vaksin HPV.
WHO GACVS telah mengumpulkan data surveillance pasca-pemasaran dari Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan dari perusahaan manufaktur. Data tersebut dikumpulkan dari tahun 2006 sejak pertama kali diluncurkannya vaksin HPV sampai tahun 2014. GACVS menyatakan tidak menemukan isu keamanan yang dapat mengubah rekomendasi vaksinasi HPV. Profil keamanan vaksin HPV (baik bivalent maupun quadrivalent) dinyatakan aman.
US CDC juga telah menyatakan bahwa pemantauan keamanan pasca-lisensi dari Juni 2006 hingga Maret 2013 menunjukkan bahwa tidak ada masalah keamanan baru terhadap vaksin HPV.
Hasil dari studi review terbesar vaksin HPV quadrivalent dari tahun 2006-2015 pun tidak menemukan adanya bukti mengenai efek samping serius, baik jangka pendek maupun jangka panjang karena vaksin.
Kapan waktu yang tepat melakukan vaksin HPV?
Seperti yang direkomendasikan oleh CDC, baik pria maupun wanita dapat mendapatkan vaksin HPV mulai usia usia 9 tahun. Untuk anak perempuan dan laki-laki usia 9 sampai 13 atau 14 tahun, pemberian vaksin HPV dilakukan sebanyak 2 kali. Untuk wanita dan pria dewasa, pemberian vaksin dilakukan 3 kali. Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan kepada wanita hingga usia 55 tahun.
Mengapa penting melakukan vaksin HPV?
Semakin dini usia Anda saat mendapatkan vaksin HPV maka semakin baik. Karena, penelitian menunjukkan bahwa respon kekebalan akan lebih kuat jika vaksin diberikan pada usia muda. Tingkat efektivitas kerja vaksin ini akan semakin tinggi.
Vaksinasi yang diberikan pada remaja putri pada saat berusia 9–13 tahun dinilai paling efektif meskipun belum melakukan hubungan seksual. Rentang usia ini dinilai efektif karena pada masa inilah tubuh memberikan proteksi respon imun yang lebih baik dibanding usia di atasnya.
Dengan mendapatkan vaksin ini, selain melindungi diri dari strain virus HPV yang menyebabkan penyakit kutil kelamin, laki-laki juga dapat menurunkan risiko penularan strain virus HPV penyebab kanker serviks pada pasangan seksualnya di kemudian hari. Jika Anda belum mendapatkan vaksin HPV, segeralah lakukan vaksinasi. Semakin cepat akan lebih baik.
Vaksin ini akan memberikan perlindungan yang tahan lama. Centers for Disease Control and Prevention menunjukkan bahwa setidaknya vaksin ini akan bertahan selama 10 tahun. Hal ini dibuktikan dengan melakukan penelitian kepada orang yang sudah melakukan vaksin HPV, dan diamati selama 10 tahun, efektivitasnya masih terbukti baik.
Bagaimana manfaat vaksin HPV dibandingkan dengan risikonya?
Vaksinasi HPV dianjurkan karena manfaatnya, seperti mencegah kanker, jauh lebih besar daripada risiko efek sampingnya. Keputusan kesehatan adalah hal yang pribadi, dan setiap orang harus membuat pilihan yang tepat bagi mereka dan keluarga mereka. Penting untuk diingat bahwa memilih untuk tidak melakukan vaksinasi, tidak akan membebaskan Anda dari risiko. Vaksin HPV mencegah penyakit kanker serviks dan penyakit lainnya pada pria dan wanita.
Apakah vaksinasi HPV bisa menyebabkan masalah kesehatan serius?
Kebanyakan laporan efek samping menurut laporan VAERS di Amerika Serikat (Vaccine Adverse Event Reporting System) adalah ringan dan tidak membahayakan. Keluhan seperti pusing, mual, demam dan kemerahan, sakit s di bagian tubuh tempat vaksin disuntikkan telah dilaporkan.
CDC juga menganjurkan untuk melakukan pengamatan selama kurang lebih 15 menit setelah vaksinasi untuk mencegah kemungkinan terjadinya syncope (kondisi pingsan sesaat) yang mungkin dialami oleh pasien. Kondisi syncope ini bersifat sementara dan tidak membahayakan. Syncope ini dihubungkan dengan reaksi ketakutan atau panik yang bisa terjadi pada subjek yang menerima suntikan, baik vaksin maupun obat lainnya (tidak hanya spesifik karena vaksin HPV)
Apakah vaksin HPV memengaruhi kesuburan wanita?
CDC menyadari perhatian publik tentang keamanan vaksin HPV. Sejak 2006, pemantauan dan penelitian vaksin HPV yang terus dilakukan oleh CDC, FDA dan organisasi kesehatan lainnya, telah mengonfirmasi bahwa vaksin ini memiliki catatan keamanan yang sangat baik tanpa bukti bahwa hal itu menyebabkan masalah reproduksi pada wanita.
Apakah vaksin HPV aman untuk ibu hamil?
Walaupun vaksin HPV merupakan VLP (Virus Like Particle) yang merupakan vaksin inaktif dan tidak mengandung DNA virus, namun vaksin HPV tidak dianjurkan untuk ibu hamil.
Jika sesorang diketahui hamil setelah menerima suntikan pertama vaksin HPV, maka dianjurkan untuk menunda pemberian suntikan berikutnya hingga ibu tersebut melahirkan. Seorang ibu yang tidak mengetahui dirinya hamil saat mendapatkan vaksin HPV, dapat melanjutkan kehamilan nya tanpa perlu melakukan tindakan pengawasan lebih lanjut pada janin-nya Sebagai tambahan, vaksin HPV quadrivalent dapat diberikan pada ibu menyusui.
Siapakah yang disarankan tidak mendapatkan vaksin HPV?
Selain ibu hamil, vaksin HPV juga tidak boleh diberikan jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap komponen-komponen yang ada dalam vaksin ini (seperti lateks atau ragi). Jika Anda sedang menderita sakit sedang maupun berat, pemberian vaksin ini sebaiknya ditunda sampai Anda sehat benar. Sangat penting untuk berdiskusi dengan dokter mengenai kondisi kesehatan Anda sebelum menggunakan vaksin ini.
The post 8 Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan Seputar Vaksin HPV appeared first on Hello Sehat.
Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2kDY7JM
via IFTTT