PMS (Premenstrual Syndrome) sering membuat perempuan mengalami kembung, sakit perut, atau perubahan suasana hati sebelum mulai menstruasi. Namun, baru-baru ini sebuah studi di Amerika Serikat menemukan bahwa makanan ataupun suplemen yang mengandung zat besi dapat membantu meringankan kondisi tersebut. Benarkah zat besi meringankan gejala PMS? Simak ulasannya berikut ini.
Apakah sudah ada bukti zat besi meringankan gejala PMS?
Dilansir dari Live Science, PMS memengaruhi 8 sampai 15 persen wanita di tahun reproduksi mereka, ditandai dengan gejala fisik dan emosional seperti nyeri pada payudara, perut kembung, perubahan nafsu makan, depresi, mudah tersinggung, dan kecemasan.
Periset di University of Massachusets di Amherst menemukan bahwa wanita dengan asupan zat besi lebih dari 20 mg per hari memiliki risiko 35 persen lebih rendah untuk didiagnosis mengalami PMS daripada wanita yang dengan asupan zat besi 10 mg perhari. Risiko terendah dari PMS adalah pada wanita yang mengonsumsi 50 mg per hari.
Kemungkinan besar zat besi banyak terlibat dalam proses di dalam tubuh. Oleh karena itu, zat besi mungkin berperan untuk mengurangi rasa sakit dan gejala emosional saat PMS terjadi dengan meningkatkan kadar zat kimia otak yang disebut serotonin. Sebab penelitian lain telah melakukan riset bahwa serotonin erat kaitannya dengan gejala PMS.
Penelitian berikutnya diikuti sekitar 3.000 wanita berusia 25-42 tahun yang terdaftar dalam Studi Kesehatan Perawat di Amerika Serikat yang dikumpulkan selama 10 tahun. Penelitian tersebut mengaitkan pengaruh pola makan dan gaya hidup kesehatan perempuan terhadap PMS. Hasilnya, 1.075 wanita melaporkan mengalami PMS sedangkan sisanya tidak mengalami hal demikian. Dari data tersebut, wanita yang mengonsumsi zat besi non-heme memiliki risiko PMS 40 persen lebih rendah dibanding dengan wanita yang mengonsumsi zat besi non-heme lebih sedikit.
Tapi perlu diketahui bahwa tidak semua zat besi pada makanan itu sama. Zat besi non-heme hanya ditemukan pada sumber makanan nabati dan suplemen. Zat besi yang berasal dari sumber hewani, seperti daging merah dan unggas tidak memiliki efek yang sama.
Menurut penulis studi senior, Elizabeth Bertone-Johnson, seorang profesor di University of Massachusetts Amherst, wanita harus mengonsumsi makanan yang seimbang. Jika tidak bisa mendapatkan nutrisi yang cukup dari makanan, Anda boleh mengonsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.
Selain zat besi, mineral lain seperti seng juga memberikan sedikit perlindungan terhadap wanita dari risiko PMS bila mengonsumsinya lebih dari 10mg per hari menjelang menstruasi.
Namun, tidak semua mineral seperti zat besi meringankan gejala PMS. Penelitian mendapatkan hasil bahwa asupan kalium yang tinggi malah mengembangkan terjadinya risiko PMS karena meningkatkan kadar hormon terkait dengan retensi air. Kalium biasanya ditemukan pada ubi jalar, pisang, dan jeruk. Namun, efek kalium pada PMS masih harus diteliti lebih lanjut menurut para peneliti.
Jadi, berapa asupan harian zat besi yang dibutuhkan oleh wanita?
Menurut Angka Kecukupan Gizi, wanita usia 13 sampai 49 tahun yang masih mengalami menstruasi disarankan mengonsumsi 26 mg zat besi setiap harinya. Bila menjelang PMS, kemungkinan besar memang tubuh memerlukan zat besi lebih dari itu. Sebab saat menstruasi berat atau berkepanjangan akan menghilangkan zat besi dalam tubuh bahkan dapat menyebabkan anemia, dikutip dari Everyday Health, dr. Maryam Siddiqui, seorang spesialis kandungan dan kebidanan dari University of Chicago Medicine.
Dilansir dari WebMD, dr. Fredic Moon, direktur medis kebidanan umum dan ginekologi di New York University (NYU) Winthrop Hospital di Amerika Serikat, menyarankan bahwa wanita perlu memeriksakan diri ke dokter sebelum memulai jenis suplemen tambahan apa pun, untuk menambah zat besi. Sedangkan kadar zat besi bisa diperiksa dengan tes darah sederhana.
Ahli gizi klinis dari NYU Centre for Musculoskeletal Care, Samantha Heller pun setuju. “Penting untuk berbicara dengan dokter Anda sebelum melengkapi dengan mineral apa pun,” katanya. “Terlalu banyak zat besi dapat menyebabkan masalah serius, dan melengkapi dengan sesuatu seperti seng dapat memicu keseimbangan tembaga Anda. Jangan sampai keseimbangan tubuh terganggu. Karenanya, wanita harus bijak sebelum mengonsumsi suplemen.”
Samantha Heller menambahkan, “Jika seorang wanita ingin beralih ke pola makan nabati yang lebih banyak, ini bisa berkontribusi secara umum untuk mengurangi stres oksidatif dan pembengkakan, yang dapat membantu mengurangi gejala PMS, penyakit jantung, dan kondisi lainnya.”
The post Zat Besi Dapat Meringankan Gejala PMS, Benarkah? appeared first on Hello Sehat.
Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2CoGyVU
via IFTTT