Kamis, 31 Agustus 2017

Bekal Sekolah Anak, Kok, Tidak Habis? Ini yang Harus Orangtua Lakukan

Bekal Sekolah Anak, Kok, Tidak Habis? Ini yang Harus Orangtua Lakukan

Membawakan bekal ke sekolah untuk anak merupakan hal yang bermanfaat. Selain lebih hemat, membawa bekal ke sekolah juga dapat mencegah anak dari jajan sembarangan, yang kemudian membawa pengaruh positif kepada kesehatan anak. Tak hanya itu, membawa bekal sekolah juga melatih anak untuk terbiasa tidak jajan dan mengonsumsi makanan rumah yang disediakan oleh ibu. Namun, kadang selera makan anak naik-turun. Bekalnya pun tidak dihabiskan. Lalu, apa yang mesti ibu lakukan jika bekal sekolah anak tidak habis?

Yuk, cari tahu alasan bekal sekolah anak tidak habis

Anak pasti memiliki alasan tersendiri mengapa ia tidak menghabiskan bekalnya. Sebaiknya tanya langsung ke anak. Bisa jadi bekal anak tidak habis karena anak tidak punya waktu banyak untuk makan.

Atau pada jam istirahat si kecil lebih suka bermain bersama teman-temannya, sehingga sampai lupa untuk menyisihkan sedikit waktunya untuk makan bekal.

Alasan lainnya adalah anak tidak selera makan, kurang suka dengan makanan yang dibawa, porsi makanan kebanyakan, dan lainnya. Jika Anda sudah mengetahui alasan anak, Anda kemudian bisa berpikir bagaimana caranya agar anak mau menghabiskan bekalnya.

Kalau anak tidak menjawab langsung mengapa ia tidak menghabiskan bekalnya, Anda bisa mencari tahu sendiri dengan melakukan berbagai percobaan. Misalnya kurangi porsi bekal anak, bawakan bekal yang anak suka, bentuk bekal menjadi lebih menarik, dan sebagainya.

Siasat jitu agar anak menghabiskan bekal sekolahnya

Ini dia beberapa strategi yang bisa orangtua terapkan agar bekal sekolah si buah hati selalu habis setiap hari. 

1. Libatkan anak dalam merencanakan bekalnya

Sebelum membawakan bekal, Anda bisa menanyakan dulu kepada si kecil, “Hari ini mau bawa bekal apa?”. Dengan begitu, anak lebih semangat dan berselera untuk menghabiskan bekalnya di sekolah. Pasalnya, ia sudah tahu bahwa bekalnya adalah makanan yang ia mau dan suka. Namun, jangan lupa selipkan menu yang ada sayur dan buahnya.

2. Bawakan bekal yang mudah dimakan

Terkadang, ada anak yang malas makan bekalnya karena susah dimakan. Contohnya kalau ayamnya masih ada tulangnya, daging keras dipotong, dan sebagainya. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa membawakan bekal yang mudah dimakan anak. Seperti ayam atau daging sudah dalam bentuk suwir, buah sudah dipotong, dan lainnya.

Jangan lupa, pastikan juga kotak bekal sekolah si kecil mudah dibuka dan dikemas lagi setelah ia selesai makan.

3. Sediakan makanan yang disukai anak

Hal ini dapat membantu meningkatkan selera makan anak, sehingga anak mau menghabiskan bekalnya sampai tuntas. Membawakan bekal makanan yang anak tidak suka cenderung membuat anak tidak akan memakan bekalnya.

4. Hias bekal sekolah anak jadi lebih menarik

Ada anak yang mungkin malu saat dirinya membawa bekal sementara teman-temannya yang lain tidak. Hal ini membuatnya menutup bekalnya dan memilih untuk jajan di luar bersama teman-temannya.

Untuk mencegah hal ini, ibu bisa membentuk dan menghias bekalnya semenarik mungkin. Anak pun jadi lebih tertarik untuk membuka dan memakan bekalnya. Siapa tahu setelah melihat bekal si kecil yang unuk, teman-temannya justru jadi ingin bawa bekal juga ke sekolah.

5. Apakah porsi bekal sekolah anak sudah pas?

Jangan-jangan alasan anak tidak menghabiskan bekalnya adalah karena porsinya yang terlalu besar sehingga ia tidak sanggup menghabiskannya. Untuk itu, sebaiknya Anda perhatikan seberapa banyak porsi anak saat ia makan.

Anak umumnya mempunyai porsi makan yang lebih sedikit dibandingkan orang dewasa. Sehingga saat Anda menyiapkan bekal untuk anak, porsinya tidak bisa disamakan dengan orang dewasa.

The post Bekal Sekolah Anak, Kok, Tidak Habis? Ini yang Harus Orangtua Lakukan appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2wq7uSL
via IFTTT

Rabu, 30 Agustus 2017

Orang yang Sakit Jantung Masih Boleh Konsumsi Lemak, Tapi Ini Syarat Pentingnya!

Orang yang Sakit Jantung Masih Boleh Konsumsi Lemak, Tapi Ini Syarat Pentingnya!

Apakah Anda punya penyakit jantung? Mungkin Anda sering dengar kalau lemak buruk bagi jantung. Memang sih, penyakit jantung salah satunya disebabkan oleh jumlah asupan lemak yang terlalu banyak, misalnya dari makanan Anda. Hal ini menyebabkan plak di pembuluh darah dan mengganggu aliran darah.

Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya lemak tetap diperlukan oleh tubuh sekalipun Anda punya penyakit jantung. Hal yang harus diperhatikan adalah jumlah asupan serta jenis lemak yang dikonsumsi. Lalu, berapa banyak lemak yang boleh dikonsumsi oleh penderita penyakit jantung?

Berapa jumlah asupan lemak yang aman buat orang yang sakit jantung?

Lemak adalah zat gizi penting yang tidak bisa Anda hindari. Sebabnya, tubuh juga tetap membutuhkan lemak agar bisa berfungsi dengan baik. Nah, tapi Anda memang tidak bisa sembarangan melahap makanan berlemak.

Penderita penyakit jantung memerlukan lemak sebanyak 15-25% dari total kebutuhan kalorinya per hari. Jadi, misalnya saja kebutuhan kalori Anda sebanyak 2.000 kalori (kkal) per hari, maka kalori dari lemak yang boleh dikonsumsi yaitu sekitar 300-500 kalori. Kebutuhan kalori sendiri harus dihitung berdasarkan tinggi badan dan aktivitas fisik Anda. 

Jumlah asupan lemak tersebut setara dengan 33-55 gram. Jadi, dalam satu hari orang dengan kebutuhan kalori 2.000 kkal harus memenuhi kebutuhan lemak seperti jumlah yang telah disebutkan tersebut. 

Lalu bagaimana dengan risiko penyakit jantung jadi tambah parah akibat makan lemak? Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam  Annals of Internal Medicine Journal tahun 2014 membuktikan jika sebenarnya konsumsi lemak tidak akan membuat seseorang langsung kena penyakit jantung. Selain itu, konsumsi jenis lemak yang baik justru dapat menurunkan risiko penyakit jantung atau serangan jantung pada penderitanya.

Tak hanya banyaknya asupan lemak, jenisnya juga harus diperhatikan

Kalau Anda takut makan lemak karena katanya bikin penyakit jantung semakin parah, maka yang harus Anda lakukan adalah pintar-pintar memilih jenis lemak yang dikonsumsi. Meski membutuhkan lemak setiap hari, Anda tidak bisa sembarangan makan lemak jenis apa pun.

Bagi Anda yang memiliki penyakit jantung, maka disarankan untuk memilih makanan yang mengandung lemak tidak jenuh yang tinggi, ketimbang lemak jenuh. Selain lemak jenuh, Anda harus menghindari makanan dengan lemak trans yang memiliki dampak buruk bagi jantung.

Sebagian besar lemak tak jenuh berasal dari makanan nabati, sedangkan makanan hewani cenderung mengandung banyak lemak tidak jenuh. Ini dia contoh berbagai makanan yang mengandung lemak tak jenuh yang bisa Anda andalkan untuk memenuhi asupan lemak harian. 

  • Kacang-kacangan.
  • Alpukat.
  • Minyak sayur seperti minyak zaitun dan minyak kanola.
  • Berbagai macam ikan laut dengan kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi. Misalnya salmon, tuna, dan makarel.

Lemak: Tokoh Jahat Dalam Diet

Sementara, berikut adalah makanan berlemak yang harus Anda jauhi karena mengandung lemak jenuh dan lemak trans.

  • Gajih dari daging.
  • Kulit ayam.
  • Berbagai macam makanan yang digoreng.
  • Margarin.
  • Makanan yang sudah dalam kemasan.

Semua makanan tersebut sebaiknya Anda hindari agar penyakit jantung Anda tidak kambuh atau menimbulkan komplikasi. Bila memang Anda kesulitan untuk menentukan berapa jumlah asupan lemak yang ideal bagi Anda, maka lebih baik konsultasikan langsung pada ahli gizi.

The post Orang yang Sakit Jantung Masih Boleh Konsumsi Lemak, Tapi Ini Syarat Pentingnya! appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2vGQgj3
via IFTTT