Sabtu, 26 Agustus 2017

Berapa Batas Maksimum Lemak yang Dibolehkan untuk Pasien Gagal Ginjal?

Pasien gagal ginjal harus menjaga pola makan sehat karena banyak makanan yang bisa memperparah kondisi penyakitnya. Misalnya saja, Anda tidak bisa mengonsumsi buah dan sayur sesukanya dengan jumlah yang sama seperti orang sehat lainnya. Pasien sakit ginjal kronis juga tidak bisa sembarangan makan daging dengan porsi sesuka hati. Lalu, seberapa banyak seharusnya asupan lemak pasien gagal ginjal yang masih wajar, agar tidak berbalik membahayakan? Cari tahu  di artikel ini.

Pasien gagal ginjal harus menjalani pola makan sehat untuk mempertahankan fungsi ginjalnya

Pasien penyakit ginjal kronis, seperti gagal ginjal, tidak boleh makan sembarangan. Pasalnya, mereka harus membatasi asupan cairan, protein, lemak, dan elektrolitnya setiap hari agar tidak membebani kerja ginjal yang sudah kehilangan fungsinya. Namun bukan berarti masalah nutrisi menjadi terabaikan.

Pola makan yang sehat untuk pasien gagal ginjal pada dasarnya bertujuan untuk memperbaiki dan mempertahankan status gizi optimal, mencegah penimbunan sisa metabolisme berlebih, mengatur keseimbangan air dan elektrolit, serta mengendalikan kondisi-kondisi terkait penyakit ginjal kronik. Contohnya anemia, hipertensi, dislipidemia, penyakit tulang, dan kardiovaskularTidak hanya itu, nutrisi yang tepat bisa mencegah infeksi, menghindari kehilangan masa otot, dan membantu mempertahankan berat badan yang sehat.

Rekomendasi asupan nutrisi harian bagi pasien gagal ginjal

  • Asupan energi. 30-35 kilo kalori per kilogram berat badan (kkal/kgbb) ideal per hari.
  • Asupan protein. 1,2 gram per kgbb (gr/kgbb) ideal per hari. Protein minimal 50 persen protein hewan. Rutinitas pasien untuk cuci darah juga perlu diperhitungkan kehilangan asam amino sebesar satu sampai dua gram per jam dialisis. Oleh karena itu, asupan protein harus dinaikkan menjadi satu sampai 1,2 gr/kgbb/hari.
  • Asupan lemak. Asupan lemak pasien gagal ginjal adalah 25-30 persen dari total kalori. Pembatasan lemak jenuh kurang dari 10 persen jika didapatkan dislipidemia (kelainan pada lemak darah) dan dianjurkan kadar kolesterol dalam makanan kurang dari 300 mg/hari.

Lalu, seperti apa asupan lemak  pasien gagal ginjal? Masih bolehkah makan daging?

Pasien gagal ginjal harus memperhatikan asupan lemak karena memakan jenis lemak yang salah bisa meningkatkan risiko pembuluh darah tersumbat dan juga meningkatkan risiko penyakit jantung. Setiap orang sebenarnya membutuhkan lemak karena lemak menyediakan energi, membantu memproduksi zat mirip hormon yang mengatur tekanan darah, serta mengandung vitamin.

Pasien gagal ginjal memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan jantung atau stroke. Oleh karena itu, mereka harus sangat berhati-hati, mengapa? karena lemak adalah makanan yang mempengaruhi kesehatan jantung mereka. Untuk itu, penting mencatat asupan lemak pasien gagal ginjal. Anda harus bisa membedakan sumber lemak sehat dan tidak sehat. Jika Anda kesulitan, Anda bisa berkonsultasi dengan ahli gizi.

Jenis lemak seperti lemak jenuh dan asam lemak trans bisa menaikkan kadar kolesterol darah dan menyumbat pembuluh darah. Lemak jenuh ditemukan pada produk hewani seperti daging merah, unggas, susu, dan mentega.

Jika Anda ingin makan daging merah, ukuran atau porsi yang direkomendasikan adalah 3 ons atau sama dengan genggaman tangan orang dewasa. Sedangkan asam lemak trans sering ditemukan dalam kue panggang, gorengan, donat dan kentang goreng. Anda tidak boleh memakan asupan lemak jenis ini terlalu sering. Sebagai gantinya Anda bisa mendapatkan asupan lemak dari lemak tak jenuh tunggal seperti minyak jagung, minyak zaitun, dan minyak kanola.

The post Berapa Batas Maksimum Lemak yang Dibolehkan untuk Pasien Gagal Ginjal? appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2vhlscw
via IFTTT

Related Posts

Berapa Batas Maksimum Lemak yang Dibolehkan untuk Pasien Gagal Ginjal?
4/ 5
Oleh