Minggu, 01 Oktober 2017

Apakah Orang yang Punya Asma Boleh Scuba Diving?

Apakah Orang yang Punya Asma Boleh Scuba Diving?

Olahraga menyelam seperti snorkeling dan scuba diving memang sedang populer akhir-akhir ini. Pasalnya, siapa yang bisa menolak pesona bawah laut yang begitu indah dan tiada banding? Akan tetapi, biasanya orang yang punya asma merasa ragu untuk mencoba pengalaman ini. Sebenarnya orang yang punya asma boleh diving atau tidak, ya? Apa saja risikonya? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Orang yang punya asma boleh diving atau tidak?

Penyakit asma dan diving hingga saat ini masih terus memicu perdebatan. Olahraga yang satu ini dianggap oleh banyak orang berisiko bagi orang dengan asma. Namun, saat ini pandangan tersebut sudah agak bergeser. Buktinya, sudah banyak dokter yang mengizinkan pasien asma untuk mencoba diving.

Mengapa banyak yang ragu asma boleh diving atau tidak? Begini, asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan. Penyakit ini ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas.

Bagi orang dengan penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang pada umumnya. Ketika paru-paru teriritasi pemicu, maka otot-otot saluran pernapasan akan menjadi tegang dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang semakin membuatnya sulit bernapas.

Nah, karena pernapasan ketika Anda berada di bawah laut tentu sangat berbeda dengan pernapasan biasa di darat, banyak orang khawatir bahwa diving bisa memicu gejala-gejala pada orang yang punya asma.

Apa bedanya bernapas di darat dan di bawah air?

Udara yang dihirup oleh para penyelam dikompresi (diberi tekanan yang sangat tinggi) karena adanya tekanan dalam air. Tekanan udara di bawah air memang lebih padat dibandingkan di darat. Oleh karena itu, menghirup udara ketika Anda menyelam membutuhkan lebih banyak usaha untuk menghirup dan mengembuskan napas.

Jika menghirup udara di permukaan ibarat mengisap udara melalui pipa, maka bernapas di kedalaman air seperti mengisap madu melalui pipa. Semakin dalam Anda menyelam, maka semakin padat udara yang dihirup.

Ketika Anda naik ke permukaan air setelah menyelam, udara di paru-paru akan mengembang supaya bisa menurunkan tekanan air. Setelah itu, Anda pun bisa bernapas lagi semudah menghirup udara dari sedotan.

scuba diving pemula

Apa yang mungkin terjadi kalau orang dengan asma menyelam?

Anda bisa membayangkan saluran napas dari hidung menuju paru-paru sebagai sebuah pipa. Ketika seseorang mengalami serangan asma, pipa saluran udaranya akan mengalami kontraksi (jadi tegang dan kaku).

Selain itu, pipa saluran udaranya akan menyempit selama seseorang mengalami serangan asma. Karena itu udara jadi tidak bisa bisa keluar dan masuk ke paru-paru seperti seharusnya.

Nah, inilah yang banyak ditakutkan dan menjadi akar keraguan apakah orang dengan asma boleh diving. Apabila serangan asma kumat waktu Anda berada di bawah air, Anda akan semakin sulit mengambil napas dan memasok udara ke paru-paru. Akibatnya tentu berbahaya, misalnya tenggelam (tidak bisa langsung naik ke permukaan).

Ditambah lagi, ada risiko udara tidak bisa keluar dari paru-paru karena pipanya menyempit atau terhambat. Udara yang terjebak di dalam paru-paru akan semakin meningkatkan tekanan yang sudah cukup tinggi di bawah air. Hal ini bisa berakibat fatal.

Jadi, apakah orang dengan asma tidak boleh diving sama sekali?

Beberapa orang dengan asma boleh diving. Hal ini sebenarnya tergantung pada jenis asma yang dialami oleh seseorang dan rekam medisnya. Sebelum menyelam, Anda harus berkonsultasi dengan dokter, menjalani tes kesehatan paru-paru rutin, dan mengikuti kursus menyelam (scuba diving) bersama instruktur diving sampai tuntas.

Yang akan diperiksa oleh dokter antara lain jenis asma yang diidap, seberapa sering (frekuensi) serangan asma terjadi, pengobatan yang dijalani, dan riwayat asma Anda.

Nah, jika asma Anda ternyata dipicu oleh olahraga atau suhu yang dingin, Anda tidak boleh melakukan scuba diving, karena pemicu ini sangat bisa ditemui saat menyelam.

Namun, kalau Anda punya asma karena alergi terhadap sesuatu (misalnya debu atau bulu kucing), dokter mungkin mengizinkan Anda menyelam. Pasalnya, alergen ini tidak akan ditemui saat menyelam.

Ingat, jangan nekat diving apabila Anda belum berkonsultasi ke dokter, belum lulus dari kursus scuba diving, atau kalau tidak ada orang yang mendampingi Anda saat diving.

The post Apakah Orang yang Punya Asma Boleh Scuba Diving? appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2hEpBkK
via IFTTT
Perawatan Setrika Wajah, Apakah Aman dan Efektif?

Perawatan Setrika Wajah, Apakah Aman dan Efektif?

Beragam perawatan kulit untuk mencegah penuaan semakin banyak bermunculan. Setelah filler wajah sempat booming, perawatan wajah dengan Radio Frequency (RF) atau yang lebih dikenal dengan setrika wajah, kini menjadi cara baru yang dipilih wanita untuk mengencangkan kulit kendur.

Perawatan wajah ini banyak dipilih karena minim risiko sayatan, atau tanpa metode operasi. Dengan sekejap, kulit wajah Anda kencang dan bebas kendur secara instan.

Tertarik untuk melakukan perawatan ini? Sebelum melakukannya, ketahui dulu serba-serbi setrika wajah dalam artikel ini.

Apa itu setrika wajah?

Setrika wajah, atau dalam istilah ilmiahnya disebut dengan radio frequency (RF) merupakan prosedur kecantikan tanpa bedah yang menggunakan frekuensi radio untuk mengencangkan dan membentuk kembali lapisan kulit yang kendur.

Cara kerjanya adalah dengan memanaskan bagian wajah hingga ke lapisan dalam. Tujuannya untuk merangsang pertumbuhan kolagen baru yang akan memberikan perubahan langsung pada jaringan. Jaringan pada wajah ini kemudian akan mengencang sehingga tanda-tanda penuaan seperti garis halus, kulit keriput, dan lain sebagainya pun akan berkurang dengan sendirinya.

Tidak hanya untuk mengencangkan kulit wajah, perawatan ini juga bisa dilakukan untuk menghilangkan jaringan lemak berlebih, menyamarkan selulit, dan contouring tubuh bagi mereka yang menginginkan sedikit modifikasi pada bagian tubuhnya. Misalnya, meniruskan pipi atau menghilangkan lipatan dagu.

Apakah setrika wajah aman?

Pengencangan kulit dengan setrika wajah merupakan prosedur yang relatif aman untuk dilakukan dan dapat digunakan untuk semua warna kulit.

Namun, perawatan ini juga memiliki syarat dan ketentuan. Ibu hamil dan orang yang sedang memakai alat pacu jantung tidak dianjurkan melakukan perawatan ini karena dikhawatirkan gelombang frekuensi yang digunakan akan memengaruhi janin ataupun kerja alat tersebut.

Efek samping melakukan perawatan setrika wajah

Perawatan ini diklaim memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan perawatan pencegah penuaan lainnya. Pada kenyataannya, memang tidak ada perawatan yang bebas risiko atau efek samping hingga seratus persen. Perhatikan berbagai efek samping setrika wajah berikut ini.

Kulit kemerahan dan bengkak

Kulit yang berubah menjadi warna merah dan bengkak merupakan efek samping yang paling sering dilaporkan oleh pasien. Namun, efek samping ini akan lekas mereda setelah beberapa jam tindakan.

Jika Anda ingin meredakannya, Anda bisa memberikan kompres es pada wajah. Bila setelah beberapa hari kondisi Anda tidak membaik, segera temui dokter.

Risiko radiasi

Walaupun perawatan ini sudah dirancang sedemikian rupa untuk meminimalisasi radiasi dari frekuensi radio yang digunakan, beberapa orang mungkin masih sensitif terhadap paparan radiasinya. Mereka yang terlalu sensitif, bagaimanapun, akan mengalami rasa sakit yang terkadang membutuhkan obat penenang ketika menjalani proses setrika wajah.

Bekas luka

Teknik setrika wajah yang salah dapat menimbulkan bekas luka yang permanen (tidak bisa hilang), entah karena adanya luka bakar, pigmentasi kulit, atau infeksi. Untuk menghilangkan bekas luka, dokter dapat menyuntikan kortikosteroid ke bekas luka tersebut.

Yang harus diingat sebelum pakai setrika wajah

Perawatan setrika wajah menghasilkan efek samping yang berbeda-beda pada setiap orang. Namun efek samping ini bisa dicegah dengan melakukan tindakan pencegahan yang tepat.

Ingat, tindakan ini hanya boleh dilakukan oleh dokter spesialis kulit (dermatolog), dokter bedah kecantikan, ahli farmasi, atau terapis kecantikan yang sudah mengantongi sertifikat.

Jadi, Anda hanya boleh menjalani perawatan ini di klinik-klinik yang sudah terpercaya dan punya reputasi baik. Jangan pernah mengambil risiko melakukan tawar-menawar dalam melakukan perawatan wajah Anda.

The post Perawatan Setrika Wajah, Apakah Aman dan Efektif? appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2yPYh7e
via IFTTT
Panduan Memenuhi Nutrisi dan Gizi Pasien Penyakit Kronis Saat Mendekati Ajal

Panduan Memenuhi Nutrisi dan Gizi Pasien Penyakit Kronis Saat Mendekati Ajal

Dari data yang dimiliki oleh WHO, diketahui ada 38 juta orang yang meninggal dunia setiap tahunnya karena mengidap penyakit kronis yang tidak menular. Salah satu penyakit kronis tak menular yang menewaskan banyak nyawa adalah penyakit kardiovaskular, yang menyerang jantung dan pembuluh darah. Kemudian disusul dengan kanker yang kasusnya telah meningkat hingga 70% selama 2 dekade terakhir, serta diabetes dan penyakit pernapasan.

WHO menyatakan bahwa setiap orang di dunia berhak untuk mendapatkan perawatan kesehatan terbaik meski sudah di masa akhir hidupnya. Saking banyaknya orang yang mengalami penyakit serius stadium lanjut, diperkirakan setiap tahunnya terdapat 19 juta pasien yang membutuhkan perawatan paliatif. Perawatan paliatif tak melulu soal resep obat-obatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Sebaiknya pasien juga diberikan dukungan nutrisi serta perencanaan diet yang baik. Ya, kecukupan gizi tetaplah dibutuhkan tubuh, sekalipun sudah menjelang ajal. Tapi seberapa penting dukungan gizi pada pasien yang punya penyakit stadium lanjut? Bagaimana menerapkan dietnya?

Pentingnya merencanakan diet ketika melakukan perawatan paliatif

Perawatan paliatif biasanya diberikan dalam berbagai cara. Tujuannya adalah untuk membuat pasien lebih nyaman dan tenang dalam menghadapi penyakit kronis yang ia alami. Selain itu, perawatan paliatif juga diberikan demi meningkatkan kualitas hidup pasien. Perawatan ini dilakukan dengan berbagai pendekatan, seperti medis, psikologis, psikososial, serta spiritual.

Tapi, ternyata hanya sedikit orang yang tahu dan menyadari bahwa perencanaan diet yang baik adalah salah satu bentuk perawatan paliatif yang penting dilakukan. Pasalnya, dengan merencanakan diet pasien yang mengalami penyakit kronis, maka kesehatan tubuh pasien akan lebih baik dan selalu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat.

Selain itu, pasien yang mengalami penyakit kronis stadium lanjut juga biasanya memiliki masalah gizi yang cukup banyak, seperti kehilangan nafsu makan serta mengalami penurunan berat badan yang drastis. Kondisi ini tentu saja akan membuat kesehatan pasien semakin memburuk. Untuk itu, dukungan nutrisi serta perencanaan diet yang tepat harus dilakukan demi mencegah hal ini.

perawatan paliatif apa itu

Lalu, seperti apa diet yang baik dilakukan ketika menjalani perawatan paliatif?

Sebenarnya perawatan paliatif dari segi nutrisi ini dapat dilakukan siapapun, baik keluarga maupun tim medis – bila memang pasien masih dalam rawat inap. Jadi, bila Anda memiliki anggota keluarga yang memiliki penyakit yang sudah memasuki tahap akhir, maka Anda dapat memberikannya makanan yang sehat tepat, dan bergizi tinggi untuk membuat kualitas hidupnya lebih baik.

Apa saja jenis makanan yang baik diberikan ketika seseorang menjalani perawatan paliatif? Dalam kasus seperti ini, maka diet yang paling cocok untuk diterapkan pada pasien adalah makanan dengan tinggi energi dan protein. Berikut adalah jenis makanan yang harus ada dalam menu diet Anda:

  • Daging, daging ayam, ikan, kacang-kacangan
  • Susu dan produk susu lainnya
  • Berbagai buah-buahan serta sayuran
  • Makanan pokok, seperti nasi, mie, bihun, dan kentang

Hindari makanan yang tinggi lemak karena hanya akan menimbulkan gangguan pencernaan. Selain itu, pilihlah makanan segar dan jangan berikan pasien makanan mentah, pasalnya semua makanan mentah berisiko menimbulkan infeksi. Padahal sistem imun pasien saat itu sedang lemah.

Bagaimana menerapkan diet yang baik ketika perawatan paliatif dilakukan?

Tidak mudah untuk bisa memberikan dan memastikan bahwa pasien dengan penyakit kronis makan sesuai dengan kebutuhannya. Pasalnya, kondisi tubuh yang lemah serta nafsu makan yang rendah, bisa membuat asupan gizi hariannya tak tercukupi. Berikut yang bisa dilakukan ketika anggota keluarga yang punya penyakit kronis sulit makan:

  • Pilih minuman yang juga memiliki zat gizi. Untuk menjaga status hidrasi tetap normal, maka asupan cairan tidak boleh dilupakan. Namun, dalam hal ini kebutuhan cairan dengan kebutuhan gizi bisa digabungkan agar pasien tak merasa lelah karena harus ‘makan terus’. Jadi, untuk mengakalinya, Anda bisa membuat jus berbagai jenis buah dan sayur. Jus ini akan membantu memenuhi kebutuhan cairan mau zat gizi.
  • Bagi porsi makan per hari menjadi lebih sedikit tetapi sering. Lebih baik, jadikan waktu makannya menjadi 6-8 kali per hari, tetapi dalam porsi yang lebih kecil.
  • Pilih makanan yang mudah dicerna dan dikunyah, seperti sup, sup krim, atau jelly.
  • Hindari memberikan makanan dalam keadaan panas, sebaiknya sajikan makanan dalam keadaan dingin atau setara dengan suhu ruangan.

The post Panduan Memenuhi Nutrisi dan Gizi Pasien Penyakit Kronis Saat Mendekati Ajal appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2xKwwfY
via IFTTT

Sabtu, 30 September 2017

Panduan Menjalani Best Life Diet (BLD), Diet untuk Memperbaiki Emotional Eating

Panduan Menjalani Best Life Diet (BLD), Diet untuk Memperbaiki Emotional Eating

Best Life Diet diprakarsai oleh Oprah Winfrey, pembawa acara kenamaan asal Amerika Serikat. Diet ini dikenal sebagai diet yang mampu mengatasi masalah emotional eating, sekaligus menurunkan berat badan dan membuat tubuh lebih bugar. Bagaimana cara menjalaninya, dan apakah benar efektif?

Makan banyak karena dipengaruhi emosi itu berbahaya

Emosi bisa mempengaruhi kapan kita makan, apa yang dimakan, dan berapa banyak makanan yang dimakan. Seringnya, situasi yang memicu emosi negatiflah yang justru membuat Anda makan banyak meski Anda tidak lapar.

Sebagai contoh, Anda mungkin pernah melihat orang terdekat Anda makan makan untuk mengatasi stres. Lainnya makan untuk menyibukkan diri mereka saat merasa bosan atau demi mengalihkan pikirannya saat sedang berkabung patah hati. Atau, Anda sendiri pun ternyata begitu?

Pada saat stres, tubuh mengalami peningkatan hormon kortisol sebagai respon dari stres. Di saat yang bersamaan, Anda juga mengalami peningkatan nafsu makan sebagai upaya tubuh dalam menyediakan energi yang dibutuhkan untuk menghadapi stres. Pada akhirnya, Anda akan mencari makanan untuk melupakan masalah itu.

Ketika Anda makan semata-mata karena emosi, kebiasaan ini bisa menggagalkan upaya penurunan berat badan Anda. Makanan yang dikonsumsi saat emotional eating biasanya adalah yang mengandung banyak kalori dan tinggi karbohidrat. Misalnya, es krim, biskuit, cokelat, keripik, kentang goreng, pizza, hamburger, dan lainnya. Belum lagi, jika Anda sering menjadikan makanan sebagai pelarian untuk melepaskan stres, Anda mungkin bisa makan porsi banyak lebih dari tiga kali dalam sehari.

Hal inilah yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan, bahkan kegemukan jika berlangsung terus-menerus. Best Life Diet, yang diprakarsai oleh Oprah Winfrey, dipercaya mampu membantu Anda keluar dari lubang hitam ini demi mendapatkan berat badan yang ideal.

Apa itu Best Life Diet?

Best life diet (BLD) adalah pola diet yang mengutamakan perubahan gaya hidup dimulai dari yang kecil demi meraih tujuan yang besar. Awalnya, Anda bisa memulai dengan mencari tahu mengapa Anda makan terlalu banyak. Hubungkan juga apakah kebiasaan makan banyak Anda benar didahului oleh suatu pemicu stres tertentu, misalnya saja stres di kantor.

Jika Anda baru saja makan dan merasa ingin makan lagi, tahan diri dulu sejenak untuk berpikir: Apakah Anda ingin makan karena Anda benar lapar, atau untuk mengalihkan pikiran dari stres? Jika Anda hanya makan karena sedang stres, itu tandanya anda sedang mengalami emotional eating.

Pada dasarnya, diet BLD akan mengajak Anda melakukan perubahan pola makan yang ringan seperti tidak makan dua jam sebelum tidur, dan mengharuskan Anda untuk sarapan setiap pagi. Sarapan adalah kunci untuk mengendalikan rasa lapar sepanjang hari.

Akhirnya Anda akan dituntun untuk mengikuti dan membiasakan gaya hidup sehat yang aktif.

Panduan menjalani Best Life Diet

Best Life Diet dijalankan dengan tiga fase.

Fase pertama Anda diwajibkan untuk sarapan tiap hari yang mengandung campuran protein, buah, dan biji-bijian. Misalnya saja greek yogurt bowl dengan topping chia seed, kacang-kacangan, dan buah favorit. Anda juga harus tetap makan 3 kali sehari. Lalu hindari kebiasaan minum alkohol, minum enam gelas air putih per hari, dan berhenti makan 2 jam sebelum tidur. Umumnya fase ini dilakukan selama 4 minggu. Anda diperbolehkan makan 1-2 kali camilan sehat tinggi serat sebanyak 100 hingga 200 kalori.

Fase kedua, Anda wajib menghilangkan kebiasaan makan makanan tidak sehat. Contohnya seperti, makan makanan olahan, makanan berlemak, dan makanan tinggi gula dan garam. Perhatikan dan bandingkan juga antara tingkat lapar dengan seberapa banyak aktivitas yang Anda jalani sehari-hari.

Fase ketiga, fokuskan diri untuk menambahkan nutrisi dengan mengonsumsi lebih banyak buah, sayuran, dan biji-bijian. Jumlah kalori bervariasi tergantung pada tingkat berat dan aktivitas Anda saat ini.

 

Apa benar bisa membuat berat badan berkurang? Dan apakah sehat?

Jangan berharap penurunan berat badan besar-besaran dengan diet BLD. Pada awalnya Anda mungkin hanya akan merontokkan kurang lebih satu kilogram per minggu. Keuntungannya adalah, pola diet ini dirancang untuk dilakukan berkelanjutan dalam jangka panjang, yang berarti tidak ada batasan akan keberhasilan penurunan berat badan Anda.

Best Life Diet adalah rencana pola makan yang seimbang untuk membantu mengendalikan kalori, memaksimalkan nutrisi, dan meningkatkan kebugaran tubuh sehingga Anda menurunkan berat badan dengan mantap dan mempertahankannya dengan gaya hidup yang lebih sehat.

The post Panduan Menjalani Best Life Diet (BLD), Diet untuk Memperbaiki Emotional Eating appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2x6rAjx
via IFTTT