Minggu, 03 Desember 2017

Kenali Tanda-tanda Depresi Pada Penyandang Cacat (dan Cara Mengatasinya)

Penyandang cacat adalah mereka yang memiliki keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari layaknya orang pada umumnya. Menurut kajian Global Burden of Disease, salah satu kondisi yang mungkin menyertai seorang penyandang disabilitas adalah depresi.

Menjadi penyandang disabilitas tidak berarti Anda pasti akan mengalami depresi. Sebaliknya, tidak semua dari mereka yang merasa depresi juga disebabkan karena kondisi disabilitasnya.

Lalu bagaimana cara mengetahui saat Anda mulai merasa depresi? Bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Penyandang cacat lebih berisiko terkena depresi

Tetap tidak bisa dipungkiri bahwa orang berkebutuhan khusus akan menghadapi tantangan dan tingkat stres yang lebih tinggi sehingga lebih memungkinkan untuk mengalami depresi. Beberapa tantangan tersebut di antaranya adalah pergerakan yang terbatas, lingkungan sosial yang tidak mendukung, kesulitan mendapatkan pekerjaan, dan masalah kesehatan lainnya.

Permasalahan yang kerap muncul ini bisa menyulitkan Anda untuk pergi bekerja, bersekolah, menjaga diri sendiri, atau berkomunikasi dengan orang lain. Saat ini sulit untuk diatasi, maka risiko terjadinya depresi akan semakin besar.

Tanda dan gejala depresi pada penyandang cacat

Studi menunjukkan bahwa penyandang disabilitas dan penyakit kronis lainnya mengalami gejala depresi sebesar 2 sampai 10 kali lebih besar daripada orang pada umumnya.

Beberapa gejala depresi secara umum adalah sebagai berikut:

  • Merasa sedih yang berkepanjangan (lebih dari dua minggu)
  • Lebih mudah cemas, kehilangan harapan, merasa hampa
  • Kehilangan rasa percaya diri, putus asa, dan merasa tidak berharga
  • Kehilangan minat pada hobi atau aktivitas yang biasanya dilakukan
  • Mengalami masalah tidur, seperti kebanyakan tidur, sulit tidur, atau terbangun pada dini hari
  • Perubahan nafsu makan, menjadi lebih banyak makan hingga mengalami kenaikan berat badan atau justru lebih sedikit makan hingga menyebabkan penurunan berat badan
  • Lebih sensitif, seperti lebih mudah marah atau lebih sering menangis tanpa sebab
  • Merasa tidak bertenaga atau mudah lelah 
  • Sulit berkonsentrasi dan sulit mengambil keputusan
  • Menjauh dari keramaian dan enggan untuk berinteraksi dengan orang lain
  • Muncul keinginan bunuh diri 

penyandang cacat

Cara mudah mengatasi depresi pada penyandang cacat

Depresi bukanlah suatu keanehan atau tanda dari kelemahan. Sebab, selalu ada alasan di balik terjadinya depresi sehingga selalu ada pula cara untuk mengatasinya. Dengan penanganan yang tepat, Anda akan merasa lebih baik dan lebih tenang saat beraktivitas.

1. Kunjungi konselor atau psikoterapis

Saat merasa depresi, dokter akan meminta Anda untuk mengunjungi konselor maupun psikoterapis. Disini, Anda akan diajak untuk menemukan faktor penyebab mengapa Anda bisa sampai pada tahap depresi, baik itu secara internal maupun eksternal. Tentunya ini dilakukan secara bersama-sama sampai menemukan cara terbaik untuk mengatasi depresi yang Anda rasakan.

Bila konseling tidak memungkinkan karena tingkat depresi Anda dinilai terlalu berat, dokter akan menyarankan Anda untuk meminum antidepresan. Hal ini memang tidak bisa mengatasi depresi sepenuhnya, namun cukup membantu Anda merasa lebih tenang. Kebanyakan antidepresan tidak menimbulkan adiktif sehingga saat Anda merasa lebih baik dari depresi yang dirasakan, Anda bisa berhenti mengonsumsinya atau mulai mengurangi jumlahnya sesuai dengan anjuran dokter.

2. Cerita pada dengan orang yang dipercaya

Jangan ragu untuk mengomunikasikan dengan teman atau keluarga Anda tentang apa yang Anda rasakan. Bahkan, terkadang hanya dengan sekedar membuat orang lain tahu bahwa Anda sedang sedih justru bisa membuat Anda merasa lebih baik.

Selain itu, Anda juga bisa saling tukar cerita atau curhat dengan sesama penyandang disabilitas. Sebab, bagaimanapun Anda bercerita dengan orang normal pada umumnya tentu tidak akan bisa lebih mengerti Anda daripada curhat dengan sesama penyandang disabilitas.

3. Lakukan aktivitas fisik

Aktivitas fisik merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mengatasi depresi. Meski Anda memiliki keterbatasan, namun itu bukanlah suatu penghalang bagi Anda untuk bisa melakukan aktivitas fisik.

Jangan khawatir, ada beberapa jenis olahraga yang baik dan mudah dilakukan untuk penyandang cacat. Ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan mood (suasana hati) dan meredakan depresi. 

4. Mengelola stres

Meskipun stres tidak selalu menyebabkan depresi, stres bisa membuat gejala depresi Anda semakin parah. Maka, Anda bisa menentukan teknik mengelola stres yang ampuh untuk Anda.

Misalnya dengan beristirahat, menulis, menggambar, meditasi, beribadah, menonton film, membuat kerajinan tangan, atau hobi lainnya yang bisa mengurangi stres. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah untuk mengatasi depresi dan merasa lebih percaya diri ke depannya.

 

Jika Anda, kerabat, atau anggota keluarga menunjukkan tanda-tanda depresi atau gejala penyakit mental lainnya, atau menunjukkan keinginan atau perilaku atau ingin mencoba bunuh diri, segera hubungi hotline darurat polisi 110 atau hotline Pencegahan Bunuh Diri (021)7256526/(021) 7257826/(021) 7221810. 

The post Kenali Tanda-tanda Depresi Pada Penyandang Cacat (dan Cara Mengatasinya) appeared first on Hello Sehat.


Hallo semuanya selamat datang di website dokter yugi selamat membaca artikel menarik tentang kesehatan di sini !
from Hello Sehat http://ift.tt/2iHi2dV
via IFTTT

Related Posts

Kenali Tanda-tanda Depresi Pada Penyandang Cacat (dan Cara Mengatasinya)
4/ 5
Oleh