Apakah Anda pernah mendengar tentang HPV? HPV (Human Papilloma Virus) adalah virus yang dapat menyebabkan kanker serviks. Infeksi virus ini bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi HPV Namun, selama ini mungkin banyak mitos seputar virus HPV dan kanker serviks, yang membuat orang enggan berpikir dua kali untuk melakukan vaksinasi HPV. Namun, jangan sampai anggapan yang salah ini membuat Anda tak melakukan perlindungan untuk mencegah kanker serviks.
Mitos seputar HPV dan kanker serviks
Berikut ini merupakan mitos seputar virus HPV dan kanker serviks yang banyak tersebar. Cari tahu faktanya!
1. “Virus HPV hanya menyerang perempuan”
Virus HPV tidak memandang gender – bahkan 8 dari 10 pria dan perempuan dapat terinfeksi HPV yang ditularkan melalui sentuhan kulit ke kulit. Laki-laki dapat menderita penyakit HPV seperti kanker mulut, kanker anus, kanker penis dan penyakit kutil kelamin (genital warts).
Artinya, tidak hanya wanita perempuan yang membutuhkan vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks, pria juga membutuhkan vaksinasi HPV untuk memberi perlindungan terhadap infeksi virus HPV. Baik pria maupun perempuan pun bisa terkena kutil kelamin karena infeksi virus HPV.
Perlu Anda ketahui, ada banyak jenis virus HPV yang bisa menyebabkan penyakit yang berbeda-beda. Ada sekitar 130 tipe HPV, sebagian bersifat ganas atau bisa menimbulkan kanker, seperti kanker bibir kemaluan dan kanker serviks. Ada juga yang bersifat tidak ganas, umumnya menyebabkan kutil kelamin.
Penyakit kanker serviks sebagian besar disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18.
2. “Vaksin HPV hanya untuk orang yang aktif berhubungan seksual”
Banyak perempuan mungkin masih menganggap bahwa vaksin HPV dibutuhkan ketika sudah menikah atau saat sudah aktif secara seksual. Namun, sebenarnya vaksin HPV paling baik diberikan sedini mungkin sebelum Anda beraktivitas aktif secara seksual.
HPV dapat mengenai usia remaja tahun karena pada masa remaja sejalan dengan masa pertumbuhan mereka, struktur organ serviks lebih rentan terhadap infeksi HPV.
Anda bahkan bisa terinfeksi virus HPV saat pertama kali berhubungan seksual, walaupun Anda sudah menggunakan kondom. HPV dapat berpindah melalui kontak kulit ke kulit (skin to skin). Artinya, meskipun sebagian besar HPV menular melalui hubungan seksual, tetapi dapat juga secara non seksual, yaitu melalui sentuhan kulit. Pemakaian kondom dapat meminimalisasi penularan virus tapi tidak bisa mencegah sepenuhnya karena bagian tubuh lainnya bisa terkena HPV. Pemakaian Kondom memang bisa melindungi Anda tapi tidak total karena kondom tidak menutupi semua kulit kelamin.
Jadi, lebih baik Anda mendapatkan vaksin HPV sebelum aktif secara seksual sejak dini. Sehingga, dalam tubuh sudah terbentuk antibodi untuk mencegah virus HPV di masa depan. Penelitian pun menunjukkan bahwa orang dengan usia lebih muda bisa menciptakan antibodi yang lebih banyak daripada mereka yang berusia lebih tua. Sehingga, vaksin HPV bekerja paling baik jika diberikan pada usia yang lebih muda. Anda tidak perlu menunggu menikah untuk siap mendapatkan vaksin HPV.
3. “Vaksin HPV tidak aman”
Faktanya, vaksin HPV terbukti aman. Mungkin pusing dan mual bisa muncul setelah vaksin HPV disuntikkan, namun hanya sebatas itu dan tidak menyebabkan efek samping yang buruk. Hal ini telah dibuktikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), yang menyatakan bahwa tidak ada masalah keamanan vaksin HPV.
Vaksin HPV adalah vaksin inaktif (berisi protein serupa struktur cangkang virus HPV yang tidak mengandung DNA virus). Sehingga, vaksin ini sangat aman dan tidak mungkin menginfeksi manusia. Setelah disuntikkan, vaksin HPV akan merangsang pembentukan respon imun di dalam tubuh, sehingga menciptakan perlindungan terhadap kanker serviks.
4. “Vaksin HPV menyebabkan masalah kesuburan”
Ada juga yang mengaitkan vaksin HPV dengan kesuburan. Tapi, tidak ada penelitian tidak yang menunjukkan bahwa vaksin HPV dapat mengganggu kesuburan. Vaksin HPV tidak terbukti menyebabkan sel telur wanita berhenti bekerja normal sebelum usia 40 tahun.
Jadi, Anda tidak perlu khawatir dengan kesuburan Anda saat mendapatkan vaksin HPV. Justru, vaksin HPV dapat melindungi wanita dari kanker serviks sehingga masalah kesuburan karena kanker serviks bisa dicegah.
5. “Vaksin HPV haram”
Mengenai halal dan haram tentang vaksin, hal ini mungkin masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Namun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa MUI nomor 4 tahun 2016 tentang imunisasi. Di dalam fatwa tersebut dijelaskan bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah), sebagai bentuk usaha untuk menguatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit, dengan catatan vaksin yang digunakan untuk imunisasi adalah halal dan suci.
Jika dalam proses pembuatannya bersinggungan dengan enzim babi, vaksin tersebut masih boleh dipergunakan dengan catatan bahwa belum ada vaksin yang halal dan suci, ada keterangan dari tenaga medis yang kompeten dan dipercaya bahwa tidak ada vaksin untuk penyakit tersebut yang halal, serta digunakan dalam kondisi darurat.
Umumnya, vaksin HPV yang ada di pasaran sudah dinyatakan halal dan mendapatkan sertifikasi halal dari IFANCA Amerika Serikat (lembaga muslim di AS yang mengeluarkan sertifikat halal).
6. “Vaksin HPV mahal”
Banyak orang yang enggan mendapatkan vaksin HPV karena takut dengan harganya. Namun, coba bayangkan berapa kira-kira uang yang bisa Anda keluarkan jika terkena kanker serviks. Tentu, harga yang Anda tanggung ini lebih mahal dibandingkan dengan harga vaksin HPV. Benar memang, mencegah lebih baik daripada mengobati.
Untuk itu, sebaiknya sisihkan uang Anda sedikit untuk mendapatkan vaksin HPV. Umumnya, harga vaksin HPV berkisar antara 700.000 sampai 1.000.000-an per satu kali suntik, tergantung merek, rumah sakit, dan lainnya. Adapun program pemberian vaksin HPV gratis yang diberikan ke anak sekolah. Namun, program ini baru tahap uji coba di kota-kota besar, seperti DKI Jakarta dan Yogyakarta, dan belum menjadi program nasional.
The post 6 Anggapan yang Salah Tentang Vaksin HPV dan Kanker Serviks appeared first on Hello Sehat.
Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2zYqr43
via IFTTT