Selasa, 12 Desember 2017

7 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Vaksin HPV untuk Anak-anak

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks adalah dengan pemberian vaksin HPV. HPV atau Human Papillomavirus merupakan virus yang bisa menular lewat hubungan seksual hingga akhirnya menyebabkan kanker serviks pada perempuan. Kebanyakan orang berpikir jika pemberian vaksinasi HPV hanya boleh dilakukan saat usia dewasa atau setelah menikah. Padahal, vaksinasi HPV harus dilakukan sedini mungkin. Ketahui beragam fakta vaksin HPV untuk anak-anak dalam artikel ini.

Fakta vaksin HPV yang harus diketahui semua orang tua

1. Vaksin HPV sudah terbukti keamanannya

Fakta vaksin HPV yang pertama, vaksin HPV sudah terbukti keamanannya. Hal ini dikarenakan semua jenis vaksin, termasuk vaksin HPV, pasti mengalami berbagi uji klinis yang panjang sebelum akhirnya bisa disebarkan ke masyarakat. Uji klinis ini dilakukan oleh otoritas kesehatan pemerintah tempat vaksin itu berasal dan otoritas kesehatan lokal di tempat vaksin akan didistribusikan.

Otoritas kesehatan di Amerika Serikat seperti CDC dan FDA merupakan dua instansi yang menjadi rujukan berbagai negara di dunia, selain Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Setelah vaksin berlisensi, CDC dan FDA terus memantau setiap vaksin untuk memastikan keamanan dan keefektivannya. Bahkan, semua vaksin terus dikembangkan, diuji, dan dimonitor secara ketat meskipun vaksin sudah didistribusikan ke masyarakat.

Berdasarkan data yang dikumpulkan CDC sejak pertama kali vaksin diluncurkan sampai tahun 2015, uji klinis yang dilakukan secara hati-hati menunjukkan jika vaksin HPV aman dan efektif. Atas dasar hasil tersebut, di Amerika Serikat, vaksin HPV tetap direkomendasikan dan digunakan sebagai vaksinasi rutin.

2. Anak-anak disarankan mendapatkan vaksin HPV sejak usia 9 tahun

Vaksinasi HPV direkomendasikan dilakukan sejak dini. Anak perempuan dan laki-laki disarankan mendapatkan vaksin ini mulai usia 9 tahun. Di usia tersebut respon kekebalan tubuh anak sedang berada dalam tahap terbaiknya, sehingga mampu dengan efektif mengembangkan sistem antibodi terhadap virus HPV yang mapan dalam jangka panjang. Itu sebabnya, pemberian vaksin HPV sejak dini akan memberikan pencegahan yang sangat bagus ke depannya.

3. Vaksin HPV diberikan ketika seseorang anak belum aktif secara seksual

Selama ini kebanyakan orang beranggapan bahwa vaksinasi HPV pada anak-anak tidak perlu diberikan karena pada usia tersebut mereka belum aktif melakukan hubungan seksual. Padahal, anggapan tersebut salah.

Fakta vaksin HPV yang sebenarnya justru harus diberikan sebelum seseorang aktif berhubungan seksual karena penularan virus ini terjadi melalui kontak seksual. Vaksin HPV masih dapat diberikan kepada orang yang sudah melakukan hubungan seksual, setelah melakukan Pap smear terlebih dahulu.

4. Vaksinasi HPV tidak hanya mencegah kanker serviks

Vaksin ini tidak hanya mampu mencegah risiko terkena kanker serviks saja, tapi juga penyakit lainnya yang disebabkan oleh virus HPV, seperti pre-kanker anus, pre kanker vulva, pre-kanker vagina, hingga kutil kelamin.

Tidak hanya itu, dengan vaksinasi ini anak laki-laki juga dapat menurunkan risiko penularan virus HPV penyebab kanker serviks pada pasangan seksualnya di kemudian hari.

5. Vaksin HPV tidak menimbulkan efek samping yang berarti

Sama seperti vaksinasi jenis lainnya, vaksinasi HPV juga bisa menimbulkan efek samping. Efek samping yang terjadi setelah pemberian vaksin ini pada umumnya ringan, berupa nyeri dan kemerahan pada daerah bekas suntikan. Bagi beberapa orang mungkin juga akan mengalami demam, sakit kepala, kelelahan, nyeri sendi atau otot, mual, muntah, atau sakit perut.

Efek samping lain yang dapat terjadi adalah syncope (pingsan sesaat) yang umumnya tidak berbahaya. Untuk menghindari syncope, disarankan untuk tetap duduk selama minimal 15 menit setelah pemberian vaksin.

6. Vaksin HPV tidak menyebabkan masalah kesuburan

Beberapa orang tua mungkin khawatir jika pemberian vaksin HPV di usia anak-anak dapat menyebabkan masalah kesuburan di masa mendatang. Namun, nyatanya vaksin HPV tidak terbukti menyebabkan masalah kesuburan.

Vaksinasi HPV bekerja untuk mencegah infeksi virus HPV penyebab kanker serviks. Dalam beberapa kasus, wanita mengalami kanker serviks sebelum mereka memiliki anak. Pengobatan kanker serviks seperti pengangkatan leher rahim dan rahim, kemoterapi, ataupun terapi radiasi dapat mengurangi kesuburan wanita. Sehingga, mencegah kanker serviks melalui vaksinasi HPV justru dapat mengurangi risiko tersebut.

CDC bekerjasama dengan American Academy of Pediatrics (AAP), American Academy of Family Physicians (AAFP) dan American College of Obstetrics and Gynecologists sampai saat ini terus memantau keamanan vaksinasi HPV.

7. Vaksinasi HPV pada anak cukup diberikan dua kali suntikan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pemberian vaksinasi HPV tidak perlu menunggu usia anak dewasa atau setelah menikah. Pada anak-anak usia 9-13/14 tahun, vaksinasi HPV diberikan 2  dosis dengan cara menyuntikkan cairan ke otot bahu. Dosis  kedua bdiberikan setelah jangka waktu enam bulan hingga satu tahun kemudian.

Selalu konsultasi ke dokter terlebih dulu sebelum Anda memutuskan melakukan vaksinasi ini.

The post 7 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Vaksin HPV untuk Anak-anak appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2kpEzJ1
via IFTTT

Related Posts

7 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Vaksin HPV untuk Anak-anak
4/ 5
Oleh