Bromance (Persahabatan Laki-laki) Tak Kalah Solid Dengan Persahabatan Perempuan
Hello Sehat IFTTT


Seseorang bisa didiagnosis memiliki infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) setelah terbukti ada virus tersebut di dalam tubuhnya. Hal ini biasanya terlihat dari berbagai pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah yang menyatakan HIV ada di dalam tubuh Anda biasanya ditandai dengan HIV positif, sebaliknya bila hasil tes HIV menunjukkan tanda negatif, maka Anda mungkin tidak terkena infeksi ini. Ya, hal ini masih kemungkinan, pasalnya orang yang memiliki hasil pemeriksaan HIV negatif belum tentu sepenuhnya lepas dari penyakit infeksi ini. Lantas, apa arti HIV negatif sebenarnya? Apa tandanya jika saya tidak mengalami infeksi HIV?
Ketika Anda mendapatkan hasil tes HIV Anda bertanda negatif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal ini belum tentu menandakan bahwa Anda benar-benar terlepas dari infeksi HIV. Mungkin saja, HIV masih ada di dalam tubuh Anda, tetapi tidak terdeteksi. Jika ini terjadi, bukan berarti pemeriksaan yang Anda lakukan salah prosedur atau tidak tepat.
Jadi, sebenarnya pemeriksaan tersebut dilakukan untuk melihat apakah tubuh Anda memiliki suatu antibodi khusus atau tidak, bukannya memeriksa apakah ada virus HIV dalam darah Anda. Ketika Anda memang terinfeksi HIV, maka tubuh akan merespon dengan cara mengeluarkan antibodi khusus yang siap menyerang virus tersebut.
Nah, pada saat pertama kali terpapar virus HIV, biasanya tubuh Anda tidak langsung menghasilkan antibodi tersebut. Maka dari itu, pemeriksaan virus HIV pertama kali, hasil yang mungkin Anda terima adalah HIV negatif, sebab tes tersebut belum mendeteksi adanya antibodi tubuh.
Antibodi khusus ini baru akan terbentuk sekitar tiga bulan setelah tubuh terpapar virus. Selang waktu tersebut disebut dengan periode jendela. Selama periode jendela ini, penularan virus HIV masih mungkin terjadi dan seseorang dapat mengalami infeksi HIV jika melakukan kegiatan yang berisiko menularkan HIV.
Jadi, jangan mengira bahwa hasil negatif pada pemeriksaan Anda pertama kali adalah hasil akhir. Anda harus tetap terus berkonsultasi dan berobat ke dokter, hingga sudah tahu betul kalau Anda terbebas dari virus HIV.
Biasanya, pemeriksaan HIV tidak akan dilakukan satu kali, melainkan beberapa kali dengan selang 3 bulan. Bahkan beberapa dokter juga menganjurkan untuk melakukan tes hingga selang waktu 6 bulan, untuk memastikan hasil pemeriksaan yang sebelumnya telah keluar.
Jadi, kalau memang Anda terinfeksi virus HIV, maka hasil pertama mungkin saja negatif, namun hasil kedua setelah periode jendela akan menunjukkan tanda positif. Sementara kalau Anda tidak terbukti terjangkit virus HIV, maka hasil tes pertama dan pemeriksaan selanjutnya akan tetap negatif.
Namun, jika setelah pemeriksaan tersebut Anda kembali terpapar risiko HIV, seperti melakukan hubungan seks yang tidak aman atau bikin tato di tempat yang kurang terpercaya, maka pemeriksaan sebelumnya tidak berlaku dan tes harus diulang kembali sebagai tes pertama.
Jika Anda terbukti bebas dari HIV, Anda harus menjaga status kesehatan Anda, menjalankan pola hidup sehat, dan hindari hal-hal yang dapat membuat Anda terinfeksi. Akan tetapi, bila Anda memang memiliki terinfeksi HIV, segera lanjutkan pengobatan dan konsultasikan dengan dokter untuk perawatan lebih lanjut.
The post Hasil Tes HIV Negatif, Apakah Ini Tanda Bebas dari Virus HIV? appeared first on Hello Sehat.
Diabetes gestasional adalah kondisi munculnya diabetes selama masa kehamilan, meski sebelum hamil Anda tidak memiliki riwayat diabetes. Diabetes gestasional adalah komplikasi kehamilan yang terbilang cukup banyak terjadi. Yang jadi pertanyaan adalah, apakah setelah melahirkan diabetes gestasional bisa sembuh? Simak jawaban lengkapnya di artikel ini.
Diabetes gestasional terjadi karena perubahan metabolisme tubuh yang dipengaruhi oleh perubahan hormon selama kehamilan. Hormon kehamilan membuat kadar gula darah menurun pada awal kehamilan, namun akan meningkat seiring peningkatan produksi estrogen dan kortisol selama masa kehamilan berlanjut.
Peningkatan hormon estrogen memuncak pada minggu ke-26 hingga ke-33 usia kehamilan. Sementara itu, kortisol sebagai hormon pemicu diabetes akan memuncak pada minggu ke-24 hingga 28 kehamilan. Perubahan metabolisme ini kemudian menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Peningkatan hormon prolaktin selama trimester akhir kehamilan untuk mempersiapkan produksi ASI dilaporkan turut meningkatkan risiko diabetes gestasional.
Di saat yang bersamaan, plasenta juga memproduksi beberapa hormon yang menyebabkan terjadinya resistensi insulin – human placental lactogen dan placental growth hormone).
Selain itu, kadar lemak tubuh juga ikut meningkat selama masa kehamilan. Jaringan lemak tubuh memproduksi hormon adinopektin yang bekerja menurunkan kadar gula dalam darah. Selama kehamilan, kadar adiponektin dalam tubuh justru mengalami penurunan sehingga menyebabkan peningkatan resistensi insulin dan akhirnya memicu terjadinya diabetes selama kehamilan.
Perkembangan kehamilan dan pembentukan plasenta meningkatkan produksi hormon sekaligus resistensi insulin.
Saat bayi lahir, plasenta ikut keluar dari dalam tubuh ibu sehingga produksi hormon kehamilan dan resistensi insulin terhenti. Itu sebabnya, kebanyakan ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional dapat sembuh dengan sendirinya setelah melahirkan.
Meski begitu, Anda tetap perlu mewaspadai diabetes gestasional walaupun sudah melahirkan. Pada minggu atau bulan-bulan awal setelah melahirkan, Anda tetap perlu memeriksakan kondisi penyakit Anda ke dokter. Anda juga perlu terus mengontrol kadar gula darah Anda setelah melahirkan kalau punya diabetes semasa hamil.
Jika Anda tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik, diabetes gestasional yang dulu pernah alami bisa saja berkembang menjadi penyakit lain, seperti diabetes tipe 2. Jika Anda pernah mengalami diabetes gestasional yang tidak tertangani dengan tuntas, risiko Anda mengalami diabetes tipe 2 akan meningkat.
Selain itu, ibu dengan diabetes gestasional yang gagal mengontrol berat badannya setelah melahirkan berisiko lebih besar untuk mengalami diabetes gestasional “kambuhan” pada kehamilan selanjutnya, menurut penelitian dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology tahun 2010. Bahkan, peluang kekambuhan diabetes gestasional di kehamilan berikutnya bisa mencapai 40 persen.
Dirangkum dari berbagai penelitan diketahui bahwa wanita etnis Asia berisiko lebih tinggi mengalami diabetes setelah kehamilan karena lebih rentan mengalami gangguan toleransi glukosa.
Diabetes gestasional bisa sembuh total kalau Anda menjalani gaya hidup sehat setelah melahirkan. Sama seperti jenis diabetes lainnya, kekambuhan diabetes gestasional dapat dicegah dengan menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Termasuk mengontrol berat badan sebelum, selama, dan setelah kehamilan dengan makan makanan sehat dan aktivitas fisik yang rutin.
Selain itu, pemberian ASI eksklusif setelah melahirkan juga telah terbuktu dapat menurunkan risiko diabetes setelah melahirkan karena membantu menurunkan berat badan secara alami.
The post Apakah Diabetes Gestasional Bisa Hilang Setelah Melahirkan? appeared first on Hello Sehat.

Bayangan muncul ketika cahaya terhalang oleh suatu benda. Coba Anda berdiri membelakangi sinar matahari. Maka, siluet Anda akan jatuh tepat di depan tubuh Anda. Ketika Anda bergerak menjauhi cahaya, bayang-bayang Anda pun akan semakin mengecil dan menghilang. Namun apabila Anda masih melihat bayangan hitam bahkan setelah benda yang menghalangi sumber cahaya tersebut sudah bergerak jauh, Anda harus waspada. Bukan, tiba-tiba melihat bayangan hitam bukan berarti Anda melihat hantu. Ini bisa menjadi pertanda suatu kondisi medis yang dinamakan palinopsia.
Palinopsia adalah istilah untuk menggambarkan gangguan penglihatan yang ditandai dengan kemunculan ilusi visual, menyebabkan seseorang melihat bayangan hitam secara terus-menerus maupun berulang selama beberapa menit setelah benda yang sebenarnya menghilang.
Istilah palinopsia berakar dari bahasa Yunani Kuno yang berarti “melihat lagi” (“palin” yang berarti “lagi” dan “opsia” yang berarti melihat).
Palinopsia dapat dibagi dua jenis, berdasarkan kondisi yang dialami. Yang pertama adalah palinopsia halusinasi yang ditandai dengan terbentuk suatu ilusi visual, bisa berbentuk simpel (cahaya, garis, warna) atau kompleks (hewan, benda, manusia), tanpa adanya pengaruh dari lingkungan sekitar, biasanya terjadi dalam resolusi yang tinggi. Misalnya, setelah melihat kucing, siluet bentuk kucing yang tadi tetap “nyangkut” di bidang pandang Anda.
Ilusi halusinasi biasanya bersifat sementara dan singkat hanya beberapa detik hingga beberapa menit). Namun pada beberapa kasus bayangan hitam itu mungkin bertahan berjam-jam. Palinopsia jenis ini disebut juga sebagai afterimage.
Tipe kedua adalah palinopsia ilusori. Palinopsia ilusori adalah terbentuknya suatu gambaran visual dengan bentuk yang biasanya tidak sempurna dan dalam resolusi rendah. Timbulnya palinopsia jenis ini berhubungan dengan gerakan dan cahaya di lingkungan sekitar. Itu sebabnya orang-orang yang mengalami palinopsia ilusori dapat melihat kilatan ekor mirip komet di belakang benda yang bergerak meninggalkan cahaya.
Palinopsia ilusori disebabkan oleh abnormalitas pada bagaimana mata membentuk persepsi awal dari sebuah objek. Sementara itu, palinopsia halusinasi disebabkan oleh kelainan setelah objek direkam dalam memori visual.
Terdapat beberapa bentuk gejala yang dapat dikeluhkan, diantaranya :
Palinopsia dapat timbul karena berbagai hal, mulai dari penyakit yang berbahaya sampai akibat dari penggunaan obat-obatan tertentu. Oleh karena itu, melihat bayangan hitam (terlebih jika terjadi berulang kali) tidak bisa disepelekan, apalagi dianggap sebagai suatu hal yang berbau mistis.
Beberapa penyebab terjadinya palinopsia, termasuk:
Berbagai jenis pemeriksaan harus dilakukan untuk memastikan penyebab dari timbulnya palinopsia. Pemeriksaan yang akan dilakukan bergantung daripada keluhan dan juga kemungkinan penyakit yang diderita.
Dokter spesialis mata umumnya akan mengawali pemeriksaan dengan pemeriksaan ketajaman penglihatan, gerakan bola mata, pemeriksaan gangguan bidang pandang, dan pemeriksaan kondisi bilik mata depan.
Pemeriksaan lanjutan lainnya seperti pencitraan neurologi menggunakan MRI, pemeriksaan darah, electroensefalogram (EEG), dan skrining penggunaan obat-obatan akan dilakukan sesuai dengan petunjuk yang didapat dari pemeriksaan awal.
The post Gangguan yang Membuat Mata Melihat Bayangan Hitam Tertinggal Setelah Benda Bergerak appeared first on Hello Sehat.

BERLANGGANAN VIA EMAIL