Hernia nukleus pulposus (HNP) adalah kondisi ketika bantalan atau cakram di antara vertebrata (tulang belakang) keluar dari posisi semula dan menjepit saraf yang berada di belakangnya. Kondisi ini juga disebut dengan istilah saraf terjepit. Olahraga renang adalah salah satu cara yang bisa diandalkan untuk mengatasi saraf terjepit selain obat-obatan ataupun terapi. Penasaran? Simak ulasannya.
Apa yang terjadi jika Anda mengalami saraf terjepit?
Di antara ruas tulang belakang Anda terdapat bantalan dengan bagian tengah yang kenyal menyerupai jelly dan lapisan luar berupa selubung yang kuat. Seiring bertambahnya usia atau akibat cedera, dapat terjadi penurunan kekuatan dan elastisitas dari bantalan ini, sehingga bagian dalam dari bantalan dapat menonjol keluar dan menekan saraf. Kondisi inilah yang disebut hernia nukleus pulposus atau kondisi saraf terjepit.
Kondisi tersebut mengakibatkan seseorang mengalami rasa nyeri hingga penurunan kemampuan gerak fisik. Hernia nukleus pulposus umumnya menyerang bagian keempat atau kelima vertebra lumbal (di punggung bawah) atau vertebra serviks (di leher), khususnya pada pasien dewasa yang sudah memasuki usia senja.
Bagaimana cara mengatasi saraf terjepit?
Secara umum, hernia nukleus pulposus atau saraf terjepit dapat membaik dalam hitungan hari atau minggu. Namun, jika gejala yang dialami pasien tidak kunjung reda, saran untuk melakukan terapi fisik untuk mengatasi saraf terjepit, seperti olahraga peregangan otot dan latihan posisi tubuh tertentu, akan diberikan. Olahraga berenang bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi saraf terjepit.
Jangan hanya duduk atau berbaring berjam-jam hanya karena Anda merasa sakit akibat kondisi saaf terjepit ini. Dilansir dari Live Strong, hal ini justru bisa melemahkan otot dan membuat sendi Anda jadi tegang sehingga menjadi kaku atau sulit untuk digerakkan.
Di awal masa mengalami hernia nukleus pulposus, Anda mungkin akan merasa sulit untuk bergerak karena rasa sakit. Mengapung di air bisa mengurangi beban Anda ketika Anda ingin bergerak. Dibandingkan hanya berbaring di tempat tidur, Anda bisa mencoba masuk ke dalam pinggiran kolam renang dan berjalan pelan-pelan. Anda bisa merasakan perbedaannya, punggung Anda akan terasa lebih baik dibandingkan hanya duduk atau berbaring di tempat tidur.
Kenapa Anda merasa lebih ringan ketika berada di dalam air? Karena berat badan Anda akan berkurang akibat ditopang oleh air, sehingga mengurangi beban tubuh Anda dan memudahkan Anda untuk bergerak. Berenang selain bisa membantu menguatkan otot tulang belakang juga bisa menguatkan bantalan yang cedera. Berenang tidak menyebabkan bantalan yang cedera terkena benturan ataupun tertekan sehingga bisa mengurangi rasa sakit atau nyeri yang dirasakan akibat saraf terjepit.
Apa yang harus Anda perhatikan?
Sebelum Anda memulai renang untuk mengatasi saraf terjepit, ada baiknya konsultasikan hal ini lebih dulu dengan dokter. Jika Anda diperbolehkan untuk renang, namun Anda takut untuk memulai gerakan renang, cobalah dengan berjalan-berjalan pelan dulu di pinggiran kolam renang. Anda akan merasakan perbedaannya.
Jangan mencoba gaya renang yang justru memaksa atau membebani punggung belakang Anda, misalnya gaya renang kupu-kupu. Anda juga bisa meminta bantuan ahli terapi fisik untuk menjadi instruktur sementara jika Anda terlalu takut untuk mencoba memulai olahraga ini. Satu hal yang pasti adalah Anda harus memulai olahraga ini secara perlahan.
The post Benarkah Berenang Bisa Mengatasi Saraf Terjepit? appeared first on Hello Sehat.
Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2yqlfQV
via IFTTT